
Happy reading...
Aurora terdiam, dia masih kaget dengan apa yang sedang Kevin katakan..Sungguh gadis itu tidak menyangka, jika Kevin mempunyai perasaan kepada dirinya. Padahal selama ini Aurora juga tidak mau oven sikapnya kepada Kevin, tapi ternyata kedekatan mereka membuat perasaan itu tumbuh.
"Bagaimana?" tanya Kevin membuyarkan lamunan Aurora.
Aurora masih saja terdiam, dia bingung harus menjawab apa dan bagaimana. Karena sejujurnya Aurora pun merasa bimbang dengan perasaannya. Ada kalanya gadis itu merasa jika dia nyaman saat berada di sisi Kevin, tapi Aurora tidak tahu apakah itu perasaan cinta atau hanya sekedar kedekatan mereka saja.
"Apa aku boleh meminta waktu, sampai besok? Aku akan memikirkannya dulu. Aku juga harus bertanya pada hati kecilku, apakah memang di hatiku ada perasaan untukmu atau tidak. Aku tidak ingin memberikan harapan palsu kepadamu Kevin," jawab Aurora.
Kevin yang mendengar itu tersenyum, kemudian dia mengambil tangan Aurora lalu mengecupnya dengan lembut, membuat wanita itu merona malu.
"Aku akan menunggu, tapi kamu terima dulu bunganya ya. Anggap saja ini ucapan terima kasih, karena kamu sudah mau untuk menjadi pacar bohonganku. Walaupun aku berharap kita akan mempunyai hubungan yang lebih dari sekedar teman," jelas Kevin.
Aurora menerima bunga tersebut, kemudian mereka masuk lagi ke dalam mobil dan pergi dari sana untuk menuju kediaman Anjasmara.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam, mereka pun sampai. "Kamu mampir dulu atau enggak?" tanya Aurora kepada Kevin sebelum dia turun dari mobil.
"Kayaknya nggak deh, soalnya udah malam nggak enak juga 'kan?" jawab Kevin.
"Ya sudah, kalau begitu aku turun dulu ya," ujar Aurora, kemudian dia membuka pintu mobil. Namun, tangannya ditahan oleh Kevin, membuat wanita itu menghentikan gerakannya dan menatap ke arah Kevin dengan menyipit.
"Aku berharap jawabanmu iya, karena aku juga yakin di hatimu pasti ada namaku. Tapi jika aku boleh jujur, kamu adalah cinta pertamaku, setelah mamaku," terang Kevin sambil tersenyum manis ke arah Aurora.
Gadis itu membalas senyuman Kevin, kemudian dia pamit untuk turun. Di dalam hatinyax Aurora begitu sangat bahagia saat mengetahui jika dia adalah cinta pertama Kevin. Entah kenapa, Aurora pun tidak tahu.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Aurora langsung merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar sambil memegang buket bunga pemberian dari Kevin. Bibirnya mengukir senyuman yang indah, sambil membayangkan perkataan Kevin yang mengungkapkan perasaan kepadanya.
"Ya ampun, kenapa dengan jantungku ini? Seperti genderang yang sedang ditabuh saja," gumam Aurora sambil memegangi dadanya yang terus saja berdetak dengan kencang.
Dia tidak pernah merasakan hal itu pada siapapun, Aurora juga tidak pernah mempunyai pacar sedari dulu. Walaupun banyak pria yang mendekati dirinya, tetapi entah kenapa dari sekian banyaknya pria yang mendekati Aurora, hanya Kevin lah yang mampu membuat jantungnya berdebar.
"Apakah ini namanya cinta? Apakah aku sudah jatuh cinta kepada Kevin? Sepertinya aku harus menanyakannya kepada mama, sebelum aku memberikan jawaban pada pria itu. Aku tidak ingin salah langkah," lirih Aurora.
Setelah itu dia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, dan membersihkan wajahnya dari make-up.
.
.
Aurora belum berangkat ke kampus, karena pelajaran jam 13.00 siang, jadi dia akan berangkat dari rumah nanti setelah shalat dzuhur. Saat ini Aurora Ingin menyusul mamanya yang sedang merapikan bunga-bunga di taman.
