Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Apakah Kamu Mau Menjadi Kekasihku?


__ADS_3

Happy reading......


Sesuai apa yang Kevin katakan, jam 19.00 dia akan menjemput Naura..Dan benar saja, pria itu saat ini sudah sampai di kediaman Anjasmara, dan dia sedang menunggu Naura di ruang tamu


Bagas yang mendengar ada seorang pria yang akan menjemput putrinya, seketika turun dari lantai atas untuk menemui Kevin.


"Malam Om," sapa Kevin sambil mencium tangan Bagas. Sebab dia pernah bertemu dengan Bagas satu kali, jadi Kevin tau siapa pria itu.


"Malam, katanya kamu ke sini mau menjemput Aurora? Memangnya mau ke mana?" tanya Bagas dengan tatapan datarnya.


"Iya Om, saya mau minta izin bawa Aurora untuk pergi sebentar ke acara pesta keluarga saya, Om. Kebetulan salah satu dari keluarga saya sedang mengadakan acara, dan saya tidak tahu harus membawa siapa. Jadi tidak apa-apa 'kan, jika saya membawa Aurora sebentar?" izin Kevin kepada Bagas.


"Tidak apa-apa, asalkan kamu membawa putri saya pulang kembali dengan selamat, jangan sampai ada yang kurang satupun, paham!" tegas Bagas.


"Paham Om," jawab Kevin sambil mengganggukkan kepalanya.


Tak lama Aurora turun dan dia menuju ruang tamu, di mana saat ini Kevin dan Bagas berada. Gadis itu berjalan bersama dengan Bunga, sang mama.


"Maaf ya nunggu lama," ucap Aurora saat sampai di sana.


Kevin terdiam sejenak saat melihat kecantikan Aurora yang sedang menggunakan gaun navy dengan mutiara di bagian pinggangnya. Dia tidak menyangka, jika Aurora benar-benar sangat cantik.


"Kondisikan matamu! Nanti ku colok!" ancam Bagas saat melihat Kevin menatap putrinya tanpa berkedip sedikitpun.


Kevin yang sadar dengan ucapan Bagas pun segera menggaruk belakang lehernya. "Aurora benar-benar sangat cantik," jawab Kevin dengan jujur.


Aurora yang dibilang seperti itu menjadi gugup, kemudian mereka pun pamit dan keluar dari kediaman Anjasmara untuk menuju tempat pesta, di mana diadakan di salah satu restoran.


Hingga mereka sampailah di sebuah restoran mewah, Kevin segera keluar dan membuka pintu mobil yang ada di samping Naura. "Ayo kita turun!" ajak Kevin sambil mengulurkan tangannya.


Aurora terlihat begitu gugup, walaupun dia hanya menemani Kevin ke acara keluarganya. Tapi tetap saja, Aurora merasa seperti akan bertemu calon mertua.

__ADS_1


'Ya ampun, kenapa rasanya gugup gini ya?' batin Aurora.


Kevin sampai di sana dan ternyata sudah banyak orang yang datang, dan dia yang paling terakhir. Semua mata tertuju kepada Kevin dan juga Aurora, mereka merasa heran karena Kevin datang bersama seorang wanita cantik.


"Kevin, gadis ini siapa?" tanya mama Rinjani, mamanya Kevin.


"Kenalin Mah, dia Aurora, temennya Kevin." Pria itu memperkenalkan Aurora kepada mamanya.


"Apakah dia pacar kamu?" tanya papa Raffi pada putranya.


"Iya Pah, dia pacarnya Kevin," jawab Kevin sambil merangkul pinggang Aurora.


Gadis itu membulatkan matanya saat mendengar penuturan Kevin, kemudian dia menatap tajam ke arah pria tersebut. Sedangkan Kevin hanya memberikan kode kepada Aurora dengan matanya, meminta gadis itu untuk membantunya.


'Astaga, aku seperti ada di dalam novel-novel saja, harus berpura-pura menjadi kekasih bayangan? Benar-benar menjengkelkan pria ini!' batin Naura.


"Wah! Kenapa kamu baru memperkenalkannya pada Mama dan Papa?" tanya mama Rinjani dengan wajah yang antusias.


"Ayo sayang, kita duduk! Jangan sungkan-sungkan," ucap mama Rinjani sambil mengajak Aurora untuk duduk di kursi.


