Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
TAMAT


__ADS_3

Happy reading.....


Tidak terasa hari bahagia Tina pun dilangsungkan. Di mana acara 4 bulanan akan segera dilakukan, dan hari ini semua orang sudah berkumpul, bahkan Aurora dan juga kevin sudah berada di sana. Tak lupa Luke juga mengundang Amanda, karena kedekatan mereka semakin hari yang semakin lengket.


Namun keduanya masih belum memiliki hubungan apapun, karena Luke juga masih meyakinkan dirinya, apakah memang dia menyukai Amanda atau tidak?


"Bunda saja udah mau 4 bulanan, kamu kapan nyusul Bunda, sayang?" tanya Tina kepada Aurora.


"abunda doakan saja, supaya Aurora dan juga Kevin segera dikaruniai seorang anak," jawab Aurora.


"Iya sayang, doa Bunda selalu menyertai kamu," ujar Tina.


Para tetangga dan juga ibu-ibu pengajian serta anak yatim dari Panti Asuhan pun sudah datang, untuk merayakan acara 4 bulanan yang diadakan oleh Tina dan keluarganya.


Sedari acara berjalan, Luke terus saja menatap ke arah Amanda. Dia begitu terkesima dan terpana melihat kecantikan gadis itu saat memakai jilbab.


Setelah acara selesai, Amanda membantu para pelayan untuk membereskan piring piring kotor untuk dibawa ke belakang. Namun seketika ditahan oleh Luke, membuat gadis itu seketika menatap ke arahnya.


"Jangan diberesin! Biar sama pelayan aja," ujar Luke.


"Tidak bisa seperti itu. Aku tidak enak sama tante Tina dan juga yang lainnya, nggak papa, aku bantu beresin aja. Lagi pula, ini banyak banget kasihan pelayannya," jawab Amanda. Kemudian dia kembali membereskan piring namun ditahan tangannya oleh Luke.


Tatapan keduanya pun saling terkunci satu sama lain, lalu Amanda langsung memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin terlalu dalam menatap ke arah Luke.


"Kan aku sudah bilang, jangan. Sudah biarkan saja, ayo lebih baik kita gabung di ruang tamu saja!" ajak Luke, kemudian mereka pun berjalan ke ruang tamu di mana semua orang saat ini tengah berkumpul.


.


.


Tidak terasa Tina kandungannya sudah memasuki bulan ke-9, dan sebentar lagi dia akan melahirkan. Dokter sudah memprediksi untuk lahiran sesar, dan besok dia harus ke rumah sakit karena jadwalnya.


"Aduh sayang, aku bener-bener deg-degan deh. Soalnya ini baru pertama kali aku sesar. Kamu doain ya, semoga semuanya berjalan dengan lancar," ucap Tina sambil memegang tangan Raka.


"Doaku selalu menyertai kamu sayang, tidak akan putus sampai kapanpun. Aku berharap dan aku selalu berdoa, agar kamu dan juga anak-anak kita selamat tidak kurang satu apapun," jawab Raka sambil mengecup perut Tina yang besar.


Pagi hari semua sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit, karena jadwal operasi Tina akan dilakukan jam satu siang, dan Bunga beserta Bagas ikut sampai berjalannya operasi tersebut.


Sementara itu Raka menemani istrinya di dalam untuk menjalani operasi, sementara Langit dan juga Bumi dijaga oleh Aurora dan Kevin di kediaman Anjasmara.


"Aduh Mas, aku benar-benar khawatir deh. Entah kenapa setiap mendengar kata melahirkan, aku tuh selalu tegang," ujar Bunga pada Bagas.


"Kita berdoa ya sayang, semoga saja operasinya berjalan dengan lancar," jawab Bagas sambil mengusap kepala Bunga.


Setelah beberapa jam mereka menunggu dengan perasaan harap-harap cemas, lampu merah yang ada di ruangan operasi pun berganti dengan hijau, tandanya operasi sudah selesai. Mereka semua bisa bernafas dengan lega, apalagi saat mendengar tangisan bayi yang bersahutan satu sama lain.


