
Happy reading,........
Setelah perdebatan malam itu bersama dengan Tina, Ardi merasa menyesal. Rasa bersalah terus saja menghantui dirinya. Entah kenapa, dia takut untuk kehilangan Tina, saat wanita itu mengatakan jika dia akan pergi ketika Ardi sudah bersama dengan Mentari.
Hari ini Ardi akan ke rumah Mentari untuk membicarakan soal Luke. Dia mengendarai mobilnya sendirian, karena saat ini Ardi tidak ingin Deni ikut bersama dengan dirinya. Namun saat di tengah perjalanan, dia mendapatkan pesan dari seseorang, dan ternyata itu adalah Mentari sana.
Mentari: Datang saja ke resto, kak. Jangan kerumah!
Pria itu mengerutkan dahinya saat mendapat pesan dari Mentari, kemudian dia membelokkan mobilnya menuju ke sebuah resto di mana Mentari bekerja. Saat sampai di sana, Ardi langsung dipersilahkan masuk ke dalam ruangan Mentari, karena wanita itu tengah menunggu dirinya.
''Apa yang ingin Kakak tanyakan, dan bicarakan?'' tanya Mentari langsung to the point saat Ardi masuk ke dalam ruangannya.
''Aku baru saja datang, belum kau suguhi minum dan makanan, tetapi kau sudah mencecar diriku dengan pertanyaan?'' kekeh Ardi sambil duduk di sofa.
Mentari hanya memutar bola matanya dengan malas, kemudian dia menatap ke arah pria itu sambil menyandarkan tubuhnya di meja. ''Katakanlah!.Apa yang ingin Kakak bicarakan,'' ujar Mentari tanpa ingin berlama-lama.
Ardi tersenyum miring, kemudian dia mengeluarkan amplop dari jasnya, lalu menaruhnya di atas meja. Kemudian pria itu menyuruh Mentari untuk membacanya.
__ADS_1
Dahi Mentari mengkerut heran saat melihat Ardi memintanya untuk membaca sebuah amplop, kemudian wanita itu berjalan mendekat ke arah meja lalu mengambil amplop tersebut dan membukanya, tapi tatapannya mengarah ke arah Ardi. Dan pria itu hanya memberi kode dari matanya agar Mentari cepat membaca.
Kedua mata bulat nan indah itu nampak kaget saat membaca isi di dalam surat tersebut. Kemudian dia menatap ke arah Ardi dengan bingung. Mentari seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia baca, di mana di sana tertulis jika Luke adalah putranya Ardi.
''Apa maksudnya ini, Kak?'' tanya Mentari dengan gugup.
Ardi bangkit dari duduknya, kemudian dia menghampiri Mentari lalu mengambil surat itu dan memegangnya di hadapan wajah Mentari, agar wanita itu bisa melihatnya dengan jelas.
''Apa kau tidak lihat? Ini adalah hasil tes DNA Luke bersama dengan diriku. Dan dia anakku, 'kan? Kenapa kau selama ini menyembunyikan tentang identitasnya dariku?'' tanya Ardi sambil membuang kertas itu.
Mentari terlihat begitu syok, saat Ardi mengetahui semuanya. Namun tetap saja, pada kenyataannya kebenaran pasti akan terungkap, sekuat apapun Mentari menyembunyikan itu semua. Kemudian dia menatap ke arah Ardi. ''Memang anak Kakak, memangnya kenapa?'' Mentari berkata sambil menatap Ardi dengan tatapan menantang.
Mentari menepis tangan Ardi, kemudian dia membelakangi tubuh pria itu. Seketika air matanya lolos membasahi pipi, mengingat bagaimana dia hamil bahkan sampai melahirkan, tanpa ditemani oleh Ardi sama sekali. Bagaimana dia melewati hari-harinya yang begitu pahit, tinggal di kota antah berantah yang sama sekali tidak Mentari kenal,.dan tidak mempunyai siapapun di sana.
''Bagaimana aku akan memberitahumu Kak, tentang kehamilanku? Saat aku ingin memberitahunya, aku malah mendapatkan kabar yang membuat hidupku hancur berkeping-keping. Di mana Ayah dari anakku menikah dengan wanita lain. Apakah kau pikir, aku akan diam saja? Tidak! Aku ini siapa? Aku hanyalah gadis biasa dari kalangan bawah, tidak mungkin bersanding denganmu. Jadi lebih baik aku pergi, membiarkan kamu menikah dengan mbak Tina,'' ucap Mentari dengan suara yang purau.
Luka yang selama ini ditutupinya kembali menganga. Sekuat apapun dia mencoba untuk menjadi wanita tegar, tapi tetap saja, nyatanya Mentari tidak bisa. Hatinya terlalu rapuh untuk itu.
__ADS_1
''Kenapa, saat itu kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku dulu? Kenapa main pergi begitu saja?'' tanya Ardi kembali.
''Aku melihat wajah bahagia tante Ranti, apakah aku setega itu, mengatakan jika aku tengah hamil anak Kakak, lalu pernikahan kalian batal? Tidak Kak! Aku tidak sejahat itu,'' jelas Mentari.
Ardi mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian dia pun berkata, ''Aku akan menikahimu! Luke harus tahu, jika aku ayahnya,'' ujar Ardi.
Mentari membalikkan badannya saat mendengar ucapan pria itu, kemudian dia menggeleng dengan cepat. Bukannya dia tidak menyetujui tentang ucapan Ardi, hanya saja Luke pasti akan kaget dan anak itu pasti terluka, sebab selama ini yang Luke ketahui jika ayahnya telah meninggal.
''Tidak Kak! Jangan dulu! Aku akan berbicara dengan perlahan kepada Luke. Dia pasti akan sakit dan juga kecewa jika tahu kebenarannya secara mendadak,'' pinta Mentari.
Ardi terdiam beberapa saat, kemudian dia pun mengangguk. ''Baiklah, besok malam datanglah ke rumah! Di sana akan ada makan malam, dan aku akan membicarakan hal ini kepada mama dan juga papa. Walau bagaimanapun mereka harus tahu, jika Luke adalah cucunya.''
Setelah mengatakan itu, Ardi keluar dari ruangan Mentari. Dia sudah bertekad akan menikahi wanita itu, karena Tina juga sudah mengizinkannya. Walaupun sebenarnya di hati Ardi ada kebimbangan tentang keputusan yang diambil, sebab harus mempertaruhkan perasaan seseorang, yaitu Tina.
Namun setelah Ardi pikir-pikir, dia tidak bisa egois. Sebab walau bagaimanapun, Luke membutuhkan sosok ayah, dan dia adalah ayah biologisnya. Ardi juga akan berbicara kepada orang tuanya. Dia yakin jika mama Ranti dan juga papa Randy pasti akan mengerti tentang keadaannya.
Walaupun sebenarnya di hati Ardi ada rasa takut, jika mama dan juga papanya akan marah saat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Pastilah mereka akan syok, karena selama ini Mentari pergi membawa benih di rahimnya yang sekarang telah menjadi seorang anak kecil yang begitu tampan dan imut.
__ADS_1
Semoga mama dan papa, nanti bisa menerima Mentari dan Luke. Bagaimana dengan Tina, ya? Aku harus membicarakan hal ini dengannya.
...BERSAMBUNG.........