Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Pesan Itu Lagi


__ADS_3

Happy reading


"Lo bilang apa tadi? Numpahin minuman? Apa lo nggak pikir, ini tuh bulan puasa. Seharusnya lo itu puasa. Kalau mau minum, mau makan, jangan di tempat umum! Sana di kantin! Hargai orang-orang yang puasa," jelas Aurora.


Dia mencoba untuk menahan emosinya dan tidak marah kepada Novi, karena Aurora tidak ingin puasanya batal, hanya karena tidak bisa menahan amarah.


"Aalah ... nggak usah sok suci deh lo. Gue juga yakin, kalau itu nggak puasa, sok-sokan nasehatin orang. Kalau mau ceramah tuh di masjid!"


"Kamu tahu nggak, apa yang kamu lakuin ini sama saja mencemarkan nama baik kampus? Dia 'kan tidak sengaja menabrak kamu, dan pastinya dia sudah minta maaf bukan? Tidak harus kalian semua menghukum dia dengan melempar telur seperti itu! Kenapa? Karena dia cupu? Karena dia kutu buku, kalian bisa seenak jidat pada orang lain? Kalian bisa mendzolimi orang lain sesuka hati kalian, iya? Sungguh kalian ini tidak ada bedanya dengan iblis!" terang Aurora sambil membantu gadis itu berdiri.


"Sepertinya surat peringatan yang kemarin dikeluarkan dosen untuk kamu itu, tidak berpengaruh apapun ya, Novi. Sepertinya aku memang harus mengeluarkan kamu dari kampus ini! Dan untuk kalian semua, jika sampai kejadian ini terjadi lagi yang mana malah membuat nama kampus ini jelek di mata umum, maka bukan hanya surat peringatan yang akan kalian dapati, tapi kalian pun akan dikeluarkan dari sini, paham!" geram Aurora.


"Bubar sekarang!" Semua orang pun yang mendengar itu seketika menjadi bubar. Mereka tidak ingin berurusan dengan Aurora, di mana dia adalah anak pemilik dari kampus tersebut yang mana mereka menimba ilmu di sana.


Aurora membawa gadis tersebut duduk di sebuah kursi. Keadaannya benar-benar kacau, badannya bau amis. Aurora yang melihat itu pun merasa miris.


"Kamu bersihkan diri dulu yuk di toilet!" ajak Aurora.


"Tapi aku tidak mempunyai baju salin. Sebaiknya aku pulang saj," jawab gadis tersebut sambil menghapus air matanya.


Tiba-tiba saja Anggi dan Rika datang, mereka mendengar dari anak kampus tentang kejadian tadi dan langsung mencari Aurora.


"Ternyata lo ada di sini. Hei, lo nggak apa-apa 'kan?" tanya Anggi pada gadis berkacamata itu.


"Ya ampun, mereka itu benar-benar parah sih. Sampai harus melempari dia dengan telur begini? Keterlaluan!" timpal Rika sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Oh ya, Rika. Apa kamu masih mempunyai baju ganti di loker? Kalau ada tolong bawakan sini ya!" pinta Aurora.


"Buat apa?" tanya Rika dengan bingung.


"Ini buat dia, kasihan. Ya udah yuk, lo ikut gue ke kamar mandi untuk bersihin diri! Dan Lo Rika, ambil ya bajunya," ucap Aurora, dan Rika langsung mengangguk dan berjalan masuk ke dalam kampus menuju loker di mana baju ganti dia ditaruh.


Kevin baru saja sampai di kampus, tapi saat dia masuk ke dalam kelas, pria itu tidak mendapati Aurora. Biasanya Aurora sudah sampai karena mereka juga tidak pergi bersama.


"Hei, apa kalian ada lihat Aurora?" tanya Kevin pada salah satu teman di kelasnya.


"Tadi sih ada menolong si cewek cupu, tapi nggak tahu deh sekarang ada di mana," jawab teman tersebut yang bernama Dono.


