Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Kritis dan Koma


__ADS_3

Happy reading.....


Mentari saat ini tengah makan salad buah bersama dengan mama Ranti di ruang tv. Dan saat dia akan mengambil minuman yang ada di meja, wanita itu tidak sengaja menyenggolnya hingga jatuh ke lantai.


''Ya ampun, sayang, hati-hati dong,'' ucap mama Ranti.


Mentari memegangi dadanya yang tiba-tiba saja merasa tak enak. Seketika dia memikirkan Ardi. Entah kenapa, Mentari merasa terjadi sesuatu kepada suaminya.


Ya Allah, perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba aku kepikiran dengan mas Ardi? Kenapa perasaanku tidak enak, ya Allah? Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan suamiku. Semoga dia selalu dalam lindungan-Mu ya Robb. batin Mentari.


Mama Ranti merasa heran saat melihat menantunya itu sedang melamun, kemudian dia memegang pundak Mentari hingga membuat wanita itu terjingkat


kaget.


''Sayang, kamu lagi ngelamunin apa?'' tanya mama Ranti dengan heran.


''Nggak apa-apa kok Mah, Mentari cuma kepikiran sama mas Ardi aja,'' jawab Mentari sambil tersenyum.


Mama Ranti mengusap rambut menantunya, kemudian dia pun berkata, ''Jangan memikirkan Ardi! Dia di sana 'kan juga sedang kerja. Kamu doakan saja, semoga Ardi selalu dalam lindungan-Nya ya!''


Mentari mengangguk, kemudian dia permisi untuk masuk ke dalam kamar, karena selera makannya juga sudah hilang, tapi sebelum itux Mentari masuk ke dalam kamar Luke untuk menengok putra kesayangannya.


.


.


Sementara Raka masih setia menemani Tina. Wanita itu belum dipindahkan ke ruang ICU, sebab keadaannya masih juga belum stabil.


Saat Raka tengah memandangi wajah pucat Tina, dan memegangi tangannya. Tiba-tiba saja bunyi yang keras berulang kali terdengar dari monitor, hingga membuat wajah Raka seketika menjadi panik. Kemudian dia memencet tombol untuk memanggil Dokter.


''Sayang, kamu kenapa? Tina ... Tina! Kamu kenapa? Sayang jangan membuatku panik seperti ini!'' Raka berkata dengan nada yang panik saat melihat tubuh Tina kejang-kejang.

__ADS_1


Tak lama Dokter dan Suster datang dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


''Tolong selamatkan calon istri saya, Dok! Saya mohon, tolong selamatkan dia, Dok!'' pinta Raka pada Dokter.


''Kami akan berusaha Pak, tapi sebelum itu, tolong bapak keluar dulu. Biar kami lebih konsen untuk memeriksa pasien,'' jawab Dokter tersebut.


Raka keluar dari ruangan UGD dengan perasaan yang campur aduk. Dia duduk di kursi ruang tunggu sambil meremas rambutnya. Saat ini Raka benar-benar frustasi. Perasaaannya hancur dan sakit, saat melihat kekasihnya menderita seperti itu.


Tiba-tiba saja ponselnya berdering, dan ternyata itu dari mamanya, kemudian dia mengangkat telepon itu.


''Halo, assalamualaikum mah,'' ucap Raka.


Tante Imelda : Waalaikumsalam, kamu di mana Raka? Ini sudah malam, kenapa belum pulang ke rumah?


Tanya tante Imel dari seberang telepon sana dengan panik.


Tidak ada jawaban dari Raka. Pria itu masih terdiam, dia bingung harus memberitahukan apa dan bagaimana kepada sang mama..Karena Raka yakin, pasti mamanya akan sangat cemas saat mendengar keadaan Tina.


Tanya Tante Imelda kembali saat tidak mendapatkan jawaban dari Raka.


''Mah, Tina Mah ... Tina ...'' Raka tidak sanggup untuk meneruskan perkataannya.


Itu membuat tante Imelda merasa heran dan juga khawatir, saat mendengar ucapan putranya. Dia yakin, telah terjadi sesuatu kepada Tina. Karena perasaannya juga sedari tadi tidak enak.


Tante Imelda : Raka, jangan membuat mama merasa cemas! Apa yang terjadi kepada Tina? Jawab Raka!


Tante Imelda bertanya dengan nada yang panik.


Terdengar di seberang telepon, Raka menghembuskan napasnya dengan kasar. Kemudian dia menjawab pertanyaan sang mama.


''Tina masuk ke dalam rumah sakit, karena tadi dia pingsan saat di pesta, Mah,'' jawab Raka dengan suara yang purau.

__ADS_1


Terdengar benda yang jatuh begitu keras, hingga membuat Raka tersentak kaget. Dia takut terjadi apa-apa dengan sang mama, karena Raka yakin, wanita itu pasti sangat syok saat mendengar keadaan Tina.


''Mah, mama nggak papa 'kan? Mah ...'' panggil Raka saat tidak mendengar jawaban dari mamanya.


Tante Imelda : Mama akan ke sana! Tunggu mama di sana, Nak,'' ujar tante Imelda.


''Tapi mah,.kalau mama ke sini. Bagaimana dengan Cahaya? Tidak ada yang menjaganya,'' kata Raka.


Tante Imelda terdiam, apa yang dikatakan putranya benar. Saat ini tidak ada yang menjaga Cahaya jika dia pergi ke rumah sakit.


Tante Imelda : Baiklah, mama akan ke sana besok. Kalau ada apa-apa tentang Tina, kamu kabarin mama ya,'' ucap tante Imelda sebelum telepon terputus.


Raka masih duduk menanti Dokter keluar dari ruangan itu. Dia meremas kedua tangannya dengan raut wajah yang sudah tidak bisa digambarkan lagi. Raka begitu takut kehilangan Tina.


''Dok, bagaimana keadaannya? Dia baik-baik aja 'kan?'' tanya Raka saat melihat Dokter keluar dari ruangan itu.


Dokter itu menatap Raka dengan tatapan yang sendu. Dia tidak tega menyampaikan kabar sedih kepada pria tersebut. Namun Raka yang melihat raut wajah sang Dokter seketika menjadi cemas.


''Dok, kenapa Anda diam? Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja 'kan?'' tanya Raka mengulang pertanyaannya.


''Kami sudah berusaha, tetapi pasien saat ini tengah kritis dan koma,'' jelas Dokter tersebut.


Bagaikan disambar petir di malam hari, tubuh Raka seketika ambruk ke lantai. Dia tidak menyangka, kondisi Tina saat ini sedang kritis dan koma. Padahal baru saja pria itu melihat senyum bahagia di wajah Tina saat dia melamarnya.


Akan tetapi, Allah malah berkehendak lain. Senyuman itu harus direnggut sejenak dalam hitungan detik. Pria itu tidak bisa menahan air matanya lagi, dia menangis tersedu-sedu. Raka tidak perduli jika di sana ada Dokter, karena saat ini hatinya benar-benar sangat hancur.


''Kenapa kau tidak adil sekali, Tuhan? Baru saja kau memberikannya senyuman. Namun, dalam beberapa detik kau malah mengambil senyuman itu darinya. Apakah ini caramu untuk membahagiakannya, Tuhan? Apakah ini caramu!'' teriak Raka sambil menjambak rambutnya.


BERSAMBUNG......


NOVEL BARU AUTHOR SUDAH LOUNCHING YA GUYS😘CARI AJA NAMA AUTHOR aisyah az... MAKAN OTOMATIS AKAN MUNCUL SEMUA.😘

__ADS_1


JUDUL____ HATI YANG TERBAGI


__ADS_2