"Iya sayang, kenapa?" jawab Bunga sambil menyirami tanamannya.
"Ada yang mau Aurora bicarakan Mah, bisa minta waktunya sebentar!" pinta gadis itu.
"Tentu saja, sayang." Bunga pun menaruh siraman bunganya, kemudian dia berjalan dan duduk di samping Aurora. Dia melihat gadis itu yang sedang dilanda kebingungan
"Ada apa, sayang? Kok kamu kayak orang bingung gitu?" tanya Bunga sambil memegang tangan Aurora.
"Mah, sebenarnya Aurora ingin meminta saran dari Mama," jelas gadis tersebut.
__ADS_1
Kemudian dia pun menceritakan bagaimana kedekatannya dengan Kevin, hari-hari yang mereka lewati dan perasaannya saat berada di sisi pria itu. Tidak lupa, Aurora juga menceritakan tentang apa yang Kevin ungkapkan semalam tentang perasaannya.
Memang tidak pernah ada yang Aurora tutup-tutupi dari Bunga, karena bagi dia, Bunga adalah mamanya dan lebih dari apapun. Jika ada apa-apa Aurora pasti akan meminta saran dari Bunga.
Sementara wanita itu terus mendengarkan penuturan dari putrinya sambil menganggukan kepala. Dia paham apa yang dirasakan oleh Aurora, kemudian wanita itu menatap lekat ke arah gadis cantik tersebut.
"Mama melihat Kevin pria yang baik, dan mama juga yakin kok, papa pasti sudah menyelidiki tentang Kevin. Kamu tentu sangat tahu wataknya papa seperti apa, bukan? Dia tidak mungkin membiarkan putrinya dekat dengan pria lain, jika tidak mengetahui latar belakangnya. Dan selama ini papa tidak pernah 'kan berkata yang tidak tidak tentang Kevin? Berarti dia tahu jika pria itu adalah pria yang baik," jelas Bunga. Sejenak dia menghentikan ucapannya.
"Mama rasa, kamu itu sudah jatuh cinta kepada Kevin. Hanya karena kamu belum pernah merasakan cinta, jadi kamu belum tahu rasanya seperti apa. Dan sekarang, di hati kamu sudah ada Kevin. Jadi tidak ada salahnya kamu menerima cinta dia," sambung Bunga kembali.
"Tapi Mah, apa benar yang Aurora rasakan ini perasaan cinta?" tanya Aurora yang masih bimbang.
"Jika kamu masih bingung, coba sekarang kamu pegang dada kamu! Bayangkan wajah Kevin, bayangkan saat dia menyatakan perasaannya kepadamu. Apakah jantungmu berdetak dengan kencang? Jika itu terjadi, berarti artinya kamu sudah jatuh cinta kepada Kevin, sayang."
Aurora yang mendengar itu pun kemudian memegang dadanya, lalu memejamkan mata dan membayangkan Kevin. Benar saja, jantungnya berdetak dengan kencang. Apalagi saat mengingat Kevin menyatakan perasaannya semalam.
"Bagaimana?" tanya Bunga setelah beberapa saat.
"Iya Mahx jantung Aurora berdebar. Berarti artinya Aurora jatuh cinta pada Kevin?" tanya Aurora dengan wajah malu-malu.
"Ya Allah, anak Mama udah besar ya. Udah jatuh cinta, sebentar lagi menikah. Tapi dengan siapapun itu, Mama selalu mendoakan kebahagiaan kamu sayang. Tapi ingat, kamu harus bawa Kevin ke sini ya setelah memberikan jawaban kepada dia. Sebab Mama juga ingin mengenalnya lebih dalam. Mama tidak ingin jika kamu nantinya sakit hati," jelas Bunga.
Aurora menganggukan kepalanya, dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Kevin dan memberikan jawabannya kepada pria itu.
Hingga jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang adzan sudah berkumandang dan Aurora saat ini tengah menjalankan ibadah. Setelah itu dia bersiap-siap untuk ke kampus.
__ADS_1
Akan tetapi saat Aurora keluar dari kediaman Anjasmara, tiba-tiba saja sebuah motor masuk dan ternyata itu adalah Kevin. Dia memang sengaja ingin menjemput Aurora.
BERSAMBUNG......