Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Dia Raka Bukan Riko


__ADS_3

Happy reading....


Satu tangan tante Imelda menutup mulut, saat melihat pria yang sedang berdiri di sampingnya. Wajah wanita itu tampak sangat kaget, seperti sedang baru saja melihat hantu. Kemudian dia beranjak dari duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah pria itu dan menangkupkan tangannya di wajah tampan tersebut.


''Riko!'' kaget tante Linda sambil memeluk tubuh Raka.


Wanita paruh baya itu menangis tersedu-sedu. Dia berpikir, jika pria yang saat ini tengah berdiri di hadapannya adalah Riko, putranya yang telah lama meninggal, tetapi ternyata kenyataan pahit harus dia telan saat Tina menjelaskan jika Raka bukanlah Riko.


''Tante,'' panggil Tina. ''Dia bukanlah mas Riko,'' sambungnya lagi.


Tante Imelda melepaskan pelukannya, kemudian dia membolak-balik wajah Raka. Namun seketika kepalanya menggeleng, karena wanita itu yakin, jika pria yang ada di hadapannya saat ini adalah putranya, bukan orang lain. Sebab wajah mereka begitu sangat mirip.


''Tidak, Tina! Dia Riko, anak Tante. Iya 'kan, sayang? Mama senang sekali, karena kamu sudah kembali. Selama ini kamu ke mana saja? Apakah kamu tidak tahu, mama sangat merindukanmu?'' Tante Imelda berucap dengan suara yang purau.


Tina berusaha untuk berdiri, walaupun kepalanya terasa sakit. Kemudian dia menggenggam tangan wanita itu sambil menggelengkan kepalanya. Dia tahu, pasti saat ini tante Imelda berharap jika pria itu adalah Riko.


''Tidak, Tante! Dia adalah Raka, orang yang pernah aku ceritakan kepada Tante tempo hari. Pria yang begitu mirip dengan mas Riko,'' jelas Tina.


Tante Imelda kembali menatap Raka dengan lekat, sementara pria itu hanya diam saja, karena dia merasakan sesuatu yang begitu hangat di dalam dirinya saat wanita itu memeluk tubuhnya.


Benar apa yang dikatakan oleh Tina, mereka berdua memang mirip, tapi tahi lalat di alis milik Raka membuat perbedaan itu. Seketika tante Imelda pun merasa lemas. Dia pikir, putra kesayangannya telah kembali. Namun ternyata dia salah, impian itu hanyalah sebuah angan-angan saja.

__ADS_1


Kepala Tina terasa begitu pusing, hingga tubuhnya oleng ke samping. Untung saja Raka sigap menangkapnya dan membantu Tina untuk duduk kembali di kursi.


''Kamu kenapa ada di sini? Kamu sakit?'' Raka menatap Tina dengan khawatir.


Tina hanya tersenyum saja, dia tidak mungkin mengatakan jika dirinya tengah dirawat di Rumah Sakit. Padahal Raka sudah mengetahui semuanya tentang penyakit Tina, tapi pria itu pura-pura tidak tahu. Karena ia ingin mendengar langsung dari mulut wanita cantik yang berada di hadapannya itu.


''Kenapa kamu sangat mirip dengan putra tante?'' tanya lirih tante Imelda sambil menatap ke arah Raka.


''Apakah wajah saya mengingatkan tante, kepada putranya tante? Apa sebegitu mirip kah?'' tanya Raka begitu penasaran.


Tante Imelda pun mengangguk, kemudian dia merogoh ponselnya yang berada di saku baju, lalu memberikan foto Riko kepadanya. Seketika mata Raka terbelalak kaget saat melihat foto seorang pria tampan yang sangat mirip dengan dirinya.


Wanita itu menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sendu. ''Iya, dia adalah putra tante. Sayang, sekarang dia sudah berada di pangkuan Sang Khalik,'' jawabnya sambil menundukkan kepala dengan wajah sedih.


Raka terdiam, dia tidak menyangka jika ada orang yang sangat mirip dengan dirinya, yang membedakan hanyalah tahi lalat di wajah mereka. Seketika berbagai pertanyaan muncul di benak Raka. Apakah dia dan pria yang berada di foto itu adalah saudara kembar? Tapi Raka hanyalah anak satu-satunya dari keluarganya.


.


.


Sepulang dari Rumah Sakit, Raka langsung menuju ke kantornya. Dia duduk sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas meja. Pria itu tengah memikirkan tentang kejadian tadi siang, di mana dia melihat foto seorang pria yang begitu mirip dengan dirinya.

__ADS_1


Namun yang Raka bingung adalah saat tante Imelda memeluknya. Entah kenapa, dia merasakan kenyamanan dan juga rasa hangat yang menjalar di seluruh tubuhnya. Padahal selama ini, itu tidak pernah dirasakan saat mamanya memeluknya.


''Ada apa ini, Tuhan? Kenapa wajah pria itu begitu mirip dengan diriku? Apa iya aku mempunyai saudara kembar? Tapi, mama dan papa tidak pernah mengatakan apapun. Sebaiknya aku tanyakan nanti saat pulang ke Thailand.'' Raka bergumam dengan wajah yang bingung.


Raka memang tinggal di Thailand dan berasal dari keluarga Boon-Nam. Kebetulan ayahnya Raka adalah seorang mantan prajurit di Thailand, dan ibunya Raka hanya pembisnis muda saja yang memiliki beberapa butik di sana.


Pria itu memang akan menetap satu bulan di Indonesia, dan dia akan kembali ke Thailand setelah pekerjaannya selesai di sana. Karena Raka mempunyai tiga cabang yang berada di negara Indonesia.


Saat Raka tengah memikirkan tentang pertemuannya dengan tante Imelda, asisten pribadinya mengetuk pintu ruangan dan Raka memintanya untuk masuk.


''Ada apa, Seno?''tanya Raka saat seorang pria masuk ke dalam ruangannya.


''Itu Tuan, di luar ada seseorang dari Sanjana Group ingin bertemu dengan Anda,'' jelas Seno.


Raka mengangguk, kemudian dia meminta Seno untuk menyuruh orang tersebut masuk ke dalam ruangannya. Dan tak lama pintu terbuka, masuklah seorang pria paruh baya ke dalam ruangannya.


''Permisi Pak, saya dari Sanjana Group, ingin membicarakan beberapa poin untuk kerjasama kita,'' ucap pria tersebut saat melihat Raka membelakanginya.


Kursi diputar, tubuh Raka seketika menghadap ke arah pria yang tengah berdiri di hadapannya. Namun seketika tas yang dia bawa oleh pria tersebut jatuh ke lantai, karena dia sangat kaget saat melihat wajah Raka.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2