Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Ular Buruk Rupa


__ADS_3

Happy reading......


Dada Mentari seketika menjadi sesak. Dia ingin tidak percaya, tapi apa yang didengarnya benar-benar membuat Mentari naik darah.


Wanita itu mendorong pintu ruangan Ardi dengan kasar, kemudian dia memanggil nama Ardi dengan emosi yang sudah tidak bisa terkontrol lagi.


''MAS ARDI!'' teriak Mentari dengan dada yang sudah naik turun.


Air mata bahkan sudah merembes membasahi kedua pipi mulus milik wanita itu. Lagi-lagi, kejadian beberapa tahun yang lalu harus terulang kembali. Bedanya, saat ini Ardi bukan menikah dengan seseorang.


Ardi menatap ke arah sumber suara dengan wajah yang shock, saat melihat istrinya masuk dan sudah dalam keadaan menangis dan menatapnya dengan amarah.


Sasa yang sedang berdiri di hadapan Ardi seketika tersenyum sinis saat melihat Mentari masuk ke dalam. Dia yakin, pasti akan terjadi huru-hara dalam rumah tangga Ardi, dan itu yang diinginkan olehnya.


Kemudian Mentari berjalan ke arah Ardi dan juga Sasa. Satu tangannya turulur menampar Ardi, membuat pria itu cukup terkejut. Karena selama ini dia tidak pernah melihat Mentari semarah itu kepadanya.


Setelah selesai menampar Ardi, kali ini Mentari beralih menatap ke arah Sasa dengan tajam. Dadanya sudah naik turun menahan amarah. Mentari kembali menampar wajah Sasa, dan kali ini tidak hanya satu tamparan, tetapi dua.


Belum puas melihat penderitaan Sasa, Mentari mengambil air yang ada di atas meja, kemudian menyiram wajah wanita itu, sehingga membuat tubuh Sasa separuhnya basah.


''Hei! Apa yang kau lakukan?!'' jerit Sasa dengan kaget.


''Apa yang kulakukan? Apa tidak salah! Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kalian lakukan, hah! Benar-benar menjijikan! Seharusnya bukan air putih yang ki siramkan, tapi air got!'' bentak Mentari.


Ardi menggelengkan kepalanya. Dia mencoba meraih tangan Mentari namun, wanita itu segera menepisnya.


''Jangan pernah menyentuhku, Mas!'' geram Mentari dengan sorot mata yang tajam.


''Sayang, kamu salah paham. Aku tidak pernah melakukan itu dengan Sasa. Dia menjebakku. Dia memberikan obat ke dalam minumanku, dan aku tidak ingat malam itu. Tolong percayalah! Aku tidak pernah menginginkannya, dan aku tidak pernah melakukan itu terhadapnya. Dia menjebakku, sayang!'' Ardi mencoba membujuk Mentari.

__ADS_1


Akan tetapi, Mentari langsung menggelengkan kepalanya. Dia mundur dua langkah ke belakang, dan Ardi yang melihat itu segera maju. Namun, Mentari menghentikan langkah Ardi.


''Stop, Mas! Jangan maju! Mungkin kamu memang dijebak oleh Sasa, tapi setidaknya dalam keadaan tidak sadar pun, seseorang harusnya bisa menolak bukan? Lagi pula, kamu sudah tahu jika dia itu ular, kenapa malah membiarkan masuk ke dalam sarang? Seharusnya, kamu lebih pintar, jika kamu sedang berhadapan dengan seekor ular buruk rupa.'' Mentari berkata sambil menatap sinis ke arah Sasa.


''Heh, wanita udik! Apa maksudmu, hah!'' bentak Salsa yang tidak terima dinamakan ular berburuk rupa.


''Diam kau, Sasa! Jangan pernah membentak istriku!'' Ardi kembali membentak Sasa, membuat wanita itu seketika menjadi bungkam.


''Kenapa kamu membentakku, Ardi? Aku bahkan mempunyai buktinya,'' ucap Sasa dengan senyum menyeringai ke arah Mentari.


Kemudian tanpa diminta, wanita itu langsung menunjukkan ponselnya ke arah Mentari, hingga menampilkan video panas antara dirinya dengan Ardi. Dan Mentari semakin menangis saat melihat itu semua.


Dadanya kian sesak melihat bagaimana ganasnya Ardi bercinta dengan Sasa. Dia menatap ke arah suaminya sambil menggelengkan kepala.


