Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Larangan Raka


__ADS_3

Happy reading.....


Tina dan juga tante Imelda sudah bersiap-siap untuk menjenguk keadaan Mentari di rumah sakit, sebab walau bagaimanapun, Tina sedikit khawatir dengan wanita itu.


''Kalian mau ke mana?'' tanya Raka saat melihat Tina dan juga sang mama turun dari tangga dengan pakaian yang sudah rapi.


''Kami akan ke rumah sakit, untuk menjenguk keadaan Mentari. Iya 'kan, sayang?'' jawab mama Linda sambil melirik ke arah Tina.


Wanita itu juga menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah Raka. ''Iya, kami mau ke sana,'' jawab Tina dengan lembut.


Namun Raka segera menggeleng, dia tidak mengizinkan mamanya ataupun Tina untuk pergi ke rumah sakit menengok keadaan Mentari. Dan itu membuat kedua wanita yang berada di hadapannya menatap dia dengan heran.


''Mas, kenapa kita nggak boleh ke rumah sakit? 'Kan Mentari sedang dirawat di sana? Dia baru saja kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya,'' jelas Tina.


Raka menghela napasnya dengan kasar, kemudian dia menatap ke arah dua wanita yang dicintainya dengan tatapan yang dalam.


''Bukannya aku ingin melarang kamu ataupun Mama untuk menjenguk Mentari. Bukan aku melarang kalian berempati kepadanya. Hanya saja, sudah cukup kamu peduli terhadap mereka. Bukankah kamu juga harus bahagia? Ingat kondisi kamu Tina, saat ini kamu dalam tahap pemulihan. Jika memikirkan masalah mereka terus, kamu akan terbebani? Aku tidak ingin terjadi apa-apa ya sama kamu. Jadi lebih baik tidak!'' tolak Raka dengan keras.


Raka bukannya tidak ingin Tina menjadi orang yang baik dan juga perhatian terhadap orang lain. Akan tetapi, Mentari dan juga Ardi adalah masa lalunya. Dia tidak ingin Tina kembali terikat dengan mereka, dan kembali menjadi bagian dari masalah rumah tangga pasangan suami istri tersebut.


Tina terdiam saat mendengar ucapan Raka. Namun, tante Imelda yang mengerti segera memberi pengertian kepada putrinya, jika apa yang Raka katakan memang ada benarnya. Mereka seharusnya jangan terlalu ikut campur antara Mentari dan juga Ardi, sebab Tina juga bukan siapa-siapa lagi dalam hidup mereka.


''Sekarang coba kamu lupakan masa lalu, gapai masa depan dan kebahagiaan kita. Jika kamu terus saja peduli terhadap mereka, maka selamanya hidup kamu akan ada dalam bayang-bayang rumah tangga Ardi dan juga Mentari, Tina,'' tutur Raka sambil menggenggam tangan wanita itu.


Tina pun mengangguk paham, akhirnya dia tidak jadi menengok keadaan Mentari, walaupun sebenarnya wanita itu sangat penasaran dengan kondisi Mentari. Dan Tina hanya mendapatkan kabar dari Bunga saja


.

__ADS_1


.


Sudah beberapa hari Mentari dirawat di rumah sakit, dan selama itu pula kedua anak buah Yoga selalu stay di depan ruangan Mentari. Mereka tidak membiarkan Ardi untuk masuk.


Bahkan pernah suatu hari, Ardi menyamar sebagai Dokter untuk memeriksa keadaan Mentari, tetapi anak buah Yoga begitu pintar, sehingga rencana pria itu gagal.


Hari ini mama Ranti berencana untuk ke rumah sakit menjemput Mentari, karena dia akan pulang. Beberapa kali wanita itu menanyakan perihal masalah apa yang sedang menimpa rumah tangganya bersama dengan Ardi, tetapi Mentari masih saja bungkam.


''Sayang, apa kamu sudah siap?'' tanya mama Ranti saat sampai di ruangan Mentari.


''Sudah Mah,'' jawab Mentari. Kemudian wanita itu berjalan bersama mama Ranti dikawal dengan Yoga dan juga anak buahnya di belakang.


