
Happy reading.....
10 tahun telah berlalu, kehidupan yang tadinya banyak dilanda masalah, saat ini sudah berakhir bahagia. Mentari juga sudah mempunyai seorang anak perempuan bernama Kirana Larasati Anjasamra, yang kini berusia 9 tahun, dan Luke saat ini 16 tahun, kelas 1 SMA.
Siang ini semua sudah berkumpul di kediaman Anjasmara, karena sedang merayakan acara ulang tahun mama Ranti yang ke 74 tahun. Tidak lupa mereka juga mengundang Tina beserta keluarga suaminya.
"Assalamualaikum," ucap Tina dan Raka sambil menggandeng anak kembar mereka, yaitu Langit dan juga Bumi. Sedangkan Cahaya sedang mondok di pesantren.
"Waalaikumsalam," jawab Mentari dan juga Ardi.
Tina segera mencium tangan mama Ranti dan juga papa Randy, kemudian dia memeluk Mentari. Mereka semua tersenyum bahagia dan berkumpul di taman belakang, sebab acara di sana juga sekalian bakar-bakar steak.
"Waah ... Langit dan Bumi sudah kelas berapa sekarang?" tanya Ardi pada kedua anak Tina.
"Sudah kelas empat, Om," jawab Langit dan Bumi serempak.
"Oh iya, Aurora ke mana Bunga? Kok nggak kelihatan?" tanya Tina pada sahabatnya.
"Eum, dia lagi di jalan, bentar lagi juga sampai," jawab Bunga.
Terlihat Luke berjalan sambil memainkan ponselnya. Pria itu sekarang tumbuh menjadi anak remaja yang sangat tampan, bahkan di sekolahnya Luke digilai banyak wanita. Dia dijuluki sebagai pangeran, karena ketampanan yang diturunkan dari Ardi.
"Luke, bermain gamenya nanti dulu! Ini lagi ada acara keluarga," jelas Ardi pada putranya.
"Iya Pah," jawab Luke, kemudian dia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana lalu ikut bergabung di acara tersebut.
__ADS_1
Semua orang terlihat begitu bahagia menikmati kebersamaan mereka. Namun mama Ranti masih belum meniup lilinnya karena dia sedang menunggu cucu kesayangannya, yaitu Aurora
"Sayang, Aurora di mana sih? Kenapa belum sampai juga? Kita udah mau tiup lilin ini?" tanya Bagas pada Bunga.
"Aku juga tidak tahu, sebentar ya, biar aku telepon dulu." Kemudian Bunga mengeluarkan ponselnya dan menelpon putri tercintanya tersebut, tetapi nomornya tidak aktif.
Terdengar suara seseorang mengucap salam, dan ternyata itu adalah Aurora. Setelah sampai di sana, gadis cantik yang kini berusia 21 tahun tersebut mencium tangan Bunga Bagas dan juga orang tua yang berada di sana.
"Maaf ya, tadi jalanan lumayan macet. Aurora juga sempat mampir ke toko buku untuk membeli beberapa novel kesukaan dari penulis kesayangan Aurora, Aisyah Az."
"Kamu ini, novel terus yang dipikirkan. Novel tersebut 'kan isinya tentang rumah tangga semua? Cocoknya itu buat Mama kamu nih," ujar Bagas sambil menyenggol bahu Bunga.
"Yeeeay, jangan salah Mas! Novelnya bagus-bagus tahu. Bahkan dari sekian banyaknya novel Aisyah itu, kaku merasa ada satu kisah di mana aku seperti masuk ke dalamnya," jelas Bunga.
"Happy birthday Oma! Selamat bertambah umur dan berkurang usia. Semoga Allah selalu senantiasa menjaga dan memberikan keberkahan pada Omah. Semoga Oma juga selalu diberikan kesehatan, agar terus bisa bersama dengan Aurora, mendengarkan semua keluh kesah aku," ucap gadis cantik tersebut.
"Terima kasih sayang, tapi Oma ingin sekali melihat kamu menikah. Bahkan kami belum pernah loh melihat kamu membawa pacarmu ke sini? Tidak mungkin 'kan, jika Cucu Oma ini tidak memiliki kekasih?" goda mama Ranti sambil menjawil hidung Aurora.
"Aduh Oma, belum ada yang pas dan cocok di hati. Lagi pula, Aurora 'kan sekarang lagi fokus untuk kuliah," jawab gadis tersebut.