''Kalian berdua, benar-benar sampah yang menjijikan. Bahkan lebih kotor dari seorang pelacuur. Aku kecewa sama kamu Mas, aku benar-benar kecewa!'' Setelah mengatakan itu Mentari pergi dari ruangan Ardi.


Ardi yang melihat Mentari menangis menjadi khawatir, karena wanita itu tengah mengandung anaknya. Apalagi kandungan Mentari saat ini sudah memasuki empat bulan, dan sebentar lagi mereka akan melaksanakan syukuran.


Mentari menangis, lalu dia masuk ke dalam mobil. Air matanya benar-benar sudah tidak terbendung lagi. Dia tidak peduli dengan tatapan karyawan yang melihatnya keluar dari lift dengan keadaan sudah menangis tersedu-sedu.


''Jaahat kamu, mas! Kamu benar-benar jahat! Kenapa kamu tega melakukan ini sama aku, mas? KENAPA?!'' teriak Mentari di dalam mobil sambil memukul setir beberapa kali.


hatinya terluka untuk kedua kalinya. Yang pertama, saat mama mertuanya meminta Ardi menikahi Tina, sedangkan saat itu dirinya tengah hamil. Dan yang kedua, Mentari harus mendengar Ardi telah melakukan hubungan terlarang dengan seorang wanita.


Dia melajukan mobilnya tidak tentu arah. Hati Mentari benar-benar sangat terluka. Apalagi saat melihat video yang ditunjukkan Sasa kepadanya.


Pikirannya saat ini kacau, Mentari benar-benar terluka. Dia mencoba untuk menerima Ardi, saat pria itu sudah menikah dengan Tina, tapi apa? Ardi malah berzina dengan Sasa.


Bagi Mentari, seorang pria tidak akan pernah melakukan apapun jika imannya kuat. Walaupun dia diberikan obat perangsaang atau semacamnya oleh seorang wanita ular, tetap saja, jika di hatinya ada wanita yang dicintai dan iman yang kuat, maka tidak akan pernah terjadi hal itu.

__ADS_1


Mentari memarkirkan mobilnya di sebuah taman, kemudian dia turun dan menangis di kursi yang ada di taman tersebut. Mentari tidak peduli dengan tatapan orang, karena saat ini hatinya memang tengah terluka.


Seorang pria yang sedang berjalan-jalan di sana, seketika mengerutkan keningnya saat melihat Mentari sedang menangis. Kemudian dia berjalan dan duduk di samping wanita itu.


''Mentari, kamu kenapa?'' tanya pria itu, yang ternyata adalah Yoga.


Mentari menatap ke arah samping, dan dia langsung memeluk tubuh Yoga . Entah kepada siapa lagi saat ini Mentari harus menyandarkan kepalanya.


Yoga terdiam saat melihat Mentari sedang menangis tersedu-sedu. Dia yakin, telah terjadi sesuatu kepada wanita itu. Dan setelah beberapa saat, Mentari mulai tenang, lalu Ardi memberikan sapu tangannya untuk menghapus air mata Mentari.


''Ada apa? Kenapa kamu menangis?'' tanya Yoga.


''Mereka benar-benar jahat, Kak Yoga! Kenapa, mas Ardi tega melakukan itu sama aku, Kak? Kenapa?'' Mentari terus aja menangis sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah.


Yoga mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Mentari. Dia tidak paham apa yang Mentari katakan, tetapi melihat dari reaksi wanita itu, sepertinya Ardi sudah menyakiti Mentari.


''Apa yang dia lakukan kepadamu, hah?'' tanya Yoga dengan tangan yang sudah terkepal.


Mentari pun menceritakan tentang apa yang dia dengar dan apa yang dia lihat kepada Yoga. Tentu saja, pria itu benar-benar marah. Sorot mata yang tadinya sendu, menjadi berkabut amarah.


Tiba-tiba saja Mentari merasa kesakitan di bagian perutnya. Dia meremas tangan Yoga, karena rasa sakit itu benar-benar tidak tertahankan, melebihi orang yang mau lahiran.


''Kita ke rumah sakit sekarang,'' ucap Yoga dengan panik. Kemudian dia menggendong tubuh Mentari masuk ke dalam mobilnya dan menuju rumah sakit.


''Aduh Kak ... perut aku sakit, Kak. Cepetan!'' jerit Mentari sambil meremas perutnya yang terasa sakit.


Aku akan menepati janjiku, dasar pria brengsek. Aku akan mengambil Mentari darimu! Kau sudah menyia-nyiakannya, dan kau benar-benar sudah menyakitinya. batin Yoga dengan penuh tekad.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2