Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Kebenaran Riko


__ADS_3

Hapy reading.....


''Sebenarnya Riko dulu mempunyai kembaran, tapi ...'' Tante Imelda menghentikan ucapannya.


Kedua matanya sudah berembun saat mengingat sesuatu yang begitu menyakitkan. Ingatannya kembali pada saat di mana ia melahirkan kedua putranya. Namun sayang, sesuatu yang besar telah terjadi.


Tina yang melihat tante Imelda menangis menjadi tidak tega, dia merasa bersalah. Sebab wanita itu yakin, jika tante Imelda pasti tengah mengingat kejadian yang sangat menyakitkan.


''Tante, kenapa menangis? Apakah pertanyaan Tina menyakiti tante, ya?'' tanya Tina.


Perempuan itu menghapus air matanya sambil menggeleng kecil, kemudian dia tersenyum ke arah Tina, lalu menggenggam tangan wanita tersebut. Setiap kali beliau melihat wajah Tina, dia selalu teringat dengan Riko. Sebab putranya itu selalu tersenyum saat membicarakan kekasihnya.


''Jadi Tante, apakah mas Riko punya kembaran?'' tanya Tina kembali, sebab dia masih penasaran.


Tante Imelda mengangguk, kemudian dia menatap lurus ke arah depan. ''Iya Tina, dulu Riko mempunyai kembaran, tapi sayang, kembarannya telah meninggal saat mereka baru saja dilahirkan,'' jelas tante Imelda.


''Meninggal? Innalillahi ... maaf ya Tante, kalau Tina membuka luka lama Tante,'' ujar Tina merasa tidak enak.


''Tidak apa-apa sayang, tapi tante penasaran dengan pria yang kamu sebut mirip dengan Riko. Memang sih, di dunia ini ada tujuh wajah yang sama, tapi jika mendadak seperti itu, apa iya?'' tanya tante Imelda dengan wajah yang bingung.


Sementara itu, Tina hanya mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepala. Dia pun tidak tahu pasti, tapi memang wajah Raka begitu mirip dengan Riko. Dan setelah mengobrol dan memecahkan rasa penasaran di dalam dirinya, Tina pamit untuk ke Rumah Sakit.


Namun saat dia berdiri, tiba-tiba saja tubuhnya terasa lemas. Untung tante Imelda sigap menangkap tubuh Tina, hingga wanita itu tidak jadi jatuh ke bawah. Lalu tante Imelda menawarkan diri untuk mengantar Tina ke Rumah Sakit, sebab dia khawatir dengan keadaan wanita itu.

__ADS_1


.


.


Saat ini Ardi tengah berada di restoran Mentari, dia ingin membicarakan perihal pernikahan mereka. Dan setelah beberapa saat menunggu, wanita yang selama ini menjadi ratu di hatinya pun datang, lalu duduk di hadapannya.


''Ada apa, Kak?'' tanya Mentari.


''Aku mau membicarakan perihal pernikahan kita nanti,'' jawab Ardi sambil memegang tangan Mentari.


Mentari tersenyum tipis saat mendengar ucapan Ardi. Seharusnya dia senang menikah dengan pria itu, karena selama ini Ardi yang selalu ada di hatinya. Namun entah kenapa, Mentari tidak merasakan bahagia sama sekali. Padahal selama ini pernikahan itu yang dia impikan.


Setelah membicarakan tentang pernikahan mereka, Ardi pun kembali dari restoran Mentari menuju kantornya. Dia pergi dengan hati yang senang, karena sebentar lagi dirinya dan juga Mentari akan bersatu, dan tidak lagi terpisahkan.


Tak lama pintu ruangannya terbuka, dan Luke masuk ke dalam, tetapi mata Mentari membulat saat melihat seorang pria yang berdiri di belakang putranya.


''Kak Yoga!'' kaget Mentari.


Pria itu tersenyum manis ke arah Mentari, kemudian dia berjalan menuju sofa, lalu Mentari duduk di hadapannya. Dia tidak menyangka, jika Yoga mengetahui tentang restorannya. Apalagi bertemu dengan Luke. Wanita itu pun menatap ke arah Yoga dengan bingung.


''Bagaimana Kakak bisa tahu restoran ini, dan bisa bertemu dengan Luke?'' tanya Mentari dengan penasaran.


Kemudian Yoga menceritakan jika tadi dia bertemu dengan Luke di supermarket, saat anak kecil itu membeli es krim. Tentu saja Yoga sangat senang, lalu dia mengantarkan Luke untuk pulang, dan ternyata anak kecil itu membawanya ke restoran di mana Mentari saat ini sedang bekerja.

__ADS_1


''Ternyata dunia sangat sempit ya? Kita ini seperti jodoh yang selalu dipertemukan, walaupun sudah berusaha untuk menjauh?'' kekeh Yoga.


''Kakak ini ada-ada aja.'' Mentari pun ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


Namun siapa yang menyangka, jika di dalam hati Yoga, pria itu berharap dirinya dan juga Mentari memang berjodoh. Karena itu adalah impiannya, tetapi sayang, Yoga masih belum mempunyai keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya. Ditambah dia juga tahu, jika di dalam hati Mentari sudah ada seseorang. Bahkan juga mengetahui semuanya, karena Mentari selalu menceritakan kepada dirinya tentang masa lalu yang begitu menyakitkan.


Mentari melihat Luke menguap beberapa kali. Dia ingat, jika putranya itu belum tidur siang, kemudian wanita itu pun meminta Luke untuk berbaring di sofa dan tidur. Sementara Yoga melihat kebingungan di wajah Mentari.


Beberapa tahun mengenal wanita itu, dia sudah hafal bagaimana sifat dan karakternya. Sehingga tidak susah baginya untuk menebak saat Mentari senang dan juga bersedih.


''Apa, kamu sedang ada masalah?'' tanya Yoga.


''Mentari mengalihkan pandangannya. ''Maksudnya?'' tanya Mentari.


''Aku melihat kamu seperti menyimpan sesuatu, apa ada masalah yang sedang kamu hadapi?'' tanya Yoga kembali.


Mentari menghela napasnya, kemudian dia menatap lurus ke arah depan. ''Ada yang ingin aku bicarakan dengan Kakak, tapi jika Kakak sibuk, kita atur waktu saja,'' jawab Mentari.


Saat Yoga akan membalas ucapannya, tiba-tiba saja ponselnya berdering, dan ternyata itu dari asisten pribadinya yang meminta dia untuk kembali ke kantor, sebab sebentar lagi ada meeting yang harus dihadiri. Mau tidak mau, Yoga pun harus pergi. Dia akan menghubungi Mentari untuk menanyakan perihal masalah wanita tersebut.


Sebenarnya Mentari enggan untuk berbicara kepada siapapun, tetapi dia percaya Yoga mampu menjaga rahasia. Sebab kepada siapa lagi wanita itu akan bercerita, selain Yoga? Karena hanya pria tampan itulah yang mengerti tentang keadaan dan juga perasaannya selama ini.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2