Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
TES DNA


__ADS_3

Happy reading.....


Om Wira menatap ke arah semua orang yang saat ini tengah menatap dirinya, termasuk tante Imelda. Dia takut jika istrinya akan syok saat mendengar kenyataan yang baru saja dia ungkapkan.


''Sebenarnya kenapa, Pah?'' tanya tante Imelda.


Terlihat om Wira menundukkan kepalanya, kemudian dia menarik napas dengan dalam. Seolah mengeluarkan sebuah beban yang menghimpit dadanya saat ini.


''Sebenarnya ada hal besar yang tidak pernah Papa bicarakan kepada Mama. Ini soal Riko,'' ucap om Wira.


''Maksud Papa, soal Riko, bagaimana?'' tanya tante Imelda dengan bingung.


''Sebenarnya, Riko mempunyai kembaran Mah,'' jelas om Wira dengan nada sedikit lirih.


Tante Imelda Tentu saja sangat kaget saat mendengar itu, tapi seketika dia tertawa kecil, lalu menggelengkan kepalanya. Seolah tidak percaya dengan ucapan suaminya.


''Papa ini, bicara apa sih? Jelas-jelas, Riko itu anak kita satu-satunya. Maksudnya gimana?'' tanya tante Imelda.


''Dulu, sebenarnya kita mempunyai bayi kembar. Mama melahirkan Riko dan juga kakaknya, tetapi ....''


''Tunggu! Apa maksud Papa? Mama melahirkan bayi kembar? Bukannya Riko aja, yq?'' tanya tante Imelda memotong ucapan suaminya.


Om Wira menggeleng, kemudian dia pun menceritakan semuanya, di mana saat itu tante Imelda kecelakaan dan harus segera dioperasi untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungannya.

__ADS_1


Dia melahirkan bayi yang lucu dan imut tapi sayang, kemalangan terjadi kepada mereka. Salah satu musuh om Wira mengambil bayi tersebut, saat Om Wira tengah lengah.


Bahkan sampai saat ini, pria itu masih saja mencari di mana keberadaan putranya yang diculik oleh musuh tersebut. Dan selama itu pula, om Wira tidak pernah menemukan keberadaan di mana kakaknya Riko.


Dia sengaja menyembunyikan semuanya dari istrinya. Beliau takut, jika nanti tante Imel menjadi syok dan sakit. Namun nyatanya, dia tak pernah bisa menemukan anaknya itu.


''Jadi, maksud Papa, kita mempunyai anak kembar? Tapi, kenapa Papa selama ini menyembunyikannya dari Mama!'' bentak tante Imelda dengan hati yang hancur.


''Maaf Mah, bukan aku menyembunyikannya dari Mama, tetapi aku yakin, Mama pasti akan syok saat mendengar itu. Makanya kenapa Papa ingin mencari anak kita terlebih dahulu, tetapi sampai sekarang belum menemukannya sama sekali,'' jelas om Mira penuh sesal.


''Seharusnya Papa bilanga sama Mama! Walau gimanapun, Mama ini yang melahirkan mereka, Pa!'' marah tante Imel sambil menangis tersed-sedu dalam pelukan Tina.


''Kenapa Papa jahat sama Mama? Harusnya Papa memberitahukan kebenaran yang besar seperti ini. Kenapa malah menyembunyikannya!'' jeri tante Imelda sambil menangis.


Tina juga yang berada di sana sangat syok saat mengetahui kenyataan yang baru saja dia dengar dari Papanya. Kemudian tatapan Tina mengarah kepada Raka yang sedang menatap pasangan suami istri tersebut dengan sendu.


''Tunggu dulu, Mah, Pah! Jika mas Riko mempunyai saudara kembar, berarti Raka ...'' Tina menggantung ucapannya sambil menatap ke arah Raka.


Tante Imelda yang sejak tadi menangis, seketika menatap ke arah Raka, kemudian dia menatap ke arah om Wira. Meminta jawaban, tetapi, om Ira malah menggelengkan kepalanya.


''Aku nggak tahu, Mah, Raka itu kembarannya Riko atau bukan. Karena sulit sekali untuk mengetahui identitas Raka,'' jelas om Wira sambil menundukkan kepalanya.


''Tidak mungkin jika di dunia ini ada yang sangat mirip, kecuali mereka kembar. Nak Raka, apa kamu memang anak kami?'' ucap wanita itu sambil memegang kedua pipi Raka lalu memeluknya.

__ADS_1


Raka terdiam saat mendengar kenyataan yang begitu pahit. Dia menatap ke arah pria yang saat ini tengah menundukkan kepalanya dengan semua penyesalan dan rasa bersalah yang begitu dalam.


''Itulah tujuan Raka ke sini, karena ingin mengetahui semuanya,'' ujar Raka dengan ambigu.


''Maksudnya, bagaimana, Nak Raka?'' tanya om Wira dengan bingung.


Saat ini, semua menatap ke arah Raka, di mana pria itu sedang memejamkan matanya. Sedangkan tante Imelda masih memeluk tubuhnya, karena mengira jika Raka adalah kembarannya Riko.


''Kemarin saat saya pulang ke Thailand, saya mengetahui sebuah kebenaran yang begitu pahit. Di mana ternyata kedua orang tua saya, bukanlah orang tua kandung yang melahirkan saya. Dan saat itu saya teringat dengan Riko. Itu kenapa saya ingin menanyakan, apakah Riko mempunyai kembaran atau tidak?'' jelas Raka sambil menatap ke arah om Wira.


''Saya hanya ingin memastikan, apakah benar kalian orang tua kandung saya atau bukan. Jika cerita om Wira benar, apakah kita bisa melakukan tes DNA?'' sambungnya kembali, sambil menatap ke arah tante Imelda dan om Wira bergantian.


Tante Imelda dan juga suaminya menatap satu sama lain saat mendengar penjelasan Raka, kemudian mereka langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Tidak ada alasan untuk menolak bagi om Wira, karena dia pun begitu penasaran dengan Raka.


''Tentu saja! Kita harus melakukan tes DNA!'' seru om Wira dengan semangat.


Jauh di dalam lubuk hatinya, dia berharap Raka itu adalah kakaknya Riko. Sedangkan tante Imelda hanya mengangguk. Dia tidak bisa berkata-kata saat ini, karena perasaannya sedang bercampur aduk.


''Aku setuju, jika Mama, Papa dan juga Raka melakukan tes DNA. Sebab tidak mungkin orang kembar begitu sangat identik jika mereka tidak sedarah,'' jelas Tina.


''Baiklah, kalau begitu besok kita akan lakukan tes DNA,'' ujar Om Wira sambil menatap ke arah Raka, dan pria itu langsung menganggukkan kepalanya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


Hayo Tebakan kalian salah🤣🤣


__ADS_2