"Aduh ... Mama jadi nggak sabar deh bayinya perempuan atau laki-laki ya?" ucap mama Ranti dengan wajah yang bahagia.


"Semoga saja apa yang kita inginkan," timpal Om Wira.


Tak lama Raka keluar, dan dia mengatakan jika bayi yang dilahirkan oleh Tina adalah sepasang perempuan, dan itu membuat semua orang sangat bahagia. Karena Tina memiliki empat orang anak, yaitu berpasang-pasangan.


Setelah dipindahkan ke rawat ruang inap, mereka pun bergantian masuk menjenguk keadaan Tina dan juga bayinya, tetapi bayinya Tina dibawa ke inkubator terlebih dahulu.


.


.

__ADS_1


Sedangkan di kediaman Anjasmara, Aurora sedang menjaga Langit dan Bumi, ditemani oleh Luke dan juga suaminya, Kevin. Sambil mengerjakan tugas kuliah. Namun tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kevin saat melihat Aurora memegangi kepalanya.


"Aku tidak tahu sayang, dari pagi kepalaku tuh sakit banget," jawab Aurora sambil menyandarkan kepalanya di bahu kekar milik Kevin.


"Sebaiknya kamu istirahat saja ya di dalam! Biar aku yang jaga anak-anak," ujar Kevin dan Aurora pun menggangguk, karena kepalanya memang terasa begitu sakit.


Kemudian Kevin meminta Luke untuk menjaga Langit dan Bumi sebentar, sementara itu dia membantu Aurora untuk masuk ke dalam kamarnya. Namun baru saja kakinya menapaki tangga, tiba-tiba saja Aurora sudah tidak sadarkan diri.


Kevin yang melihat itu pun menjadi panik, kemudian dia meminta pelayan untuk memanggilkan dokter ke rumah. Sementara dia menggendong tubuh Aurora masuk ke dalam kamar.


Setelah beberapa saat menunggu, dokter pun sampai dan dia langsung memeriksa keadaan Aurora. "Bagaimana keadaan istri saya? Apakah dia baik-baik saja? Istri saya sakit apa, Dok?" tanya Kevin saat dokter selesai memeriksa istrinya.


"Ibu Aurora tidak sedang sakit. Dari hasil pemeriksaan, sepertinya beliau sedang hamil," jawab dokter tersebut.


"Apa! Hamil Dok?!" seru Aurora dan Kevin bersamaan, karena saat ini Aurora sudah sadar.


"Benar, untuk memastikannya lebih baik nanti USG untuk mengetahui berapa minggu kandungan Ibu Aurora. Kalau begitu saya permisi dulu, dan ini resep yang harus diminum," jelas dokter tersebut kemudian dia pun pergi dari kediaman Anjasmara.


Sore hari menjelang magrib, Bunga sudah pulang bersama dengan Bagas dan juga mama Ranti. Kevin dan Aurora yang melihat itu pun tentu saja sangat bahagia, mereka tidak sabar ingin segera memberitahukan kepada kedua orang tuanya, jika saat ini Bunga dan juga Bagas akan segera memiliki cucu.


"Assalamualaikum," ucap Bagas dan juga Bunga bersamaan.


"Waalaikumsalam, Mah, Pah. Bagaimana semuanya, lancarkan? Terus anaknya Bunda Tina laki-laki atau perempuan? Atau mereka sepasang?" tanya Aurora dengan antusias.


"Alhamdulillah, anaknya sepasang perempuan sayang. Mereka cantik-cantik sekali," jawab Bunga sambil menunjukkan foto bayi-bayi Tina.


"Wah, cantik sekali. Lucu lagi, namanya siapa, Mah?" tanya Aurora.


"Yang ini namanya Flora dan yang ini namanya Fiona. Flora adalah kakaknya Fiona, karena dia lahir 5 menit lebih dulu," jelas Bunga.


"Kenapa harus bintang dan bulan?" timpal Bagas sambil merangkul pundak istrinya.


"Ya 'kan kakak-kakaknya Langit dan Bumi. Kali aja mau ngambil bintang dan bulan. Nanti kalau punya anak lagi, Jupiter dan Mars. Iya nggak? 'Kan lengkap tuh angkasa semua?" celetuk Aurora.


