Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Kamu Selingkuh Dengan Dia?


__ADS_3

Happy reading.....


Tina menjerit kaget, saat tiba-tiba saja orang itu menarik baju Raka lalu menonjoknya. Kemudian orang tersebut menarik tangan Tina dengan kasar, hingga tubuh wanita itu terhuyung.


''Mas Ardi!'' kaget Tina.


''Bagus ya! Kamu bilang liburan, tetapi ternyata malah di sini bersama dengan seorang pria? Benar-benar keterlaluan, kamu!'' bentak Ardi sambil menatap Tina dengan tajam.


Tina merasa bingung, kenapa sampai Ardi ada di sana. Semntara itu, Raka yang tak tau wajah Ardi merasa heran. Dia tidak tau kenapa tiba-tiba saja dia di tonjok.


''Maaf, Tuan, Anda ada masalah apa ya sama, saya? Kenapa tiba-tiba, Anda memukul saya?'' tanya Raka sambil memegangi wajahnya.


Ardi beralih menatap ke arah Raka, kemudian dia mencengkram baju pria itu.


''Kamu tahu, salah kamu di mana, hah! Dia itu istri saya. Ngapain kamu dekat-dekat sama Tina!'' bentak Ardi. Kemudian dia mendorong tubuh Raka, hingga terhuyung ke belakang.


Pria itu cukup terkejut saat mendengar pengakuan Ardi, kemudian dia menatap ke arah Tina yang sedang memegangi lengannya. Lalu, seketika Raka ingat tentang cerita Tina yang mengatakan, jika Ardi tidak pernah menganggap dirinya.


Kemudian dia berjalan ke arah Ardi dengan tatapan merendahkan. Dia tidak menyangkax jika pria seperti Ardi ternyata sangat kasar, bahkan tempramental.


''Sekarang kamu jawab, pertanyaan aku! Apa dia selingkuhan kamu, hah? Kenapa kamu membohongi semua orang? Bilangnya liburan, tetapi ternyata, ada di sini. Sedang apa kamu bersama dia?'' Ardi bertanya dengan suara yang sudah meninggi, membuat beberapa pasang mata menatap ke arah mereka.

__ADS_1


''Mas, kamu dengarkan dulu penjelasan aku. Jangan marah-marah Mas, malu dilihat sama orang,'' ucap Tina sambil menatap kesekeliling Rumah Sakit.


''Halah ... persetan dengan mereka. Tidak kusangka yax ternyata selama ini kamu berselingkuh dengan pria lain? Atau jangan-jangan ... karena wajah dia mirip dengan Riko, makanya kamu mau bersama dengannya? Iya!'' tuduh Ardi dengan intonasi yang tinggi.


Tina yang merasa tidak melakukan apapun, seketika menampar wajah Ardi. Dia benar-benar merasa terhina, karena sudah direndahkan oleh suaminya. Tidak Tina sangka, Ardi berpikiran begitu sempit tentang dia. Padahal selama ini Tina selalu menjaga martabatnya sebagai seorang wanita dan juga istri.


Bahkan dia rela, mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan Ardi, tetapi, pria itu malah seenak jidat menuduhnya selingkuh. Sedangkan selama ini, Ardilah yang menyelingkuhi hatinya. Dia mempunyai wanita lain di dalam jiwanya, sementara dialah yang menjadi istri sah-nya.


''Cukup ya, Mas! Kamu benar-benar sudah keterlaluan. Kamu dengarkan dulu dong penjelasan aku, jangan langsung menuduh seperti itu!'' kesal Tina.


Namun Ardi malah terkekeh. Dia pikir, apa yang dilihatnya saat ini adalah sebuah kebenaran. Di mana Tina telah menduakannya, dan Ardi tidak bisa mentoleransi itu semua.


''Sudahlah, aku muak! Kamu bilang, jika aku telah menyelingkuhi hatiku, bukan? Kamu merasa teraniaya selama ini, tapi nyatanya apa? Kamu yang menyelingkuhiku. Dasar bermuka dua! Lihat saja, aku akan urus surat perceraian kita!'' geram Ardi.


