
Happy reading....
Semua merasa heran saat melihat Yoga hanya diam saja. Bahkan wajah pria itu terlihat begitu sendu. "Kak, semua baik-baik saja 'kan?" tanya Mentari pada Yoga.
"Semua tidak baik-baik saja Mentari, aku dan juga Amelia sudah pisah," jawab Yoga.
Semua orang nampak terkejut saat mendengar penuturan pria itu. Mereka tidak menyangka, jika Yoga dan juga Amelia sudah berpisah. Padahal selama ini tidak pernah terdengar desas-desus prahara rumah tangga mereka sama sekali.
"Why?" tanya Bagas sambil menatap Yoga.
"Iya Kak Yoga, kenapa kok bisa sampai cerai dengan kak Amelia?" timpal Mentari.
"Kami belum memiliki keturunan. Jadi Amelia memutuskan untuk pergi bersama dengan pria lain. Dia menyangka jika aku itu adalah pria yang mandul, padahal aku sudah mengecek kesuburanku. Dan semua baik-baik saja. Dan aku juga memergoknya selingkuh dengan seorang pria, yang tak lain adalah rekan bisnisku sendiri di sebuah hotel. Setelah anak buahku melaporkan apa yang selama ini dilakukan oleh Amelia," jelas Yoga dengan wajah yang sendu.
Mentari dan juga semua yang ada di sana pun merasa prihatin dengan rumah tangga Yoga. Mereka tidak menyangka, jika keharmonisan yang selama ini ditampilkan oleh Yoga harus berakhir di tengah jalan.
"Aku turut berduka ya Kak. Tapi percayalah Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk Kakak. Hanya saja mungkin jodoh Kakak dan juga kak Amelia cukup sampai di sini," ujar Mentari.
"Iya Mentari, aku juga tidak berharap untuk saat ini. Karena aku sedang ingin fokus pada pekerjaanku, tidak memikirkan pasangan terlebih dahulu," jawab Yoga sambil tersenyum. Kemudian adzan pun berkumandang, dan mereka langsung berjalan menuju meja makan untuk melakukan buka puasa.
Untuk saat ini memang Yoga tidak ingin mencari pasangan lagi, dia ingin fokus pada pekerjaannya dulu. Sebab dua kali gagal dalam percintaan membuatnya sedikit lelah dan trauma.
Ada hati yang terandai-andai, jika saja dulu dia lebih cepat menyatakan perasaannya kepada Mentari. Tetapi semua hanyalah masa lalu. Cinta Yoga hanya terkubur oleh waktu sampai saat ini.
Di saat dia sudah mulai mencintai Amelia, akan tetapi wanita itu malah berselingkuh dan pergi dengan pria lain. Itu membuat hati Yoga saat ini tertutup untuk wanita lain, walaupun pada akhirnya dia tidak tahu, mungkin saja Tuhan akan membuka hatinya kembali untuk seorang wanita, tapi tidak untuk sekarang.
.
.
__ADS_1
"Luke, nanti selepas kamu lulus sekolah mau kuliah di mana?" tanya Bagas pada Luke.
"Rencananya aku ingin kuliah di Prancis, Om," jawab Luke sambil memakan makanannya.
"Bagus! Itu Om setuju. Kamu harus mengemban kuliah tinggi-tinggi, sebab kamulah penerus perusahaan Papa kamu kelak," jelas Bagas.
Tidak terasa acara buka bersama pun telah usai, saat ini Yoga sedang berada di jalan untuk pulang ke apartemennya. Tapi di tengah jalan pria itu melihat ada seorang wanita yang tengah dibegal oleh beberapa preman.
Awalnya Yoga ingin tidak peduli, tapi hatinya berkata lain. Dia pun menghentikan mobil tersebut lalu keluar untuk menyelamatkan wanita itu.
"Hei, apa yang kalian lakukan?!" teriak Yoga.
Tiga orang yang sedang membegal seorang wanita pun menengok ke arah Yoga. "Wah ... rupanya ada pahlawan kesiangan? Jangan ikut campur! Mendingan sekarang kau pergi dari sini, jika kau masih sayang dengan nyawamu!" ucap salah satu preman tersebut.
