Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Yoga Dan Amelia


__ADS_3

Happy reading......


Setelah Tina membersihkan diri, dia kembali ke kamar, dan ternyata di sana sudah ada Raka yang sedang menggosok rambutnya. Karena pria itu tadi mandi di kamar sebelah.


Melihat itu, Tina merasa deg-degan. Apalagi malam ini adalah malam pertamanya bersama dengan Raka. Namun siapa yang menyangka, di balik handuk yang dia pakai saat ini, Tina sedang memakai lingerie berwarna merah. Dia tahu bahwa malam ini pasti akan terjadi, antara dia dan Raka. Jadi wanita itu ingin memanjakan suaminya.


"Sayang, kenapa kamu diam saja di situ? Ayo sini!" ucap Raka sambil menepuk sebelah ranjangnya, karena melihat Tina terus saja berdiri di dekat pintu kamar mandi.


Wanita itu tersadar dari lamunannya, kemudian Tina mengangguk, lalu berjalan ke arah cermin untuk menyisir rambutnya. Setelah itu dia dengan perlahan membuka handuk yang saat ini menutupi tubuhnya, dan seketika mata Raka membulat.


Pria tampan tersebut meneguk ludahnya dengan kasar, saat melihat pemandangan indah yang saat ini terpampang jelas di depan matanya. Walaupun masih terbalut kain yang tipis namun, Raka bisa melihat bagaimana lekuk tubuh indah milik Tina.


Wanita itu berjalan ke arah ranjang, kemudian dia duduk di samping Raka dengan jantung yang sudah berdebar kencang.nSatu tangannya meremas sprei, karena Tina benar-benar sangat gugup.


"Kamu sepertinya sudah siap ya?" goda Raka dengan suara tertahan.


"Bukankah memang aku harus menyiapkan diri untuk suamiku? Lagi pula, ini bukan kali pertama untukku. Jadi maafkan aku, jika kamu orang yang kesekian kalinya," ujar Tina sambil menundukkan kepalanya.


Raka yang mendengar itu segera menggenggam tangan Tina. Dia tidak peduli, mau itu kesekian kalinya. Karena bagi Raka, Tina adalah wanita pertamanya.


"Bagiku tidak masalah, mau kamu yang keberapa kali. Karena bagi diriku, kamu adalah yang pertama dan yang terakhir," jelas Raka.


Kemudian pria itu membacakan doa di kepala Tina, lalu mulai mendekatkan wajahnya, dan dengan perlahan Raka mulai menyatukan bibir mereka. Hingga dia memulai tahap demi tahap dengan gerakan yang lembut dan membuai, sehingga membuat Tina terlarut dalam setiap sentuhan menggelora tersebut.


Keringat menetes dari kedua tubuh instan itu, kala hentakan demi hentakan terus dipacu, meningkatkan sesuatu yang membara di dalam tubuh. Sehingga mengeluarkan sebuah suara yang begitu sangat erotis nan indah di telinga Raka. Dan malam itu pun menjadi saksi antara bersatunya dua insan yang saling mencintai karena Allah.

__ADS_1


.


.


Tidak terasa, empat bulan telah berlalu. Pernikahan Tina dan Raka pun semakin dipenuhi rasa cinta dan kasih sayang, apalagi saat ini usia Cahaya juga sudah lima bulan dan dia sudah belajar merangkak.


Begitupun dengan kehidupan Mentari, dia dan juga Ardi kian harmonis. Bahkan Mentari juga sudah tidak pernah berhubungan dengan Yoga lagi, karena pria itu juga harus kembali ke luar negeri. Sebab orang tuanya menjodohkannya dengan wanita lain.


Sementara Sasa dipenjara beserta dengan orang tuanya, akibat dari perlakuan jahatnya yang sudah membuat Ardi celaka sampai kehilangan kakinya. Dan itu semua tidak lepas dari campur tangan Bagas.


"Mah, nanti siang Papa jemput Luke 'kan ke sekolah?" tanya Luke pada sang mama, saat berada di dalam mobil.


"Iya, nanti siang Papa jemput Luke. Sebab Mama juga ada kerjaan, jadi nanti sebelum Papa menjemput Luke, jangan pulang dengan siapapun ya!" ingat Mentari sambil mengelus rambut putranya.


