Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Kedatangan Yoga


__ADS_3

Happy reading.....


Mama Ranti melihat ke arah Mentari dengan bingung, "Ada apa, sayang?" tanyanya.


"Ini Mah, tadi kak Yoga telepon, dia menemukan mobilnya mas Ardi kecelakaan menabrak pohon. Aku harus ke rumah sakit sekarang Mah," ucap Mentari dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipi.


"Apa! Kecelakaan? Ya sudah, kita ke sana sekarang! Bi ..." panggil mama Ranti dengan raut wajah yang panik.


"aiya Nyonya," jawab bi Asri.


"Bi, tolong lanjutin masaknya ya! Kami harus pergi. Ayo Mentari kita ke sana sekarang!" ajak mama Ranti sambil menarik tangan menantunya, kemudian mereka pun pergi ke rumah sakit di mana alamat yang sudah diberikan oleh Yoga.


Keduanya menaiki mobil untuk menuju rumah sakit. Rasa khawatir dan juga rasa takut tentu saja melanda di hati Mentari dan juga mama Ranti, karena walau bagaimanapun Ardi adalah orang yang paling mereka sayang.


"Mah, bagaimana ya dengan keadaannya Mas Ardi? Aku takut terjadi apa-apa sama dia Mah," ucap Mentari dengan wajah yang panik.


"Sayang, Mama juga takut terjadi apa-apa sama Ardi. Tapi kamu jangan terlalu khawatir ya, kita berdoa aja supaya tidak terjadi apa-apa dengannya. Kamu juga fokus nyetirnya, ingat kita ini lagi bawa mobil," jelas mama Ranti.


Mentari menganggukkan kepalanya, tapi tetap saja walau begitu sebagai seorang istri saat mendengar suaminya kecelakaan, hati mana yang tidak sakit dan juga cemas. Walaupun Mentari mencoba untuk tetap tenang, tetap saja tidak bisa.


Sesampainya mereka di rumah sakit, langsung menuju IGD di mana Yoga memberitahukan jika Ardi sedang berada di sana. Wanita itu pun melihat ke arah pria yang sudah lama tidak ia jumpai.


"Kak Yoga, gimana keadaannya mas Ardi? Bagaimana bisa dia kecelakaan, Kak_?" Mentari langsung memberondong Yoga dengan berbagai pertanyaan.


"Aku tidak tahu keadaannya seperti apa. Tadi saat aku pulang meeting dan ingin kembali ke kantor, tiba-tiba saja aku melihat kerumunan orang kecelakaan. Aku yang penasaran pun turun, setelah aku melihat ternyata itu adalah Ardi. Entah apa yang terjadi kepadanya," jelas Yoga.


Tubuh Mentari seketika ambruk ke bawah, kakinya terasa lemas saat mendengar penjelasan Yoga. Padahal tadi pagi Ardi tidak papa. Mama Ranti yang melihat itu pun membantu Mentari untuk duduk di kursi. Dia mengusap pundak wanita itu yang merupakan menantunya.


"Kamu yang kuat ya sayang! Kita berdoa supaya tidak terjadi apa-apa sama Ardi," ucap mama Ranti sambil mengusap bahu Mentari.


Wanita itu pun langsung memeluk tubuh mertuanya, tentu saja Mentari sangat cemas akan keadaan Ardi, terlebih karena kaki suaminya tidak sempurna. Dia takut nantinya akan bermasalah.


Tak lama dokter pun keluar. Mentari yang melihat itu pun segera berdiri bersama dengan mama Ranti. "Bagaimana keadaan suami saya, Dok? Dia baik-baik aja 'kan?" tanya Mentari yang tidak bisa menyembunyikan wajah paniknya.

__ADS_1


"Maaf, apakah Anda istrinya?" tanya Dokter itu dan mentari langsung melakukan kepalanya.


"Iya Dok, saya istrinya. Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Mentari kembali.


"Alhamdulillah, untung saja tidak ada luka dalam, hanya beberapa luka ringan saja," jelas Dokter tersebut.


Mentari dan juga mama Ranti yang mendengar itu pun merasa lega. "Lalu bagaimana dengan kakinya yang diamputasi? Tidak terjadi apa-apa 'kan?" tanya mama Ranti.


"Kakinya tidak apa-apa, Nyonya," jawab dokter tersebut.


