
Happy reading.....
Pria itu terpaku saat melihat wajah Riko, kemudian dia berjalan mendekat perlahan ke arahnya dengan raut yang kaget. Sementara Raka hanya menatapnya dengan bingung, sebab ekspresi wajah pria itu sangat mirip dengan apa yang dia lihat saat bertemu dengan tante Imelda.
''Riko,'' ucap pria tersebut dengan lirih.
Raka mengerutkan dahinya dengan heran, sebab lagi-lagi dia mendengar nama Riko tapi dari orang yang berbeda dan itu membuatnya semakin penasaran.
''Maaf Pak, nama saya Raka, bukan Riko.''
Pria itu terdiam saat mendengar jawaban Raka, kemudian dia menelisik wajah tampan tersebut. Memang benar, mereka sangat mirip tapi berbeda hanya karena tahi lalat saja.
''Maaf, saya pikir Anda ini adalah putra saya,'' ucap pria tersebut.
Raka semakin mengerutkan dahinya saat mendengar pria itu menyebutkan putranya, sebab tante Imelda juga bilang jika Riko adalah putranya. Kemudian dia berdiri dan mendekat ke arah pria yang saat ini tengah berdiri tak jauh darinya.
''Apakah Bapak kenal dengan wanita yang bernama, tante Imelda?'' tanya Raka.
''Iya, dia istri saya. Memangnya kenapa ya, Pak?'' Om Wira menatap Raka dengan bingung.
Raka menganggukkan kepalanya, dia paham kenapa tante Imelda dan juga pria itu mengatakan jika Riko putranya. Ternyata mereka adalah pasangan suami istri. Kemudian Raka pun mempersilahkan om Wira untuk duduk, lalu mereka mulai membicarakan soal kerjasama antar perusahaan.
Ada rasa rindu yang tidak tertahankan dalam diri om Wira saat melihat wajah Raka. Pria itu benar-benar sangatlah mirip dengan putranya. Namun, seketika ingatannya tertuju pada sesuatu dan dia menatap Riko dengan tatapan yang dalam.
Apakah dia yang aku cari selama ini? batin Om Wira.
.
__ADS_1
.
Mentari saat ini tengah memasak untuk acara makan malam, sebab Bunga dan juga kedua mertuanya akan datang ke rumah barunya. Sekaligus besok Mentari akan mengadakan acara pengajian di rumah tersebut sebagai syukuran.
''Mama, Luke besok sudah masuk sekolah lagi. Apa boleh jika Luke diantar oleh Papah?'' tanya Luke saat duduk di kursi dan melihat Mentari sedang memasak.
''Tentu dong sayang, masa nggak boleh? Nanti kamu diantar sama papa ya ke sekolahnya, tapi ingat, jangan nakal!'' jawab Mentari sambil mengusap kepala Luke dengan lembut.
''Iya Mah, Luke nggak akan nakal kok.''
Tepat jam 19.00 malam, Ardi baru saja pulang dengan badan yang cukup letih. Kemudian dia berjalan ke arah kamar untuk membersihkan diri, di mana air dan juga perlengkapannya sudah disiapkan oleh Mentari.
''Mas, aku buatin kopi ya,'' ucap Mentari saat Ardi baru saja selesai mandi.
''Iya sayang,'' jawab Ardi dengan lembut sambil mengecup kening Mentari. Setelah itu dia pun pergi ke bawah membuatkan kopi untuk suaminya.
Suasana begitu hangat dirasakan oleh Mentari. Dia benar-benar sangat bersyukur, karena mama Ranti dan juga papa Randy menerimanya dengan baik di keluarga Anjasmara tapi Mentari melihat wajah Bunga yang murung.
Setelah acara makan malam selesai, semua orang saat ini tengah berada di ruang keluarga bermain bersama dengan Luke dan Arjuna. Di sana ketiga pria itu sedang bermain game, sementara Bunga sedang duduk di tepi kolam renang.
