Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Tahu Semuanya


__ADS_3

Happy reading.....


Hari ini Ardi akan mendapatkan hasil dari penyelidikan Deni tentang Luke, di mana pria itu berhasil mengambil sampel rambut Luke untuk di lakukan tes DNA.


Saat itu memang Deni ke sekolah Luke, dan dia pura-pura terjatuh hingga mengenai Luke dan memeluk tubuh anak kecil itu. Satu tangannya menarik rambut Luke, hingga dia mendapatkan sampel rambut miliknya.


Tak lama pintu ruangan diketuk dan Deni pun masuk, Ardi yang melihat itu segera tersenyum, kemudian dia meminta Deni untuk menyerahkan hasil penyelidikannya.


''Ini Bos, hasil penyelidikan dan tes DNA yang saya lakukan terhadap anak itu,'' ucap Deni sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Ardi.


Pria itu menerimanya dengan jantung yang berdebar kencang. Bagaimana tidak? Itu adalah penentuan, di mana Luke memang benar putranya atau bukan. Jika memang benar, tentu saja Ardi akan sangat senang, tapi jika bukan, maka mungkin pria itu bisa saja terluka dan juga kecewa.


Dengan perlahan Ardi membuka surat itu, dan saat dilihat serta membacanya, kedua mata pria itu membulat. Senyumnya terukir begitu merekah di wajah tampannya saat mengetahui jika Luke memang benar putranya.


''Kau pastikan ini hasil yang akurat 'kan, Den?'' tanya Ardi kepada asistennya memastikan.


''Iya Bos, saya pastikan itu hasil yang akurat,'' jawab Deni dengan mantap.


Ardi tentu saja sangat bahagia, kemudian dia memasukkan surat itu ke dalam lacinya, karena nanti sore Ardi akan ke rumah Mentari. Dia juga sudah mengantongi alamat rumah wanita itu, berkat Deni yang mencari tahu selama dua minggu ini.

__ADS_1


.


.


Tepat jam 17.00 sore, Ardi sudah selesai dengan pekerjaannya, kemudian dia meminta Deni untuk mengantarkannya ke rumah Mentari. Namun sesampainya di sana, dahi pria itu mengkerut heran saat melihat mobil Tina yang terparkir di teras rumah Mentari.


''Itu 'kan, mobilnya Tina? Apa dia di sini? Berarti dia sudah bertemu dengan Mentari, dan selama ini dia mengetahui di mana keberadaan Mentari,'' ucap Ardi dengan lirih.


Ada rasa kesal di hatinya, karena selama ini Tina menyembunyikan tentang keberadaan Mentari. Dia pikir, sebelum dirinya menemukan Mentari, Tina lebih dulu bertemu dengannya, dan wanita itu sengaja menyembunyikan tentang keberadaan Mentari di mana.


Tangannya terkepal menahan geram, kemudian dia turun dari mobil dan meminta Deni untuk menunggunya saja, sementara itu Ardi melangkah menuju rumah Mentari. Akan tetapi, saat dia akan mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat. Seketika tubuhnya mematung saat mendengar dua orang tengah berbicara di dalam rumah, dan dia sangat yakin itu adalah suara Tina dan juga Mentari.


''Aku mohon Mentari, tolong kembalilah bersama dengan mas Ardi. Ini adalah permintaan terakhirku! Jika kau tidak mengabulkannya, mungkin nanti aku akan tersiksa. Kalian sudah berpisah karena aku, karena wasiat dari mas Riko, jadi aku tidak ingin kalian terpisah untuk kedua kalinya,'' ucap Tina.


''Apa Mbak, yakin? Tapi aku tidak ingin menyakiti hati siapapun, Mbak. Memang kak Ardi masih ada di hatiku, aku tidak bisa berdusta akan hal itu. Namun, di sini adalah hatinya Mbak yang terluka. Bagaimana mungkin aku mengorbankan perasaan orang lain untuk kebahagiaanku? Tidak! Aku tidak bisa, Mbak!'' tolak Mentari sambil menangis.


Untung saja Luke sedang tidak ada di rumah. Dia sedang berjalan-jalan membeli es krim ke supermarket bersama dengan baby-sitter nya atas perintah dari Mentari. Karena dia tidak mau jika nanti Luke mendengar ucapannya bersama dengan Tina.


''Apa kau tidak bisa mengabulkan permintaan terakhirku? Aku akan sangat bahagia, melihat kalian bersama. Mungkin memang sakit, tapi akan jauh lebih sakit jika cinta kalian tidak bersatu,'' jelas Tina terus membujuk Mentari.

__ADS_1


Wanita itu tidak henti-hentinya mendatangi Mentari terus-menerus selama dua Minggu itu, Dia membujuk Mentari agar mau bersama dengan Ardi. Mungkin memang terkesan sangat egois dan keras kepalax tapi bagi Tina melihat kebahagiaan Ardi adalah kebahagiaannya juga. Sebab ia tau, umurnya tak panjang lagi.


Sedangkan untuk.mengejar cinta suaminya sangat mustahil. Sebab, waktu yang tak banyak di tambah hati Ardi yang selalu tertutup untuknya.


''Baiklah, jika itu mau Mbak, tapi bagaimana dengan tanggapan dari tante Ranti dan juga om Randy? Mereka berpikir, mungkin saja aku ini seorang pelakor?'' tanya Mentari dengan wajah yang sendu.


Dia sebenarnya ingin menolak permintaan Tina, tapi selama dua minggu itu Tina selalu membujuknya dan meyakinkan dirinya, hingga pada akhirnya Mentari merasa kasihan. Apalagi saat mengetahui penyakit Tina yang sebenarnya, membuat wanita itu Iba.


''Soal mama dan papa, nanti biar aku yang berbicara. Dan untuk mas Ardi, aku akan pertemukan kalian nanti. Aku akan atur semuanya,'' ujar Tina dengan dada yang mulai sesak sambil memeluk Mentari.


Saat Mentari akan menjawab pertanyaan Tina, tiba-tiba saja terpotong oleh ucapan seseorang yang masuk ke dalam rumahnya. ''Tidak usah, kau mempertemukan aku dengan Mentari! Aku di sini,'' ucap Ardi.


Kedua wanita itu kaget saat melihat Ardi berada di sana. Apalagi Mentari, dia tidak menyangka jika pria itu menemukan tempat tinggalnya.


''Kak Ardi!'' kaget Mentari.


''Mas Ardi!'' kaget Tina.


Ardi menatap ke arah Tina dan juga Mentari bergantian, tapi tatapannya lekat mengarah kepada istrinya. Dia tidak menyangka, wanita yang selama ini disakiti secara batin, malah berkorban untuknya. Bahkan dia mengorbankan perasaannya hanya untuk mempersatukan cintanya bersama dengan Mentari.

__ADS_1


Kemudian pria itu duduk di hadapan kedua wanita tersebut. Sedangkan Mentari dan juga Tina merasa deg-degan, bahkan wajah mereka tegang dengan kedatangan Ardi.


BERSAMBUNG......


__ADS_2