"Bolehkah kami masuk ke dalam untuk menengoknya?" tanya mama Ranti kembali, dan dokter itu langsung menganggukkan kepalanya.


"Boleh, tapi nanti setelah pasien dipindahkan ke ruang rawat inap ya, Nyonya," jelas dokter dan mama Ranti langsung menganggukan kepalanya.


Setelah Ardi dipindahkan ke ruang rawat inap, Mentari dan mama Rqnti pun masuk, dan mereka melihat keadaan Ardi. Mentari yang melihat itu pun langsung memeluk tubuh suaminya, dia menangis dalam pelukan Ardi.


Rasa takut dan bayang-bayang saat Ardi kecelakaan, membuat Mentari tidak ingin kehilangan pria itu. Walau bagaimanapun, D


Badai terjangan yang menghantam keluarga mereka dilalui dengan cinta dan juga kesetiaan, sampai sekarang.


"Mas, bagaimana kamu bisa kecelakaan?" tanya Mentari.


"Nggak apa-apa sayang, tadi aku nggak sengaja saat nyetir menghindari pedagang asongan yang hampir tertabrak, karena aku mengangkat telepon dari klien. Jadi aku banting setir deh," jawab Ardi sambil mengusap rambut Mentari.


"Makanya kamu kalau nyetir itu jangan suka teleponan! Udah dibilangin sama Mama beberapa kali, tetap aja bandel," ujar mama Ranti sambil menghapus air matanya.


Ardi melihat Yoga di sana, dan dahinya mengkerut heran. "Hai Bro, apa kabar?" tanya Yoga saat melihat Ardi menatap ke arah dirinya.


"Seperti yang kau lihat, saat ini. Oh iya bagaimana bisa kau ada di sini?" tanya Ardi.


"Ya bisa lah Mas, 'kan Kak Yoga yang bawa kamu ke rumah sakit," jawab Mentari sambil mencubit pinggang suaminya.


"Terima kasih ya," ucap Ardi kepada Yoga, dan pria itu langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Saat Yoga pamit akan pergi dari sana, tiba-tiba saja Mentari menghentikannya. "Kak, nanti jangan lupa ya buka bersama di rumah aku! Awas aja kalau nggak datang," ujar Mentari dan Yoga langsung menganggukkan kepalanya.


.


.


Ardi tidak dirawat di rumah sakit, sebab lukanya juga ringan. Pria itu pun langsung dibawa pulang dan tidak melanjutkan pekerjaannya di kantor. Ardi memberikannya semua pekerjaan dan tugasnya kepada asisten pribadinya.


Sore hari pun telah tiba, saat ini di rumah Mentari sudah berkumpul semua keluarga Anjasmara, dan mereka sedang menunggu Yoga.


"Makanya di kalau lo lagi nyetir mobil tuh jangan mainin handphone! Kalau mau nerima telepon sebaiknya lo pinggirin dulu mobilnya, jadiin pelajaran!" ujar Bagas saat berada di ruang tamu.


"Iya Kak," jawab Ardi sambil memegangi lengannya yang terluka.


"Oh ya, Yoga ke mana ya? Kok belum datang-datang sih?" tanya mama Ranti sambil menengok ke arah pintu utama.


Tak lama berselang bel pun berbunyi, dan mereka yakin jika itu adalah Yoga. Mentari meminta pelayan untuk membukakan pintu, dan benar saja pria tampan tersebut datang, tapi ada yang aneh pasalnya Yoga datang sendiri.


"Assalamualaikum," ucap Yoga.


"Waalaikumsalam," jawab semua serempak.


Yoga mencium tangan mama Ranti dan juga papa Randy, kemudian menyalami Bagas dan Bunga. Setelah itu dia duduk di salah satu kursi.


"Kak, istrinya ke mana? Kok nggak diajak sih? Aku kira tadi Kakak datang sama istri Kakak?" tanya Mentari.


"Iya, Amelia ke mana?" timpal Ardi.


Mendengar pertanyaan dari Mentari dan juga Ardi, Yoga menghela nafasnya dengan panjang. Wajahnya tiba-tiba saja mendadak menjadi sendu, dan mereka semua yang ada di sana pun merasa heran.


"Ada apa Bro? Semuanya baik-baik aja 'kan?" tanya Ardi dengan tatapan menyipit.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2