''Hey Boy, kamu tidak sekolah?'' tanya Yoga sambil menggendong Luke.


''Aku 'kan mau jemput Mama, Om. Jadi Luke izin dulu deh ke sekolah,'' jawab Luke sambil mengalungkan tangannya di leher Yoga.


Saat sampai di parkiran, tiba-tiba saja Ardi datang. Pria itu langsung menghampiri Mentari dan mengajaknya untuk pulang bersama.


Ardi menatap sinis ke arah Yoga saat Mentari ingin pulang bersamanya, tetapi Yoga hanya tersenyum miring saja. Dia yakin, Mentari mau pulang bersama pria itu karena ada Luke dan juga mama Ranti. Jadi bagi Yoga tiga masalah.


''Sayang, bagaimana keadaan kamu? Sudah lebih baik 'kan?'' tanya Ardi dengan lembut sambil menggenggam tangan Mentari.


Wanita itu tersenyum canggung, kemudian dengan perlahan dia melepaskan tautan tangannya.


''Alhamdulillah, aku sudah baik kok Mas,'' jawab Mentari dengan cuek. Setelahnya dia memalingkan wajah ke arah samping.


Mama Ranti mengerutkan dahinya saat melihat perang dingin antara Mentari dan juga Ardi. Lebih tepatnya, mungkin Mentari yang sedang memberikan benteng kepada suaminya.

__ADS_1


''Sayang, sekarang pulihkan dulu keadaan kamu. Nanti barulah kalian berpikir untuk mempunyai anak kembali ya,'' ucap mama Ranti membuka pembicaraan.


''Iya Mah, Mama tenang aja! Ardi pasti akan memberikan Mama Cucu lagi kok,'' jawab Ardi sambil melirik ke arah Mentari. Sementara wanita itu hanya diam saja.


Bahkan tidak pernah Mentari bayangkan akan mempunyai anak kembali bersama dengan Ardi. Entah rumah tangganya akan seperti apa ke depan, karena penghianatan yang telah dilakukan suaminya.


Sesampainya di rumah, Mentari langsung masuk ke dalam kamar. Sedangkan Luke berjalan ke arah ruang makan, karena dia meminta jus kepada sang nenek.


''Mentari, kamu mau apa biar aku buatkan---''


''Tidak usah Mas! Aku sedang ingin istirahat. Kamu sebaiknya temani Luke saja bermain.'' Mentari memotong ucapan Ardi dengan nada yang cuek.


Setelah itu dia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Akhirnya Ardi keluar dari kamar dengan wajah yang lesu. Padahal dia ingin sekali berada di sisi Mentari, dan merangkul wanita itu yang sudah beberapa hari dia rindukan, tetapi Mentari seperti menjaga jarak dengannya.


Ardi paham, mungkin saja Mentari memang masih marah kepada dirinya. Karena masalah di kantor beberapa hari yang lalu, tapi dia juga sudah membereskan Sasa. Oria itu sudah mengurung Sasa di salah satu rumah yang dibelinya, dan kedua anak buahnya menjaga sasah agar tidak kabur.


Saat Ardi menuruni tangga, Mama Ranti memanggilnya, lalu mereka pun berjalan ke arah samping rumah di tepi kolam renang.


Dia ingin menanyakan masalah apa yang terjadi antara Mentari dan juga Ardi. Sebab melihat dari reaksi menantunya, mama Ranti yakin, Ardi sudah melakukan kesalahan dan membuat Mentari marah.


''Ada apa Ma?'' tanya Ardi saat sudah duduk di kursi.


''Sekarang kamu jawab Mama! Apa yang sudah kamu perbuat, sampai Mentari semarah itu?'' tanya mama Ranti to the point tanpa berbasa-basi.


Pria tampan itu mengerutkan dahinya saat mendengar pertanyaan sang mama, tapi dia tahu ke mana arah pembicaraan mama Ranti. Namun, Ardi merasa takut, jika harus mengungkapkan semuanya. Akhirnya dia pun hanya bisa diam.

__ADS_1


''Kenapa diam, Di? Jawab pertanyaan Mama! Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Mentari? Kenapa dia sampai semarah itu?'' tanya mama Ranti kembali.


BERSAMBUNG......


__ADS_2