Semua orang di sana pun terkekeh mendengar ucapan wanita itu. Kemudian Aurora dan Kevin pun teringat, jika mereka juga akan memberikan kabar yang bahagia kepada kedua orang tuanya.


"Mah, Pah, besok malam aku sama mas Kevin akan mengadakan makan malam keluarga di sebuah restoran. Nanti Mama, Papa terus Oma sama kedua orang tuanya mas Kevin juga akan datang. Sebab ada hal yang akan aku sampaikan kepada kalian," jelas Aurora.


"Hal apa itu sayang? Sepertinya bahagia sekali?" bingung Bunga.


"Namanya bukan surprise dong Mah, kalau diungkapin di awal? Besok juga Mama dan Papa pasti akan tahu. Ya udah, kalau gitu aku sama Mas Kevin masuk dulu ke kamar ya, soalnya kami juga mau menaikkan shalat Isya dulu sebelum makan malam," ujar Aurora. Kemudian mereka pun masuk ke dalam kamar meninggalkan semua dengan pikirannya masing-masing.


"Sayang, kira-kira Aurora mau nyampein apa ya? Aku jadi penasaran?" tanya Bunga pada suaminya.


"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya," jawab Bagas dan langsung mendapatkan cubitan dari istrinya.


"Jangan berbicara seperti itu! Kata-kata seperti itu tidak mendidik! Udah ah, aku mau masuk ke dalam kamar, males!" kesal Bunga dan Bagas yang melihat itu pun hanya terkekeh saja.


.


.


Tepat sesuai dengan apa yang Aurora dan Kevin rencanakan, malam ini mereka sudah membooking satu buah restoran untuk keluarganya, dan tidak lupa di sana juga ada Anggi Rika dan juga Reza. Juga ada Mentari dan Ardi.


Sebab Aurora akan memberikan kabar yang begitu membahagiakan, jadi dia ingin semua orang yang disayangi hadir di sana untuk mendengarkan dan merasakan apa yang dia rasakan saat ini.

__ADS_1


Sebenarnya Aurora juga ingin di sana ada Tina dan juga Raka, tapi melihat keadaan bundanya yang tidak memungkinkan pasca operasi, jadi Aurora akan memberitahukannya nanti untuk ke rumah sakit, sekalian menengok keadaan Tina.


"Sayang, kabar apa yang akan kamu berikan kepada kami?" tanya Bunga yang sudah tidak sabar.


"Sabar dong Mah! Kita makan-makan dulu, masa langsung dikasih tahu sih," jawab Aurora sambil tersenyum ke arah suaminya.


"Iya Ra, gue juga penasaran lu mau nyampein apa sih? Jangan bilang, lo mau ngasih kita tiket liburan?" tebak Anggi sambil memasang wajah berbinar.


"Eh tukiyem, liburan mulu di otak lo. Minta no sama calon suami, gimana sih?" timpal Rika.


"Yee ... sirik aja lo Ratu jomblo! Mendingan lo sana cari cowok, daripada ntar gue nikah sama Kak Reza lu mau nikah sama siapa? Sama tembok?" kelakar Anggi.


"Ah daripada gue nikah sama tembok, mendingan gue jadi madu lo aja deh!" celetuk Rika dan langsung mendapatkan geplakan di tangannya dari Anggi.


"Ogah! Awas aja ya, kalau sampai kamu nyari madu dan menduakan aku, habis kupotong senjatamu!" ancam Anggi sambil menatap Reza dengan tatapan ancaman.


Semua yang ada di sana pun tertawa melihat kesomplakan dua sahabat dari Aurora tersebut. Kemudian mereka pun melanjutkan makan malam, dan setelah makan malam selesai, Aurora mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna pink, dan dia langsung memberikannya kepada Bunga.


"Ini apa, sayang!" tanya Bunga dengan dahi mengkerut heran.


"Ini hadiah untuk Mama dan juga Papa," jawab Aurora dan langsung menyadarkan kepalanya di bahu Kevin.


