Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Peringatan Bagas Untuk Novi


__ADS_3

Happy reading.....


Setelah pelajaran selesai, Novi dan juga and the geng dipanggil ke ruangan dosen, dan ternyata mereka diancam untuk dikeluarkan dari kampus tersebut atas perintah Bagas.


Sementara itu Aurora langsung nelpon sang papa, dan menanyakan tentang Novi. Dan ternyata yang melaporkannya kepada Bagas adalah Kevin.


Gadis itu pun langsung menengok ke arah pacarnya, sedangkan Kevin masih berkutat dengan hp-nya, karena sedang menerima pesan dari asisten pribadinya.


"Aurora, gue yakin deh, kalau si Novi itu pasti dia bakal dikeluarin sama bokap lo dari kampus ini. Secara suruh siapa dia ngunciin lo di kamar mandi?" ucap Anggi saat duduk di hadapan Aurora.


"Iya, memang papa juga meminta dosen untuk mengeluarkan Novi dan juga gengnya dari kampus ini. Tapi aku tidak mau itu terjadi, yang mana nantinya mereka akan semakin membenciku. Jadi hanya dikasih surat peringatan saja," jelas Aurora.


"Lo itu terlalu baik sama mereka. Seharusnya serigala macam mereka itu jangan dikasih ampun!" timpal Rika.


"Sudahlah, jangan terlalu membenci orang. Lagi pula besok kita akan puasa 'kan? Tidak baik kalau kita memendam benci sama orang. Ingat, besok sudah masuk bulan suci Ramadan," ucap Aurora.


"Iya ya, ntar malam tarawih deh. Oh ya, malam ini gue boleh yang nginep di rumah lo? Kebetulan nyokap sama bokap gue lagi ke luar kota, males gue di rumah sendirian," ujar Anggi sambil menatap Aurora dengan tatapan memohon.


"Oke, nanti lo ke rumah aja. Eh, tapi besok gue ada acara bukber sih sama keluarganya bunda Tina. Kebetulan katanya ada hal yang mau disampaikan," juga ujar Aurora.


"Bunda kedua lo itu mau ngomong apa?" tanya Anggi. Sedangkan Aurora hanya mengangkat bahunya saja, karena dia pun memang tidak tahu apa yang akan diucapkan nanti saat buka bersama.


Sepulang dari kampus, saat ini Aurora dan juga Kevin tengah menghabiskan waktu di sebuah Cafe. Mereka menikmati kebersamaan, karena besok sudah bulan suci Ramadan, dan tentu saja mereka sedikit menjaga jarak, karena Aurora ingin menghindari adanya dosa.


Tidak mungkin dalam satu hubungan tidak menimbulkan hasraat satu sama lain. Jadi Aurora mencoba untuk sedikit menjaga jarak, walaupun mereka setiap hari masih bisa bertemu.


"Oh ya, besok aku 'kan tidak masuk kampus. Terus nanti mau ke rumahnya bunda Tina, kamu mau ikut nggak? Sekalian ada acara buka bersama di sana." tanya Aurora pada Kevin.


Kevin terlihat diam, memikirkan apakah dia harus ikut bersama dengan Aurora atau tidak. Namun, seketika dia ingat, jika besok keluarganya akan mengadakan acara juga.


"Kayaknya nggak bisa deh, sayang. Soalnya besok paman juga mau ngadain acara buka bersama. Nanti kapan-kapan deh aku buka bersama di rumah kamu, boleh 'kan?" tanya Kevin.


"Boleh dong," jawab Aurora sambil memakan es krimnya.

__ADS_1


Dia tidak sadar, jika es krim yang Aurora makan berantakan dan tersisa di pinggir bibir. Kevin yang melihat itu pun mengulurkan tangannya dan mengusap es krim tersebut, sehingga membuat Aurora menatap Kevin dengan dalam.


Kedua mata itu saling menatap satu sama lain, sehingga menimbulkan sesuatu yang berdesir hangat di dalam hati. Getaran-getaran kecil yang menggetarkan jiwa yang saat ini tengah dirasakan oleh keduanya.


.


.


Malam ini Aurora tengah berada di meja makan bersama dengan keluarganya, dan di sana juga sudah ada Anggi.


"Mah, memangnya besok bunda Tina mau bicara apa?" tanya Aurora membuka pembicaraan.


"Entah, Mama juga tidak tahu. Apa Oma tahu jawabannya?" tanya Bunga sambil melirik ke arah mama Ranti.


"Kamu aja nggak tahu, gimana Mama, sayang? Nanti malam kalian mau mama Masakin apa buat kamu?" tanya mama Ranti.


"Oma, aku mau nasi ayam!" seru Arjuna.


