Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Bertemu Kembali


__ADS_3

Happy Reading....


Ardi masih diam mematung saat Tina keluar dari kamar. Dia benar-benar bingung dengan sikap istrinya yang mulai cuek. Biasanya Tina akan sangat perhatian saat Ardi akan berangkat ke kantor, tetapi tadi wanita itu sangat cuek.


Kemudian dia melangkah ke luar kamar menuju meja makan, dan di sana sudah ada Tina yang menunggunya. Saat Ardi sampai, Tina langsung menaruh kopi buatannya di hadapan Ardi, lalu menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Setelah itu Tina duduk di kursinya tanpa mengucapkan apapun, lalu dia mulai memakan sarapannya. Dia sudah tidak mau memberi perhatian pada pria yang sebentar lagi pasti akan pergi dengan wanita lain.


Bukan Tina jahat, tetapi dia hanya ingin membentengi dirinya dari perasaan hancur nanti. Walaupun saat inj Tina sudah hancur dan rapuh.


''Oya Mas, hari ini aku akan pergi,'' ucap Tina di sela-sela sarapannya.


Ardi mengangkat wajahnya. ''Pergi kemana?'' tanya Ardi.


Tina sempat terdiam mendengar jawaban Ardi. Biasanya pria itu akan masa bodo jika Tina pergi, bahkan terkesan tidak perduli. Akan Tetapi, untuk pertama kalinya dia mendengar Ardi menanyakannya akan pergi kemana.


''Kok, malah diam? Kamu mau kemana?'' tanya Ardi mengulang ucapannya sambil menatap Tina.


Ada rasa senang di hati wanita itu saat mendengar ucapan Ardi. Sebab itu adalah pertama kalinya Ardi bertanya begitu kepadanya. Tuhan, apa aku sedang bermimpi? Rasanya begitu senang saat Mas Ardi bertanya begitu.


Namun secepat mungkin Tina langsung membuang perasaan itu. Dia tak mau terlalu banyak berharap kepada rasa yang nantinya akan semakin membuatnya hancur.


''Aku akan bertemu Sherly, Mas. Kebetulan dia akan memperkenalkan pacarnya padaku,'' jawab Tina.


Ardi hanya menganggukan kepalanya saja, setelah itu tak ada pembicaraan lagi sampai sarapan selesai. Ardi juga harus berangkat ke kantor, sebab ada meeting yang harus dia hadiri. Namun, ada yang aneh saat pria itu berangkat ke kantor.


Biasanya Tina akan mengantarkannya sampai pintu utama, tapi kali ini wanita itu malah masuk kamar, tapi Ardi tak mau ambil pusing, dia pun melangkah ke mobilnya lalu melaju meninggalkan rumah.


.

__ADS_1


.


Saat ini Mentari tengah membantu karyawannya menyiapkan catering makanan untuk di bawa ke sebuah kantor.


''Oh iya, ini yang ngantar nanti siapa?'' tanya Mentari pada salah satu karyawannya.


''Harusnya yang nganter itu Joko, Bu, tapi dianya saat ini lagi libur. Soalnya sakit,'' jawab Natali salah satu karyawan Mentari.


''Memangnya, ini pesanan untuk ke mana?''


''Ini pesanan untuk ke kantor A&M Group, Buk,'' jawab Natali.


Mentari menganggukkan kepalanya. ''Baiklah, biar saya saja yang mengantarkan. Kebetulan saya juga sekalian mau menjemput anak sekolah.''


Setelah siap Mentari memesan taksi online, kemudian dia pergi ke tempat di mana makanan itu harus diantarkan. Saat sampai di kantor A&M Group, Mentari menatap gedung itu dengan kagum.


''Oh, dari Nurmaya restoran, ya Mbak? Silakan antar ke lantai tujuh, Mbak. Di sana nanti ada ruangan meeting, Mbaknya masuk ke sana saja,'' jawab resepsionis itu sambil tersenyum ke arah Mentari.


Setelah mendapatkan jawaban dari resepsionis, Mentari pun naik ke dalam lift sambil menenteng 20 box makanan. Kemudian dia menuju ke lantai tujuh dan sesampainya di sana Mentari mencari di mana ruangan meeting tersebut.