''Mbak, kenapa tidak gabung di ruang keluarga?'' tanya Mentari menghampiri Bunga.
''Tidak! Aku sedang ingin di sini saja,'' hawab Bunga sambil tersenyum tipis.
''Mentari, bagaimana ya keadaannya Tina? Sudah beberapa hari ini ponselnya tidak bisa dihubungi. Aku benar-benar khawatir kepadanya. Apakah dia sudah makan atau belum, dan bagaimana dengan keadaan penyakitnya? Jujur aku benar-benar cemas.'' Bunga berkata dengan nada yang sendu.
Mentari merasa iri pada Tina, sebab mempunyai sahabat se-care Bunga. Padahal zaman sekarang untuk mencari sahabat yang sangat mengerti keadaan kita, itu sangat susah.
__ADS_1
''Iya Mbak, aku juga mengirim pesan kepada mbak Tina, dan hanya ceklis satu saja. Semoga memang mbak Tina di sana baik-baik aja ya, Mbak. Karena aku yakin, dia bersama tante Imelda pasti sedang bersenang-senang,'' jawab Mentari sambil menyelupkan kakinya ke dalam kolam.
.
.
Satu minggu telah berlalu sejak kepergian Tina, tidak ada kabar sama sekali, dan itu malah membuat keluarga Anjasmara heran serta khawatir. Sebab biasanya Tina akan memberikan kabar, walaupun hanya lewat pesan saja, tapi ini tidak ada.
Kemudian papa Randy meminta anak buahnya untuk menyelidiki keberadaan menantunya itu. Namun ditahan oleh Bunga, dia mengatakan jika Bagas sudah mengetahui keberadaan dan juga keadaan Tina, bahwa wanita itu baik-baik saja. Walaupun sebenarnya Bunga pun tidak tahu pasti keadaan sahabatnya saat ini.
Dia hanya tidak ingin membuat kedua mertuanya merasa cemas, karena walau bagaimanapun Tina adalah bagian dari keluarga Anjasmara, dan mama Ranti begitu menyayanginya.
Siang ini Tina sedang berjalan-jalan di taman bersama dengan Raka. Memang, semenjak kedatangan pria itu beberapa hari yang lalu, Tina merasa tidak kesepian lagi. Karena kebetulan sahabat Raka juga sedang dirawat di Rumah Sakit yang sama, jadi dia sering ke sana untuk menjenguknya.
Operasi Tina juga yang dilakukan tiga hari yang lalu berjalan dengan lancar dan sedang dalam tahap penyembuhan. Walaupun wanita itu harus melakukan kemoterapi sampai keadaannya benar-benar pulih, tetapi tetap saja, penyakit di dalam otaknya masih bersarang dan tidak sepenuhnya bisa di angkat, sebab sedah menjalar keseluruh sel tubuh.
''Kamu harus optimis dan sembuh. Aku yakin kok, Tuhan pasti memberikan kamu kesembuhan, jika kamu memang ingin,'' ujar Raka sambil duduk di kursi yang ada di taman.
''Iya, terima kasih ya,'' jawab Tina sambil tersenyum dengan wajah pucat dan perban di kepalanya.
''Ya sudah, sebaiknya kita ke kamar sekarang. Kamu juga harus istirahat 'kan? Jangan terlalu lama di luar, tidak baik,'' ujar Raka. Kemudian dia mendorong kursi roda Tina untuk masuk kembali ke ruang rawat inapnya.
Namun saat mereka melewati lorong, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Tina dengan suara tinggi, membuat langkah Raka terhenti. Kemudian mereka menengok ke arah belakang.
''TINA!" teriak orang itu sambil berjalan ke arah Tina.
...BERSAMBUNG.........
__ADS_1
jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian ya dikome.n Sebab othor selalu tertawa kalau membaca komenan kalian semua😁😂 Kadang komen kalian itu bikin mood othor baik😘Terkadang pula menjadi sebuah ide🙈KALIAN MOOD BOOSTER BANGET DEH❤❤❤