"Iya Mah," jawab Luke. Kemudian dia kembali main game di ponsel yang diberikan oleh Ardi.


"Beneran, kamu nggak mau diantar sama Mama ke dalam?" tanya Mentari memastikan.


"Tidak! Kata papa, Luke ini harus mandiri, 'kan laki-laki itu tidak boleh bergantung pada wanita? Dan mama adalah seorang wanita, tugas Luke adalah menjaga Mama. Ya sudah, kalau begitu Luke masuk dulu ya, Mah. Assalamualaikum," ucap anak kecil tersebut sambil mencium tangan Mentari, kemudian dia masuk ke dalam sekolah.


Mentari begitu bangga melihat kedewasaan Luke yang sudah berpikir untuk menjaganya. Padahal usianya masih enam tahun, tapi pola pikiran anak itu benar-benar sangat dewasa. Terlebih tidak lepas dari perhatian dia dan Ardi.


"Sebaiknya aku ke restoran sekarang, aku akan membuatkan makanan dulu. Nanti aku paketkan untuk ke kantornya mas Ardi," gumam Mentari. Kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil dan langsung menuju restorannya.


Saat ini Mentari sudah tidak lagi bekerja di restoran yang dulu, karena Ardi sudah membangun restoran untuk istrinya. Dia ingin Mentari mempunyai usahanya sendiri.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Mentari langsung masuk ke bagian dapur untuk memasak makanan buat suaminya. Setelah itu, dia menyuruh karyawannya untuk mengantarkan ke kantornya Ardi.


"Permisi Bu Mentari, ada seseorang yang ingin bertemu dengan ibu. Mereka menunggu di meja nomor 40," ucap salah satu karyawan saat masuk ke dalam dapur.


"Baiklah, terima kasih." Mentari mencuci tangannya, kemudian dia berjalan keluar dan menuju meja nomor 40.k Di mana orang yang dimaksud oleh karyawannya sedang menunggu dirinya.


"Siapa mereka?" Mentari bermonolog pada dirinya sendiri, saat melihat pria dan wanita tengah duduk membelakanginya.


Wanita itu berjalan semakin mendekat, dan saat sampai di sana Mentari kaget saat melihat ternyata yang datang mengunjunginya adalah Yoga. Tetapi dia heran dengan wanita yang saat ini berada di samping pria tersebut.


"Kak Yoga!" kaget Mentari.


Pria tampan itu menengok ke arah samping, kemudian dia beranjak dari duduknya. "Hei Princess, apa kabar? Sudah lama ya tidak bertemu. Aku pikir, kita nggak akan pernah ketemu lagi loh," ucap Yoga sambil mengulurkan tangannya.


"Ahlhamdulillah baik Kak. Kak Yoga sendiri, apa kabar? Oh iya, ini siapa?" tanya Mentari sambil melirik ke arah wanita yang berada di samping pria tampan tersebut.


"Oh kenalin, dia adalah Amelia, istriku. Dan sayang, perkenalkan ini adalah Mentari, dia sahabatku yang sering kuceritakan kepadamu," ucap Yoga memperkenalkan istri dan juga sahabatnya.


Dulu dia memang mencintai Mentari, sangat mencintainya. Akan tetapi, saat melihat kebahagiaan Mentari bersama dengan Ardi yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Yoga sadar, jika cinta memang tidak bisa dipaksakan. Akhirnya dia pun menerima Perjodohan dari orang tuanya dengan Amelia.


Awalnya Yoga memang tidak mencintai Amelia, tapi seiring berjalannya waktu, dia mulai membuka hatinya. Apalagi melihat pribadi Amelia yang begitu baik, ramah dan juga peduli pada orang lain, dan itu mengingatkannya kepada Mentari.


"Halo, aku Amelia, istrinya Mas Yoga. Senang bisa bertemu dengan kamu Mentari," ucap Amelia dengan ramah.


"Aku Mentari, sahabatnya Kak Yoga. Silakan duduk! Pasti belum pada mesan makanan ya? Sebentar, aku panggilkan karyawan dulu." Mentari pun memanggil karyawannya dan memesankan makanan untuk mereka bertiga.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2