Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Pertanyaan Raka


__ADS_3

Happy reading......


Malam ini Tina pulang dengan badan yang cukup lelah, tetapi dia sangat menikmatinya. Sebab dengan bekerja, Tina bisa melupakan rasa sakit yang ada di dalam hati akibat perceraiannya dengan Ardi.


Saat wanita itu masuk ke dalam, dia melihat Raka berada di sana. Tina cukup kaget, karena seharian ini pikirannya terus saja mengarah kepada Raka, tetapi pria itu sudah berada di sana.


''Assalamualaikum,'' ucap Tina saat masuk ke dalam ruang tamu.


''Waalaikumsalam, eh, kamu sudah pulang sayang. Sini duduk! Ada Raka nih,'' jawab tante Imelda sambil menepuk kursinya.


Tina mengangguk, kemudian dia berjalan ke arah tante Imelda dan duduk di sampingnya. ''Kamu kapan datang, Raka? Kok tumben, sudah beberapa bulan ini tidak ada kabar?'' tanya Tina sambil menatap ke arah pria itu.


''Iya, kemarin orang tuaku kecelakaan. Jadi aku harus pulang mendadak ke Thailand,'' jawab Raka sambil tersenyum manis ke arah Tina.


Entah kenapa, di hatinya ada rasa senang saat bisa kembali melihat wajah cantik Tina. Salah satu alasan Raka kembali ke Indonesia, juga karena Tina. Dia begitu merindukan wanita yang saat ini sudah berstatus sebagai janda.


''Kamu habis dari mana? Kok jam segini baru pulang?'' tanya Raka sambil melirik ke arah Tina.


''Aku habis dari butik. Ya sudah, kalau begitu aku mau ke kamar dulu ya. Soalnya gerah banget,'' ujar Tina sambil beranjak dari duduknya.


''Ya sudah, nanti setelah kamu bersih-bersih, turun ke lantai bawah untuk makan malam ya!'' Tante Imel berkata sambil mengecup kening Tina.


''Iya Mah,'' jawab Tina. Kemudian dia pergi meninggalkan ruang tamu.


Tatapan Raka terus mengarah kepada Tina, sampai wanita itu hilang di balik tembok pembatas ruang tamu.


Setelah Tina selesai membersihkan diri, dia turun ke lantai bawah untuk bergabung di meja makan. Sebab, mama dan papanya sudah menunggu di sana bersama dengan Raka. Wanita itu terlihat sangat gugup, saat Raka terus saja memperhatikan dirinya.

__ADS_1


''Oh ya, Nak Raka, kemarin kamu ke mana? Kok sudah beberapa bulan tidak kelihatan? Bahkan tidak ada kabar. Ponselnya juga tidak aktif?'' tanya Om Wira sambil menatap ke arah Raka.


Raka yang mendengar pertanyaan om Wira seketika menatap ke arah pria itu dengan sendu, seperti tersirat sebuah kesedihan yang mendalam.


''Pah, sebaiknya kita makan dulu. Baru nanti ngobrol lagi sama Raka,'' ujar tante Imel.pada suaminya.


Om Wira mengangguk, kemudian mereka melanjutkan makan malamnya. Setelah selesai, mereka pun berjalan ke arah ruang tamu, karena ada banyak pertanyaan yang masih ingin tante Imelda tanyakan kepada Raka, sebab pria itu sudah menghilang lumayan lama.


Sedari kedatangan Raka, pria itu seperti menahan sesuatu saat melihat kedua pasangan paruh baya yang berada di hadapannya saat ini. Ingin sekali Raka memeluk tubuh mereka, tetapi rasa takut seketika menyelimuti.


''Nak Raka, tadi belum jawab pertanyaan om saat di meja makan,'' ujar om Wira.


''Iya Om, maaf. Aku kemarin harus pulang ke Thailand, sebab kedua orang tuaku kecelakaan dan Mama saya meninggal, sebab golongan darahnya tidak ada yang pas. Jadi beliau tidak terselamatkan,'' jawab Raka dengan wajah yang lesu dan sedih.


Tante Imelda, Tina dan juga om Wira merasa syok saat mendengar penjelasan Raka. Mereka tidak tahu, apa yang terjadi dengan pria itu. Pantas saja, Raka langsung menghilang tanpa ada kabar sama sekali.


Tante Imelda yang mendengar itu langsung beranjak dari duduknya dan pindah ke sebelah Raka, kemudian wanita itu pun memeluk tubuh pria tampan tersebut. Dia tahu, apa yang dirasakan Raka begitu berat, karena tante Imelda pun pernah merasakannya.


Rasa hangat dan nyaman kembali dirasakan oleh Raka, saat tante Imelda memeluk dirinya. Tanpa rasa sungkan, pria itu pun membalas pelukan tante Imelda. Dia begitu merindukan wanita yang saat ini tengah memeluknya.


''Sebenarnya, kepulanganku ke Indonesia juga karena ada satu hal yang aku ingin bicarakan kepada kalian,'' ujar Raka setelah pelukannya terlepas.


Alis om Wira dan juga tante Imelda mengkerut heran. Mereka menatap Raka dengan bingung dan juga penasaran. ''Apa yang ingin kamu katakan, Nak?'' tanya om Wira.


Raka menatap ke arah ketiga orang yang berada di hadapannya saat ini. Ada sedikit keraguan di dalam hatinya, tetapi Raka harus mengungkapkan kebenarannya.


''Tante, ehem ... apakah boleh saya bertanya sesuatu?'' tanya Raka.

__ADS_1


''Boleh, Nak Raka mau bertanya apa?'' tanya tante Imel.


''Apakah Om dan Tante, tidak memiliki anak kembar?'' Raka bertanya sambil menatap pasangan suami istri itu dengan serius.


Om Wira dan tante Imelda yang mendengar itu menatap Raka dengan heran, kemudian mereka saling melirik satu sama lain. Namun, seketika tante Imelda langsung menggelengkan kepalanya.


''Tante tidak mempunyai anak kembar, hanya Riko saja, tapi memang wajah kalian sangat mirip,'' ujar tante Imelda.


''Apa Tante, yakin?'' tanya Raka memastikan.


Om Wira terlihat heran dengan pertanyaan Raka. Dia menatap ke arah pria tampan tersebut yang mirip dengan Riko, dan seketika dia ingat bahwa putranya juga memiliki tahi lalat yang ada di alis.


''Iya, tante yakin. Iya 'kan Pah?'' tanya Tante Imelda sambil melirik ke arah om Wira. ''Memangnya, kenapa kamu bertanya seperti itu, Nak?'' sambungnya kembali sambil menatap ke arah Raka.


''Tidak apa-apa, Tante,'' jawab Raka dengan lesu.


''Sebenarnya, ada hal besar yang selama ini papa sembunyikan tentang Riko, Mah,'' ujar om Mira yang sejak tadi diam.


Tante Imelda terlihat bingung saat mendengar ucapan suaminya, kemudian dia menatap ke arah pria paruh baya yang masih sangat tampan tersebut. ''Maksud Papa, apa?'' tanya Tante Imelda


''Sebenarnya ....''


...BERSAMBUNG..........


.


Hayo loooh, sebenarnya apa🤣🤣Maaf ya kmrin cuma up 1 bab aja🙏🏻Othor sibuk total. Ini usahakan up 4 bab ya😘❤❤Jangan Lupa kasih kopi sama votenya, biar othor semakin semngat💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


__ADS_2