Bunga menatap ke arah suaminya dan Bagas pun hanya mengedipkan bahunya saja. Kemudian perlahan dia membuka kotak tersebut, dan seketika matanya membulat dengan satu tangan menutup mulut. Dia menatap ke arah Aurora, dan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Kamu serius? Kamu lagi hamil?" seru Bunga dengan wajah yang bahagia.


"Iya Mah, kata Dokter kehamilanku sudah memasuki Minggu ke-7," jawab Aurora.


Bunga yang mendengar itu pun tentu saja sangat bahagia, kemudian Bunga dan juga Bagas beranjak dari duduknya berjalan ke arah Aurora dan langsung memeluk tubuh putrinya. Mereka menghujani Aurora dengan ciuman di wajahnya.


"Terima kasih sayang, ya Allah Mama bahagia banget, akhirnya Mama dan juga Papa akan segera menjadi kakek dan nenek. Terima kasih ya, kamu sudah melengkapi kebahagiaan kami," ujar Bunga sambil mengecup kening Aurora.


"Selamat ya Bestie, kita doakan semoga kandungan kamu baik-baik saja dan selalu diberi kesehatan sampai lahiran nanti," ujar Anggi dan ditimpali anggukan oleh Rika.


"Aamiin ... makasih ya untuk doa-doa kalian, semoga kamu juga bersama dengan Kak Reza bisa cepat nyusul!"


"Aamiin ...."


Mereka semua pun yang ada di sana tersenyum bahagia, terlebih mama Ranti. Dia tidak menyangka jika sebentar lagi dia akan memiliki cicit, bukan Cucu lagi.


Walaupun Aurora bukan Putri kandung dari Bunga, tetapi batin mereka sudah menyatu seperti layaknya ibu dan anak. Apa yang Aurora rasakan, juga dirasakan oleh Bunga. Jika wanita itu tengah bersedih, maka Bunga pun akan turut bersedih dan merasakan sakit.


'Terima kasih Tuhan, untuk segala yang kau berikan kepadaku. Terima kasih telah memberikanku keluarga yang lengkap. Terima kasih telah memberikanku keluarga yang harmonis.' batin Aurora.


Mentari menatap ke arah Bunga dan keluarganya yang sedang tersenyum bahagia. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Ardi, menatap ke arah semua orang yang ada di hadapannya.


'Dulu aku pernah merasakan sebuah rasa sakit, tapi sekarang berganti dengan kebahagiaan dari orang-orang terdekat. Terima kasih ya Allah, engkau telah memberikanku keluarga yang lengkap, walaupun aku hidup sebatang kara di dunia ini, tidak memiliki siapa-siapa, tapi dengan hidup bersama dengan Mas Ardi, Engkau memberikanku harta yang tidak bisa digantikan oleh apapun.' batin Mentari sambil menatap semua orang dengan senyuman di bibirnya.


TAMAT....


Terima kasih untuk kalian yang membaca cinta segitiga antara Mentari, Tina dan juga Ardi🙏🏻 Mungkin banyak juga dari kalian yang kecewa😁 bahkan banyak yang author aduk-aduk emosinya😂


Namun karena Author juga pecinta Happy Ending, jadi kita akan membuat Happy Ending 🤗walaupun sebenarnya author ingin set ending😁


sekali lagi terima kasih untuk kalian yang setia membaca karya author dari pertama sampai akhir🙏🏻😘 Terima kasih sudah stay menunggu author update🙏🏻 Walau terkadang ada rasa lelah, tapi komenan kalian selalu menjadi Semangat bagi author untuk terus berkarya dan terus menulis💪🏻😘 walaupun tulisan author sangat receh😁😘😘


pokoknya untuk kalian semua, I love you so much😘❤❤ Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keberkahan dan juga kelancaran rezeki di Bulan puasa ini_🤗dan jangan lupa besok akan launching banyak novel dari author😎 dari mulai novel yang seram sampai novel yang mengandung bawang😎 jadi jangan lewatkan karena besok akan ada banyak novel baru yang author terbitkan🤗

__ADS_1


I LOVE YOU ALL❤❤❤❤❤


__ADS_2