Lolita melihat ke arah Aurora dengan tatapan tidak suka. Apalagi saat mengetahui jika gadis itu adalah pacarnya Kevin. Bagaimana tidak? Lolita adalah orang yang akan dijodohkan bersama dengan Kevin.


"Tante, tapi 'kan aku sama Kevin udah dijodohin?" timpal Lolita, membuat semua orang saat ini menatap ke arahnya.


"Aku tidak pernah menyetujui perjodohan kita. Aku 'kan belum menjawabnya. Itu hanya dari kamu aja," jawab Kevin dengan santai.


"Benar Lolita, Kevin 'kan belum memutuskan,


apakah dia menerima perjodohan ini atau tidak? Sudah lah, Nak, lagian Kevin sudah mempunyai pacar," ucap om Reza sebagai papahnya Lolita.


Wanita itu pun merenggut kesal, karena dia gagal bersanding dengan Kevin. Padahal selama ini Lolita sangat mencintai pria itu, walaupun baru beberapa kali ketemu, tapi Lolita langsung terpikat dengan ketampanan Kevin.

__ADS_1


Acara pun dilangsungkan, Aurora diperlakukan begitu baik oleh mama Rinjani. Sebab dia menyangka jika memang Aurora itu adalah kekasih dari Kevin.


Sedangkan Aurora merasa sedikit canggung, dia tidak menyangka jika orang tuanya Kevin begitu sangat baik. Namun entah bagaimana perasaan mereka, jika mengetahui kalau dia dan Kevin memang tidak mempunyai hubungan apapun.


Selesai dari acara tersebut, Aurora diantarkan pulang oleh Kevin, dan saat ini mereka sedang berada di dalam mobil.


"Aku merasa bersalah deh sama orang-tua kamu, karena kita sudah membohongi mereka. Padahal kita sama sekali tidak mempunyai hubungan apapun," ucap Aurora sambil menundukkan kepalanya.


Kevin hanya tersenyum saja, tidak menjawab ucapan gadis itu, hingga Aurora sadar mobil itu tertuju bukan kepada kediaman Anjasmara. "Loh Vin, ini kita mau ke mana?" tanya Aurora dengan bingung.


Kevin tidak menjawab, sampai mobil berhenti di sebuah jalanan yang lumayan tinggi. Kemudian Kevin meminta Aurora untuk keluar, gadis itu pun merasa heran kenapa mereka berhenti di tengah jalan tol di jembatan yang paling tinggi.


"Hei, ada apa sih? Kok berhenti di sini? Bahaya tahu," ucap Aurora dengan bingung.


Kevin bersandar pada pembatas jalan jembatan, sedangkan Aurora sedikit menggigil karena angin di sana cukup kencang. Kevin yang melihat itu pun segera membuka jasnya, kemudian dia melingkarkan di tubuh Aurora, membuat gadis itu sedikit terpaku dengan perhatian pria tampan tersebut.


"Lihat jalanannya begitu indah ya, dengan lampu-lampu yang berjejeran," tunjuk Kevin ke arah depan.


Aurora melihat ke arah di mana ditunjukkan oleh Kevin. Gadis itu pun tersenyum, apa yang dikatakan Kevin memang ada benarnya. Jalanan di malam hari memang sangat indah, di hiasi lampu-lampu yang berjejeran, membuat pemandangan begitu sangat menawan.


"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." Kevin mencoba membuka suara.


"Soal apa?" tanya Aurora tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


Kevin kemudian membuka pintu mobil bagian belakang,nlalu mengambil sebuket bunga dan berjongkok di hadapan Aurora, membuat gadis itu menutup mulutnya karena kaget.


"Sejak pertama aku melihatmu, entah kenapa kamu begitu sangat menarik di mataku. Padahal dari ribuan wanita cantik yang mengejar-ngejar diriku, sama sekali tidak membuatku berpaling menatapnya. Tapi entah kenapa, saat bertemu denganmu, sifatmu yang begitu acuh, bahkan tidak menggilai diriku, membuat aku jatuh cinta untuk pertama kalinya." sejenak Kevin menghentikan ucapannya.


"Aurora, apakah kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Kevin secara tiba-tiba.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2