Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Semua Kecewa


__ADS_3

Happy reading.....


Bunga yang melihat kemarahan sang suami segera menahan tangan Bagas, saat pria itu hendak melayangkan tinjunya kembali ke wajah adiknya. Sedangkan Ardi hanya diam saja, dia menerima apapun yang akan d lakukan orang-tua serta kakaknya.


''Mas, sudah dong! Kita dengarkan dulu penjelasan Ardi, jangan langsung menghakimi,'' ucap Bunga sambil mengusap bahu suaminya.


Tina yang melihat Ardi di tonjok oleh Bagas pun menjadi tak tega. Kemudian dia berjalan ke arah Ardi dan melihat wajahnya yeng memerah karena kelakuan kakak iparnya.


Mentari yang melihat itu merasakan sakit. Dia benar-benar salah telah masuk kedalam rumah tangga Tina. Ada rasa bersalah dan penyesalan, sebab ia menerima penawaran Tina.


Sedangkan Bagas menatap tajam ke arah Bunga.


''Kamu sudah tahu semuanya, 'kan?'' tanya Bagas.


GLUK!


Bunga meneguk ludahnya dengan kasar saat melihat tatapan tajam suaminya. ''Aku ... aku ...'' Bunga tidak bisa berkata-kata, dia benar-benar ragu.


''Sudah, sudah. Sebaiknya kita bicarakan baik-baik dengan kepala dingin. Jangan sampai kita salah mengambil keputusan nantinya,'' ujar papa Randy melerai suasana yabg semakin memanas.


Bagas menghela nafasnya dengan kasar, kemudian dia kembali duduk di sofa. Pria itu yakin, jika istrinya mengetahui sesuatu, tapi Bagas tidak ingin membuat suasana semakin memanas walaupun pada akhirnya dia benar-benar geram kepada Ardi saat mendengar pria itu akan menikahi Mentari.


Sementara mama Ranti duduk di samping Mentari sedangkan wanita itu hanya menundukkan kepalanya saja. Dia tidak berani hanya untuk mengangkat kepala dan menatap semua orang yang ada di hadapannya. Mentari merasa jika saat ini dia seperti seorang tersangka, di mana dia sudah menghancurkan sebuah keluarga yang harmonis.

__ADS_1


''Katakan Ardi! Kenapa kau ingin menikahi Mentari? Dan apa hubungannya dengan Luke? Bisa kau jelaskan bagaimana dia menjadi putramu? Sedangkan selama ini, kau menikah dengan Tina, tapi tidak mendapatkan anak sama sekali?'' tanya papa Randy sambil menatap ke arah Ardi dan Tina bergantian.


Tina memegang tangan Ardi, mencoba memberi kekuatan kepada suaminya. Dan Ardi yang melihat itu tentu saja sangat beruntung. Dia tidak menyangka, jika Tina mendukungnya untuk mengungkapkan sebuah kebenaran yang menyakitkan bagi semua orang.


Kemudian Ardi menceritakan bagaimana dia melakukan one night bersama dengan Mentari, sebelum dia menikah dengan Tina, dan bagaimana dia mencari Mentari selama lima tahun. Hingga akhirnya Tuhan mempertemukan mereka kembali dengan keadaan Mentari yang sudah mempunyai anak dan Ardi sama sekali tidak mengetahui akan hal itu.


Semua orang tentu saja sangat kaget saat mendengar penjelasan Ardi. Mereka menatap ke arah Mentari yang sedang menundukkan kepalanya. Sementara mama Ranti sedari tadi tidak henti-hentinya menangis, dia tidak menyangka jika pernikahan Ardi dan Tina melukai banyak hati.


''Kenapa kamu pergi, Nak? Kenapa tidak memberitahu kami tentang kehamilan kamu?'' tanya mama Ranti sambil memegang tangan Mentari.


''Maaf Tante, Om, Pak Bagas. Aku tidak bisa mengungkapkan itu semua. Saat aku akan memberitahu Kak Ardi tentang kehamilanku, di saat itu juga aku mendengar pernikahan antara Kak Ardi dan juga Mbak Tina. Bagaimana mungkin bisa, aku datang dengan membawa kabar yang begitu mengejutkan? Lebih baik aku pergi dan membesarkan anakku sendiri,'' jelas Mentari sambil menatap semua orang yang ada di hadapannya dengan linangan air mata yang siap jatuh membasahi pipi.


''Lalu, kenapa saat itu kamu bilang jika Luke adalah putra dari suamimu?'' tanya mama Ranti kembali karena dia begitu penasaran.


Dia sama sekali tidak tahu huru-hara di dalam rumah tangga Ardi dan juga Tina. Karena Mentari juga tidak ingin mencari tahu akan hal itu, sebab bukan urusannya. Mama Ranti, papa Ardi dan juga Bagas memijat kening mereka yang terasa pusing.