Memang Aurora belum memiliki kekasih sampai saat ini. Bukan karena dia tidak laku. Banyak sekali pria yang mengejarnya, bahkan menyatakan perasaannya terang-terangan di hadapan semua orang. Akan tetapi Aurora selalu menolak mereka.
Bukan karena Aurora memiliki kelainan, hanya saja, kebanyakan dari pria yang mendekatinya itu tidak tulus. Mereka hanya menjadikan Aurora sebagai bahan taruhan, ada juga yang hanya ingin mendomplang popularitas, karena Aurora sangat terkenal di kampus. Terlebih lagi Bagas adalah pemilik dari kampus tersebut.
Acara berlangsung lumayan ramai, semua tersenyum bahagia satu sama lain. Walaupun di masa lalu mereka memiliki banyak masalah, tetapi seiring berjalannya waktu, dan semakin dewasa mereka, maka saling bisa memaafkan satu sama lain dan menerima semua takdir yang sudah digariskan oleh Allah.
__ADS_1
"Oh iya, Bunga. Apa kamu tidak ingin menambah adik buat Aurora dan juga Arjuna? Sepertinya mereka butuh adek lagi?" goda Tina di sela-sela makannya.
"Jangan ditanya! Setiap malam kami bikin adonan, cuma belum jadi saja..Kamu juga kapan memberikan adek lagi untuk Cahaya, Langit dan juga Bumi?" tanya balik Bunga.
"Kami juga sedang berusaha, siapa tahu nanti mendapatkan anak kembar lagi, ya nggak sayang?" ucap Raka sambil tersenyum ke arah istrinya.
"Oh iya, ngomong-ngomong, Cahaya apa masih di pesantren?" tanya Bunga pada Tina, dan wanita itu pun langsung menganggukkan kepalanya.
Saat ini memang Cahaya sedang berada di pesantren, karena Raka dan juga Tina ingin semua anak-anaknya tidak hanya tumbuh dalam lingkungan sosialita saja, tetapi mereka juga harus paham agama. Karena itu adalah kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia. Bukan hanya ajaran yang diberikan oleh orang tua saja, tetapi agama jauh lebih penting untuk menyelamatkan keduanya dari siksa kubur di akhirat kelak.
"Rencananya aku juga akan menyekolahkan Arjuna di pesantren. Oh iya, kalian punya rekomendasi nggak pesantren yang bagus? Tapi tidak terlalu mengekang banget. Karena 'kan tahu sendiri, kalau anak-anak baru masuk pesantren itu pasti akan terkekang dengan peraturan yang begitu ketat," tutur Bunga.
"Kenapa tidak di pesantren Al-Jabar aja? Di mana Cahaya juga menimba ilmu di sana. Menurutku Pesantren itu sangat direkomendasikan. Bukan hanya dari peraturannya saja, tapi memang cara didik guru-guru di sana sangat bagus," jelas Tina.
"Aku setuju! Lagi pula, Arjuna juga sudah mau untuk kita sekolahkan di pesantren, tapi beda dengan kakaknya. Kenapa Luke sangat tidak ingin masuk ke dalam pesantren?" heran Ardi sambil menggelengkan kepalanya.
"Semua anak itu punya keinginannya masing-masing. Kita sebagai orang tua, hanya mendukung saja, jika memang itu untuk hal yang positif. Selagi Luke bisa menjaga diri dari perbuatan dosa, dari jalan yang tidak benar, ya kita sebagai orang tua harusnya mendukungnya. Tidak apa-apa tidak masuk pesantren, asalkan kita selalu menanamkan perilaku yang baik dan juga agama yang benar padanya," jelas Raka.
Tidak terasa hari juga sudah mulai sore, mereka pun pamit untuk pulang. Akan tetapi, Langit, Bumi dan juga Luke serta Arjuna masih berada di ruang tv, bermain game. Memang mereka jika sudah berkumpul bagaikan satu geng yang tidak bisa dipisahkan.
Sedangkan Aurora sedang membalas chat di grup sahabatnya, di mana dia mendapatkan kabar jika besok akan ada anak baru pindahan dari Australia ke kampusnya.
BERSAMBUNG.....
Karena kalian gak mau Luke yang d ceritakan. So, Author akan kasih tambahan cerita Aurora saja ya😘😘
__ADS_1