''Maaf Pak, saya mau bertanya. Ini ruangan meeting di sebelah mana ya? Soalnya saya mau mengantarkan makanan,'' tanya Mentari pada seorang karyawan laki-laki yang berada di sana.


''Oh, mari saya antar Mbak,'' jawab lelaki itu sambil menunjukkan ruangan meeting kepada Mentari kemudian dia menunjuk pintu yang ada di hadapannya.


''Ini ruangannya Mbak, silakan masuk saja! Meeting juga sebentar lagi akan dimulai.''


Mendengar itu, Mentari menganggukkan kepala, kemudian dia mengetuk pintu terlebih dahulu lalu. mulai membukanya perlahan dan masuk ke dalam ''Permisi Pak, saya mau mengantarkan makanan,'' ucap Mentari sambil menundukkan kepalanya.


''Iya, taruh saja di situ Mbak!'' saut lelaki berpenampilan rapi memakai jas hitam.

__ADS_1


Ardi yang sedang fokus membaca proposal, tiba-tiba mengangkat wajahnya saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Kedua netra pria itu membulat saat melihat Mentari. Dia tidak menyangka, gadis yang selama ini dia cari, saat ini tengah berada di hadapannya.


''Mentari!'' gumam Ardi dengan kaget.


''Kalau begitu saya permisi dulu, Pak.'' Setelah mengatakan itu, Mentari membungkukkan badannya kemudian dia keluar dari ruangan meeting tanpa melihat ke arah Ardi sedikitpun.


Ardi yang melihat Mentari keluar, seketika pria itu beranjak dari duduknya. ''Mentari ...!'' panggil Ardi saat melihat wanita itu akan memasuki lift.


Merasa ada yang memanggil, wanita itu pun membalikan badannya. Seketika mata Mentari membulat dengan kaget saat melihat Ardi. Pria yang selama ini coba untuk dilupakan olehnya. Akan tetapi, sekarang malah berdiri tak jauh dari dirinya.


''Kak Ardi!'' ucap Mentari dengan lirih.


Ada segenggam rindu yang tiba-tiba saja masuk ke dalam hati Mentari, saat melihat pria yang selama ini dia cintai dan masih bersemayam di hatinya. Namun seketika wanita itu menggelengkan kepalanya.


'Tidak Mentari! Dia sudah menikah dengan Mbak Tina, jangan pernah melakukan kesalahan, Mentari. Cukup satu kali saja!' batin Mentari..Kemudian dia masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


Ardi yang melihat itu pun segera berlari ke arah Mentari. Namun sayang, pintu lift tertutup sebelum pria itu menggapainya. ''Mentari, tunggu dulu! Jangan pergi!'' teriak Ardi sambil menggedor pintu lift. Namun sayang itu hanya sia-sia.


Dia pun segera menaiki lift satu lagi, lalu turun ke lantai bawah. Akan tetapi, sesampainya di sana dia tidak menemukan Mentari. Bahkan saat pria itu berlari ke arah parkiran tapi dia sama sekali tidak menemukannya.


''Mentari, kamu di mana? Tolong jangan pergi lagi, meninggalkanku! Mentari, aku sangat merindukanmu. Mentari!'' teriak Ardi sambil menatap ke kanan dan ke kiri, tapi tidak melihat wanitanya.


Pria itu menjambak rambutnya, dia benar-benar merasa frustasi. Baru saja dia menemukan pujaan hatinya yang selama ini telah pergi. Namun harus kehilangannya kembali untuk kedua kali.


Sementara itu, Mentari bersembunyi di antara mobil. Dia meremas dadanya yang terasa begitu sakit. Bukannya Mentari tidak senang bertemu dengan Ardi, bahkan dia ingin sekali memeluk pria itu. Akan tetapi Mentari sadar, jika Ardi telah menikah dengan wanita lain.


''Aku begitu merindukanmu kak, tapi aku sadar, kamu bukanlah milikku. Kamu sudah menjadi suami dari wanita lain, bahkan mungkin telah menjadi ayah dari anak-anak istrimu. Sebaiknya kita tidak usah bertemu, Kak!'' Mentari berkata dengan lirih sambil berjongkok dengan deraian air mata.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2