"Enak tuh kayaknya nasi ayam buat sahur, tapi jangan lupa ada kuah baksonya juga, bakso ikan ya!" timpal Aurora.


"Kalau kami mah ikut saja, yang penting bisa dimakan," timpal papa Randy.


Arjuna dan juga Aurora memang sangat menyukai nasi ayam buatan mama Ranti, di mana makanan itu adalah khas dari Singapura. Karena biasanya mama Ranti satu minggu sekali pasti membuat nasi ayam tersebut.


Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, Aurora menguap, kemudian dia mencuci wajahnya setelah itu Aurora mengambil wudhu dan menunaikan shalat tahajud. Setelahnya dia menelpon Kevin, apakah pria itu sudah bangun atau belum.


Dan saat telepon tersambung, ternyata benar, Kevin belum bangun. Aurora yang melihat itu pun begitu gemas, karena wajah Kevin terlihat begitu sangat imut saat baru bangun tidur.


"Ya sudah, kamu cuci muka shalat tahajud dulu gih, baru sahur," ucap Aurora.


Kevin menganggukkan kepalanya, kemudian telepon pun terputus. Aurora membangunkan Anggi, lalu mereka berjalan ke lantai bawah untuk melaksanakan sahur.


"Alhamdulillah ya, kita masih diberi keselamatan, kesehatan dan juga keberkahan, karena bisa bertemu dengan bulan suci Ramadan bulan yang penuh berkah," ucap papa Randy setelah mereka selesai menunaikan makan sahur.

__ADS_1


"aiya Pah, Bagas juga sangat bersyukur sekali masih bisa dipertemukan dan masih bisa bersama dengan keluarga kecil Bagas," timpal Bagas.


"Aurora, karena sekarang kamu dan juga Kevin sudah pacaran. Ingat jaga jarak selama bulan puasa! Jangan melakukan apapun yang membatalkan. Dan sesekali ajaklah Kevin beserta keluarganya untuk buka di sini, tapi mungkin tidak untuk hari ini, karena 'kan nanti sore kita akan ke rumahnya bunda Tina," ucap Bagas kepada Aurora.


"Siap komandan! Aurora nggak akan macam-macam kok sama Kevin. Kami sudah komitmen, pacaran kami itu akan sehat. Lagi pula, Aurora juga selalu mengingat pesan Papah dan Mamah, di mana aku harus menjaga diri dari perbuatan zina bukan," jawab Aurora.


"Anak pintar. Nanti kita ziarah dulu ke makam mama kamu ya, sebelum nanti ke rumahnya bunda Tina," tutur Bunga sambil mengusap rambut Aurora yang duduk di sampingnya.


"Iya Mah," jawab Aurora.


Tepat jam 08.00 pagi, Aurora dan juga keluarga Anjasmara pergi untuk ziarah ke makam istri pertama Bagas. Dan saat mereka di sana, ternyata mereka juga bertemu dengan Mentari dan juga Ardi, di mana keduanya bersama dengan Luke sedang ziarah ke makam Riko.


"Eh, kalian juga di sini?" tanya Bunga kepada Mentari.


"Iya Mbak, kita habis ziarah dari makamnya mas Riko," jawab Mentari.


.


.


Tepat jam 15.00 sore, Bunga dan juga keluarganya sudah sampai di kediaman Raka. Di sana mereka disambut oleh tante Imelda dan juga om Wira dengan hangat, sementara itu Bunga, Tina dan juga Aurora berjalan ke dapur untuk menyiapkan pembukaan.


"Jangan lupa Bunda, kita bikin es buah terus jangan lupa gorengan tahu isi sama risol mayones, sama lontong isi!" seru Aurora sambil membayangkan makanan yang ada di kepalanya.


"Banyak banget? Emangnya keburu waktunya? Kamu ini ada-ada aja," timpal Bunga.


"Ya keburu lah Ma, di sini banyak pelayan, jadi biarin mereka semua membantu. Iya nggak? Ayolah aku pengen itu semua!" pinta Aurora dengan manja.


"Baiklah, kita buat itu semua. Tolong ya Bibi Bibi, bantuin aku masak," ucap Tina pada tiga pelayan yang ada di sana.


Mereka semua mengangguk, kemudian mulai memasak untuk pembukaan di mana yang lain memegang setiap bagiannya masing-masing. Begitupun dengan Aurora, dia sedang mengiris-ngiris buah untuk membuatkan es buah yang spesial.


Tiba-tiba saja ponsel Aurora berdenting, dan sebuah pesan masuk ke dalamnya. Dan saat dilihat seketika mata Aurora membulat kala membaca sebuah pesan dari seseorang.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2