Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Datang Ke Acara Resepsi Mantan


__ADS_3

happy reading.....


Malam telah berlalu, Ardi tengah memikirkan tentang kerjasama yang ditawarkan oleh Sasa tadi siang. Dia tidak bisa tidur, karena memikirkan keuntungan jika kerjasama itu terjalin, tapi Ardi merasa dilema.


Di satu sisi, dia ingin sekali menjalin kerjasama dengan Sasa, tapi di sisi lain, dia takut wanita itu mendekatinya. Namun, Ardi tidak bisa mengesampingkan tentang perusahaannya saat ini. Akhirnya dia pun menekan nomor Sasa dan menerima tentang kerjasama tersebut.


Di lain sisi, Sasa tertawa penuh kemenangan, karena Ardi mau untuk bekerjasama dengannya. Dia memutar-mutar gelas yang ada di tangannya saat ini sambil tersenyum menyeringai.


''Yes! Rencanaku berhasil. Aku akan membuat Ardi bertekuk lutut di hadapanku! Dan aku pastikan, dia tidak akan pernah menolakku!'' ucap Sasa dengan tekad yang kuat.


.


.


Hari pernikahan di mana Ardi dan juga Mentari telah tiba. Di sana para tamu juga sudah berkumpul, walaupun mereka cukup terkejut, saat melihat Ardi bersanding dengan wanita lain lagi. Sementara mereka tahu, jika Ardi awalnya menikah dengan Tina.


Tina datang bersama dengan Raka sambil menggendong Cahaya. Tak lama, mobil tante Imelda dan juga om Wira pun datang, dan mereka berempat masuk bersama-sama ke dalam gedung mewah tersebut.


Semua mata tertuju kepada Tina yang sedang menggendong seorang bayi, dan di sampingnya ada seorang pria tampan yang berjalan dengan penuh kharisma.


''Waah ... itu 'kan mantan istrinya Pak Ardi. Cantik sekali ya. Sekarang memakai hijab, benar-benar terlihat anggun. Apa pria di sampingnya itu suami barunya? Jika benar, mereka pasangan yang serasi,'' bisik salah satu tamu undangan.


Mama Ranti yang melihat Tina masuk ke dalam gedung, seketika berjalan ke arah wanita itu dan memeluknya. Lalu, dia melihat bayi yang saat ini tengah digendong oleh Tina.


''Sayang, bayi ini siapa?'' tanya mama Ranti dengan bingung.

__ADS_1


''Dia Cahaya, Mah, anakku,'' jawab Tina sambil tersenyum.


''Apa! Anak kamu? Tapi bagaimana bisa? Kamu 'kan sama sekali belum hamil, Nak?'' Mama Ranti berkata dengan raut wajah yang kebingungan.


Tina mengangguk. ''Iya Mah, Tina memang tidak hamil. Ini anak adopsi Tina,'' jawabnya.


Kemudian Mama Ranti berjalan menuju tante Imelda dan juga om Wira. Dia juga menyambut Raka di sana, lalu mereka berempat berjalan ke arah pelaminan dan memberikan selamat kepada Ardi dan juga Mentari.


''Selamat ya, semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek, dan diberikan banyak keturunan. Aku turut bahagia,'' ucap Tina sambil mencium pipi kiri dan kanan milik Mentari.


''Terima kasih ya, Mbak, sudah datang ke sini. Aku minta maaf sama Mbak, kalau aku harus menjadi orang ketiga diantara kamu dan juga Mas Ardi,'' ujar Mentari sambil memegang tangan Tina.


''Tidak apa, ini sudah takdir. Lagi pula, aku sudah ikhlas kalian bersama. Kalian memang ditakdirkan untuk bersama dan berjodoh. Maka, sekuat apapun kita untuk memisahkan jodoh tersebut, tidak akan pernah bisa. Sebab mereka pasti akan menemukan jalannya sendiri,'' jelas Tina dengan bijak.


Kini tatapan Mentari terarah kepada bayi yang sedang digendong oleh mantan madunya tersebut. Dia mengusap pipi lembut bayi itu.


''Dia adalah Cahaya, putriku. Aku mengadopsinya dari Panti Asuhan,'' jawab Tina menjelaskan. Karena dia tidak ingin banyak pertanyaan kembali di antara Mentari dan juga Ardi.


Oh, jadi anak itu, adalah anak adopsi Tina? Pantas saja aku sedikit heran. Aku kira, itu anak dia dan pria itu? batin Ardi.


Setelah mengucapkan selamat, Tina turun dari pelaminan. Setelah itu tante Imelda dan juga om Wira pun memberikan selamat kepada pasangan pengantin tersebut.


Saat Raka yang menyalami tangan Ardi dan memberikan selamat pada pria itu, dia langsung memeluk tubuh Ardi. Lalu, Raka pun membisikkan sesuatu di telinga mantan suami Tina tersebut.


''Jagalah berlian yang saat ini kau dapat, dan jangan pernah mengganggu hidup Tina lagi! Jika itu sampai terjadi, maka bukan hidupmu yang akan hancur, tapi keluargamu juga! Jangan pernah membuat kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya!'' bisik Raka penuh penekanan.

__ADS_1


Dia tersenyum penuh misteri ke arah Ardi. Setelah itu, Raka turun dari pelaminan menuju sebuah meja, di mana di sana sudah ada Tina dan juga kedua orang tuanya.


Bunga berjalan ke arah Tina, kemudian dia duduk di samping wanita itu, lalu memeluknya dengan erat. Karena Bunga begitu merindukan Tina.


''Semenjak pergi dari rumah, lo nggak pernah main ke sana lagi. Apa lo nggak kangen sama gue, Juminten?'' tanya Bunga dengan wajah ditekuk.


''Adanya juga lo yang nggak pernah main ke apartemen gue, apa ke butik gue. Lo emang nggak pengen apa, beli baju baru di sana?'' tanya Tina sambil menaik turunkan alisnya.


Keduanya terkekeh, hingga membuat semua orang yang berada di meja itu juga ikut tertawa. Tak lama, Bagas juga menghampiri, lalu mencium tangan tante Imelda om Wira dan menjabat tangan Raka.


''Hai Tin, apa kabar? Itu bayi siapa?'' tanya Bagas saat duduk di sebelah Raka.


''Alhamdulillah baik. Eh iya, kenalin, ini Cahaya putriku. Aku mengadopsinya dari Panti Asuhan,'' jelas Tina sambil mencium pipi mungil Cahaya yang sedang tertidur lelap dalam pelukannya.


Bunga dan Bagas saling melirik satu sama lain, mereka tersenyum senang ketika melihat wajah Tina yang bersinar penuh kebahagiaan.


''Aku senang melihat kamu tersenyum bahagia seperti ini, Tin. Karena bagiku kebahagiaan kamu itu lebih penting. Dia juga sangat cantik, sama seperti kamu. Aku rasa, setelah besar nanti, dia akan jadi idola di sekolah?'' ledek Bunga.


''Aku rasa juga begitu,'' jawab Tina sambil terkekeh kecil.


Bagas melihat bagaimana Tina tersenyum. Kemudian dia menatap ke arah Raka yang terus saja memperhatikan wanita itu. Dia tahu, dari tatapan itu Raka menyimpan sesuatu di dalam hatinya, karena Bagas juga adalah seorang pria. Jadi dia paham dengan tatapan biasa dan tak biasa.


sepertinya kembarannya Riko ini mempunyai rasa sama Tina semoga saja memang mereka berjodoh batin Bagas.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


Siapa di sini pendukungnya Tina dan Raka angkat tangan๐Ÿ™‹๐Ÿป,


__ADS_2