Kepala wanita itu menggeleng. Dia tidak menyangka, jika Ardi mampu mengatakan hal demikian. Padahal kenyataannya dia tidak pernah berselingkuh dengan Raka. Tina mencoba untuk menggenggam tangan Ardi, tapi pria itu menghempaskannya dengan kasar, hingga Tina terhuyung ke belakang. Untung saja, Raka sigap menahan tubuhnya.


''Kamu tidak apa-apa?'' tanya Raka sambil membantu Tina untuk berdiri.


''Tidak apa-apa, terima kasih ya,'' jawab Tina dengan lirih.


Kemudian Raka berjalan ke arah Ardi, lalu menonjok wajah pria itu. Dia benar-benar geram dengan pria seperti Ardi. Walaupun Raka tidak mengenal baik Tina seperti apa, tetapi, dia sudah tahu bagaimana berada di posisi Tina yang tidak pernah dianggap oleh suaminya.

__ADS_1


''Pengecut, Anda! Sebagai laki-laki, seharusnya lo dengerin dulu penjelasan Istri lo, jangan langsung main menghakimi sendiri. Apa lo nggak nanya untuk apa dia berada di Rumah Sakit ini? Apakah dia sakit, atau tidak!'' bentak Raka yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


''Halah ... kalian ini sama saja. Sudahlah, aku muak dengan drama kalian. Dan kamu Tina, sebaiknya kamu cepat pulang ke rumah! Kita akan bicarakan ini dengan mama dan papa, karena aku akan menceraikan kamu, paham!'' Setelah mengatakan itu, Ardi pergi dari sana tanpa menunggu jawaban Tina sedikitpun.


Kepala wanita itu terasa begitu sakit saat mengahadapi kenyataan yang pahit. Kemudian dia pun pingsan. Untung saja, Raka dengan cepat menahan tubuhnya, lalu segera menggendongnya ke kamar pasien untuk diperiksa oleh Dokter.


Dia benar-benar khawatir dengan keadaan Tina, karena wanita itu pasti sangat syok dengan kenyataan yang baru saja dihadapi. Apalagi dengan kemarahan Ardi yang tidak mau mendengarkan penjelasannya, dan malah menuduh dirinya.


''Nak Raka, sebenarnya Tina kenapa?'' tanya tante Imelda saat mereka menunggu di luar ruangan.


Kemudian Raka pun menjelaskan kronologi yang baru saja terjadi, di mana Ardi datang dan langsung menghakimi Tina, tanpa mendengarkan penjelasan wanita itu. Tante Imelda yang mendengarnya, tentu saja sangat geram. Tangan wanita itu terkepal, dengan sorot mata yang tajam.


Dadanya bergemuruh menahan emosi yang siap meledak. Dia tidak pernah menyangka, jika Ardi bisa sepengejut itu. Bahkan tega menyalahkan Tina, di mana dialah yang selingkuh.


''Benar-benar keterlaluan! Aku tidak bisa membiarkan ini. Lihat saja! Akan kubuat mulut dia bungkam seribu bahasa!'' geram tante Imelda dengan air mata yang sudah mengalir menahan amarah.


Raka mengusap bahu wanita itu, mencoba menenangkan emosinya, tetapi tetap saja, tante Imelda benar-benar sudah marah. Dia tidak bisa lagi untuk menahannya, karena apa yang Ardi katakan dan lakukan, benar-benar sudah keterlaluan.


''Tante, Tante harus tenang dulu,'' ucap Raka.


''Tidak bisa, Nak Raka! Tante akan menyumpal mulut pria biadab itu! Dia tidak bisa memperlakukan Tina seperti ini. Lihat saja! Tante, pasti akan melayangkan tangan ini, untuk menampar mulutnya!'' geram tante Imelda dengan suara bergetar, karena dia menahan luapan emosi yang berada di dadanya saat ini.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2