''Tapi Di, bagaimana mungkin kau menikahi Mentari, sementara saat ini Tina masih menjadi istrimu?'' Kali ini Bagas mengangkat bicara.


''Itu karena, aku---''


''Sebab aku sudah menyetujuinya, Kak Bagas..Aku yang meminta Mentari dan juga Mas Ardi bersatu. Sebab di sini mereka saling mencintai, dan cinta mereka harus terpisah gara-gara wasiat dari mas Riko. Aku tahu kok, sebuah wasiat itu harus dijalankan, tetapi jika harus menyakiti banyak hati, maka aku rasa tidak akan sah. Mas Ardi dan juga Mentari wajib untuk bahagia.'' Tina memotong ucapan Ardi dan membela suaminya.


Ardi dan Mentari begitu terharu mendengar ucapan Tina. Mereka tidak menyangka jika Tina benar-benar berbesar hati untuk mempersatukan mereka. Padahal di sini dialah yang terluka, tapi tetap saja Bagas tidak terima, karena walau bagaimanapun Tina masih sah menjadi istrinya Ardi.

__ADS_1


''Aku ikhlas, jika harus dimadu. Lagi pula, untuk apa Mas Ardi terus saja bertahan denganku, jika dia tidak bahagia? Setidaknya aku melihat senyuman lagi di wajah tampannya, karena dia sangat jelek jika harus terus memasang wajah datar,'' ucap Tina kembali.


Papa Randy terlihat membuang napasnya dengan kasar, kepalanya mendadak pening. Dia tidak menyangka jika rumah tangga anaknya begitu rumit, apalagi dengan kisah cinta mereka bertiga, bagaikan segitiga Biru.


''Jika itu keputusan kamu, maka kami bisa apa? Asalkan kamu bisa adil kepada Mentari dan juga Tina. Sebab Papa tidak ingin kamu menjadi orang yang egois, menelantarkan istrimu demi yang lain,'' ujar papa Randy sambil beranjak dari duduknya.


''Kita bicarakan ini lagi nanti, tapi satu hal Ardi, Papa kecewa sama kamu. Karena selama ini kamu tidak pernah jujur kepada kami, apalagi tidak memperdulikan dan menganggap istrimu sendiri,'' sambung papa Randy kembali. Kemudian dia meninggalkan ruangan keluarga dengan hati yang terluka.


Sebagai orang tua, tentu saja beliau merasakan kegagalan dalam mendidik seorang anak. Di mana harusnya Ardi sebagai kepala keluarga mengayomi istrinya, memberi nafkah lahir dan batin, menyayangi bahkan menjaga perasaan Tina.


Akan tetapi, kenyataannya malah membuat semua orang menjadi kecewa, begitupun dengan mama Ranti. Dia berjalan ke arah Ardi, kemudian menampar wajah putranya dengan keras. Hatinya benar-benar sangat kecewa dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


''Mama kecewa sama kamu, Ardi! Bukan karena kamu menghamili Mentari, tapi karena kamu begitu jahat kepada Tina. Tidakkah kamu pikir, selama ini bagaimana perasaannya, hah! Keterlaluan!'' bentak mama Ranti kemudian dia pergi meninggalkan ruangan keluarga.


Ardi hanya menundukkan kepalanya saja. Dia tahu itu semua pasti akan terjadi, orang tuanya akan kecewa kepada dirinya karena dia sudah menyia-nyiakan Tina. Namun, Apa yang bisa dilakukan? Dia juga di sini adalah korban, tapi walaupun begitu Ardi yang memegang kendali lebih besar, sebab dia adalah seorang kepala keluarga dalam rumah tangganya.


Bagas juga beranjak dari duduknya, kemudian dia berjalan ke arah Ardi dan mencengkram kerahnya, lalu menonjok wajah Ardi kembali hingga pria itu terhuyung ke sofa. Mentari dan juga Tina menjerit saat melihat kemarahan Bagas.


''Itu untuk brengseknya kamu, karena sudah menghamili Mentari,'' ucap Bagas. Kemudian dia menarik kerah baju Ardi lagi, lalu menonjoknya kembali. ''Dan ini untuk rasa sakit Tina, karena kau telah menyakiti batinnya.''


Setelah memberikan pelajaran kepada adiknya, Bagas meninggalkan ruang keluarga. Namun saat dia sampai di pintu, pria itu menengok ke arah Bunga.


''Aku menunggumu di dalam,'' ucap Bagas sambil menatap ke arah istrinya. Kemudian dia beralih menatap ke arah Ardi. ''Aku kecewa kepadamu!'' sambungnya lagi, kemudian dia pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2