Kevin yang mendengar itu merasa heran, kemudian dia berjalan keluar kampus untuk mencari Aurora. Dan tidak sengaja melihat Rika yang sedikit berlari kemudian dia pun memanggilnya.


"Rika, tunggu!" teriak Kevin.


"Dia ada tuh di toilet, lagi bantuin cewek yang tadi di-bully. Lo tunggu aja di taman! Nanti gue sampein sama Aurora, oke. Masa mau ikut ke toilet cewek?" ledek Rika.


Kevin pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia berjalan menuju Taman. Sementara itu Rika berjalan ke arah toilet untuk memberikan baju saliniah kepada Aurora.


"Ini baju salinnya," ucap Rika sambil memberikannya pada gadis kacamata tersebut. "Oh iya, tadi gue ketemu sama Kevin. Dia lagi nunggu lo tuh di taman," ujar Rika.


"Oke, gue ke sana sekarang! Eh ya, kamu mandi ya, terus pakai baju ini! Jangan sungkan-sungkan. Daripada nanti kamu ketinggalan pelajaran, gak usah pulang," ucap Aurora sambil mengusap bahu gadis tersebut.


"Terima kasih ya, kamu sudah menolongku," jawab gadis itu.

__ADS_1


Aurora hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis, kemudian dia pergi meninggalkan toilet bersama Rika dan juga Anggi. Lalu mereka menuju taman, tetapi Rika dan Anggi beralasan harus ke perpus karena ada yang harus mereka kerjakan.


Aurora hanya menggelengkan kepalanya saja, dia tahu jika mereka berdua itu pasti bohong. Dan sesampainya di taman, dia melihat Kevin sedang duduk di salah satu kursi. Aurora yang melihat itu pun segera duduk di sampingnya.


"Hei, kenapa? Kata Rika tadi kamu manggil aku?" tanya Aurora dengan wajah cantiknya.


"Nggak papa, aku kangen aja sama kamu. Maaf ya, tadi pagi aku nggak bisa jemput. Soalnya ada urusan mendadak, biasa soal kerjaan," ujar Kevin.


"Nggak papa lagi, santai aja. Ya udah yuk, kita masuk ke kelas! Sebentar lagi Dosen datang tuh," tutur Aurora. Kemudian mereka pun berjalan ke kelas.


Akan tetapi ponsel Aurora berdenting, dan saat dilihat lagi-lagi pesanan tersebut, dan kali ini bukan hanya pesan ancaman saja, tetapi ada foto dia dan juga Kevin yang sedang berjalan bersama.


"Dia Ini siapa sih? Kenapa ngirimin beginian?" bingung Aurora.


Kevin yang sedang berjalan di samping Aurora seketika menoleh ke arah wanitanya. "Ada apa, sayang?" tanya Kevin.


"Ini loh, aku nggak tahu ya. Dari kemarin ada yang neror aku dengan pesan ancaman. Dan kali ini dia mengirim foto kita. Sepertinya dia ada di sini deh," jelas Aurora.


"Ancaman?" Kemudian Kevin mengambil ponsel Aurora, lalu membaca pesan tersebut. Seketika tangannya terkepal, kemudian dia menatap ke arah belakang. Namun tidak ada yang dicurigai semua siswa bisa saja menjadi terduga.


"Sepertinya ada yang sedang mengintai kamu, sayang. Aku akan selidiki ini, kamu tenang aja ya!" ucap Kevin.


"Tapi jujur, aku sedikit takut dia akan melakukan yang tidak-tidak," ucap Aurora.


Kevin yang mendengar itu pun segera menggenggam tangan kekasihnya. "Tenang aja, aku ada di sisi kamu. Jangan takut ya! Aku nggak akan biarin mereka untuk mencelakai kamu. Selama ada aku,," kamu nggak akan kenapa-napa ujar Kevin sambil mengusap rambut Aurora. Kemudian mereka pun masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Aurora begitu beruntung karena dia memiliki Kevin. Bukan hanya ayahnya saja yang melindunginya, akan tetapi sekarang ada sang kekasih yang selalu berada di sisi Aurora, dan selalu ada di saat dia membutuhkannya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2