"Kalian lepaskan dia! Atau saya panggil polisi!" ancam Yoga dengan wajah yang tenang.
Yoga yang melihat itu pun menjadi was-was, akan tetapi pada dasarnya dia memang jago bela diri, bahkan pemegang sabuk hitam. Jadi bagi Yoga mereka bukanlah lawan yang berat.
Tidak sengaja tangan Yoga kena pisau yang dibawa oleh salah satu preman tersebut, sehingga mengeluarkan cairan merah.
"Ayo kabur! Kabur!" seru mereka sudah babak belur.
Yoga melihat ke arah tangannya yang terluka. Gadis itu yang melihat tangan juga terluka pun segera mendekat ke arahnya. "Tuan, terima kasih Anda sudah menyelamatkan saya," ucap gadis tersebut.
"Sama-sama, lain kali jangan berjalan sendirian di tengah malam! Rawan, apalagi kamu seorang wanita," jawab Yoga.
"Kamu mau ke mana? Biar saya antar. Tidak baik berjalan sendirian, nanti ada hal yang tidak-tidak seperti tadi," sambungnya lagi.
"Saya mau pulang, Tuan," jawab gadis tersebut. Kemudian Yoga pun mengantarkan gadis itu, namun sebelum dia masuk ke dalam mobil gadis itu menghentikannya.
__ADS_1
"Tunggu Tuan!" ucapnya sambil melepas syal yang ada di lehernya, kemudian mulai melilitkannya di lengan Yoga.
"Tidak usah repot-repot! Ini hanya luka kecil saja kok," tutur Yoga.
Gadis itu tidak menjawab, dia terus mengikat luka tersebut, sebab darahnya tidak berhenti keluar. Setelahnya mereka pun masuk ke dalam mobil menuju ke tempat gadis tersebut tinggal.
"Kamu tinggal di mana?" tanya Yoga, lalu gadis itu menyebutkan alamatnya kepada pria tersebut.
Tidak ada pembicaraan di dalam mobil, keduanya sama-sama terdiam hingga tidak terasa mobil pun sampai di sebuah rumah kontrakan yang begitu kecil yang hanya sepetak saja.
"Terima kasih, Tuan, sudah mengantar saya pulang. Kalau begitu saya permisi dulu, apakah lukanya ingin diobati atau---"
"Tidak usah! Nanti biar kau obati sendiri saja." Yoga memotong ucapan gadis tersebut.
Setelah itu dia keluar dari mobil Yoga, dan masuk ke dalam rumah.nTetapi saat Yoga akan menjalankan mobilnya, dia melihat seorang wanita membukakan pintu dan langsung menampar wajah gadis tersebut.
'Dia siapa? Kenapa tiba-tiba langsung menampar gadis itu?' batin Yoga bertanya-tanya.
Namun Yoga tidak ingin ikut campur. Pria tersebut pun langsung meninggalkan kediaman gadis itu, tapi entah kenapa Yoga penasaran siapa wanita yang menampar gadis tersebut.
"Apakah dia ibunya? Tapi kenapa langsung ditampar? Seharusnya pulang-pulang disambut, bukannya ditampar?" gumam Yoga dengan lirih, "Aah, sudahlah. Buat apa juga aku memikirkan hal seperti itu, tidak ada sangkut-pautnya juga denganku! Luka di tanganku ternyata lumayan sakit." Dia merasakan luka di tangannya mulai terasa begitu sakit.
Sementara itu Mentari saat ini tengah tidur di pangkuan Ardi. Dia bercerita tentang rumah tangga Yoga yang kandas di tengah jalan bersama dengan Amelia.
"Aku tidak menyangka ya, Mas, rumah tangganya kak Yoga dan juga mbak Amelia harus kandas di tengah jalan? Padahal mereka terlihat begitu sangat serasi," ujar Mentari.
"Iya sayang, jangankan kamu, aku aja nggak nyangka. Ya balik lagi, mungkin memang jodoh mereka cukup sampai di situ. Semoga nanti Yoga menemukan wanita yang tulus mencintainya, dan mau bertahan dengannya dalam susah maupun senang," jawab Ardi sambil mengusap kepala Mentari dengan lembut.
BERSAMBUNG......
__ADS_1