Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Pelajaran untuk Sasa


__ADS_3

Happy reading....


Ardi bolak-balik di depan ruang tv sambil menunggu Sasa. Dia sudah menge-chat wanita itu untuk datang ke apartemennya, sebab Ardi akan memberikan pelajaran kepada Sasa, tentang apa yang dia lakukan kepada keluarganya.


Setelah menunggu cukup lama, pintu apartemen pria itu pun terketuk. Dan dengan cepat Ardi membukanya. Benar saja, yang datang adalah Sasa. Wanita itu langsung masuk dan bergelayut manja di tubuh Ardi.


Ardi tersenyum menyeringai kemudian dia membawa Sasa ke kamarnya dan langsung membanting tubuh wanita itu dengan kasar ke atas ranjang. Kemudian Ardi membuka dasinya dan mengikat tangan Sasa ke atas.


Wanita itu menjadi panik saat Ardi mengikat tangannya. Apalagi saat ini pria itu tengah tersenyum menyeringai penuh misteri ke arah dirinya, dan seketika Sasa menjadi ketakutan.


''Ardi, apa yang kau lakukan? Kenapa tanganku diikat?'' tanya Sasa dengan gugup.


''Kau pikir, aku selama ini main-main dengan ancamanku? Apa kau berfikir, jika itu hanya sebuah omongan belaka?'' tanya Ardi sambil menatap sinis ke arah Sasa.


''Maksud kamu apa, Di?'' tanya Sasa pura-pura tidak tahu.


''Tidak usah pura-pura tidak tahu. Aku selama ini sudah diam, tapi aku rasa, diamku kau salah artikan. Tapi sekarang, gara-gara kau rumah tanggaku jadi hancur. Jika kamu memang mencintai seseorang, seharusnya tidak begitu caranya,'' jelas Ardi.


''Debaiknya kau katakan kepada Mentari, jika apa yang ada di dalam rekaman itu tidak benar. Dan itu hanyalah editan!'' titah Ardi kepada Sasa.


Namun, wanita itu segera menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin melakukan itu. Sasa sudah melangkah terlalu jauh, dan menjebak Ardi. Lalu sekarang, dia harus menghapus video itu. Tentu saja Sasa tidak ingin.


''Tidak! Aku tidak mau. Sampai kapanpun, aku tidak akan menghapus video itu. Lagi pula, kalaupun kau merusak hp-ku, aku masih mempunyai filenya,'' jelas Sasa dengan percaya diri.


''Sekarang aku kasih pilihan kepadamu. Pilih nyawa, atau kau katakan kepada Mentari, jika semua itu adalah kebohongan!'' ancam Ardi dengan sorot mata yang tajam.


Sasa seketika terdiam, saat melihat Ardi menatapnya dengan tajam. Apalagi suara pria itu terdengar begitu dingin dan datar, tidak sehangat biasanya walaupun pria itu sedang marah.


Namun cinta telah mengalahkan logika Sasa. Wanita itu tetap menolak permintaan Ardi. Dia tidak ingin menghapus ataupun berkata kepada Mentari, jika semua adalah salah paham.

__ADS_1


''Baiklah, jika itu maumu. Jangan pernah menyesal, karena telah membangunkan singa yang sedang tertidur!'' geram Ardi.


Setelah itu, ia menepuk kedua tangannya sebanyak tiga kali, dan dua orang pria berbadan kekar masuk ke dalam kamar dengan senyum menyeringai ke arah Sasa. Keduanya meneguk ludah dengan kasar, saat melihat tubuh ramping wanita itu yang sedang terlentang di atas ranjang.


''Dia adalah mainan kalian. Setelah itu, bawa dia pergi dari sini, ke tempat yang sudah ku perintahkan, paham!'' Ardi berkata kepada kedua orang tersebut.


''Paham Bos,'' jawab salah satu dari mereka. Kemudian mulai membuka bajunya dan menatap liar ke arah Sasa.


''Mau apa kalian, HAH! Ardi, apa yang kamu lakukan? Siapa mereka? Dan mau apa mereka?'' tanya Sasa dengan panik. Bahkan raut wajahnya sudah ketakutan, saat melihat kedua orang yang berada di hadapannya mulai mendekat sambil bertelanjang dada.


''Kau yang membuatku menjadi iblis, Sasa!'' jawab Ardi. Setelah itu dia meninggalkan kamar, membiarkan anak buahnya bermain-main dengan Sasa.


''Ardi! Apa maksudmu? Jangan tinggalkan aku! ARDI!'' teriak Sasa namun, Ardi tidak menghiraukan teriakan dari wanita itu.


Kedua pria itu mendekat ke arah Sasa dengan senyum menyeringai di wajah mereka. Setelah itu, mereka mulai membuka kain yang menempel di tubuhnya satu persatu. Sedangkan Sasa hanya meneguk ludahnya dengan kasar, kemudian salah satu dari pria itu mengambil gunting dan mulai menggunting baju Sasa.


''Diamlah Nona! Jangan berisik. Kami akan memberikan kepuasan kepadamu. Jika kau melawan, maka kami tidak akan pernah segan untuk melukaimu, kau paham!'' bentak pria yang bertubuh gempal.


''Tubuhnya benar-benar seksi. Aku jadi tidak sabar, ingin segera mencicipinya, pasti rasanya sangat lezat?'' ucap pria berkulit hitam legam sambil tersenyum dengan gigi yang mulai kuning.


Sasa menggeleng, air matanya sudah jatuh membasahi pipi. Dia takut jika kedua orang itu akan melakukan hal yang tidak tidak kepada dirinya. Apalagi saat melihat pisang ambon mereka yang sudah berdiri tegak dan siap untuk bertempur.


''Saya mohon, tolong lepaskan saya, Pak! Jangan apa-apakan saya!'' pinta Sasa dengan wajah memelas.


Namun, kedua pria itu malah terkekeh. ''Makanya Nona, jangan pernah bermain-main dengan Tuan Ardi,'' ujar pria yang bertubuh gempal, kemudian mereka mulai menyiksa Sasa dengan kenikmatan.


.


.

__ADS_1


Ardi kembali ke rumah sakit. Dia ingin menemui Mentari, tetapi saat pria itu sampai di sana, ada dua orang yang berpakaian hitam berjaga di depan ruang inap milik istrinya.


''Maaf Tuan, Anda mau ke mana?'' tanya salah satu pengawal yang sedang menjaga ruangan Mentari.


''Aku mau masuk. Di dalam adalah istriku yang sedang dirawat. Kalian siapa? Saya tidak pernah ya, meminta seseorang untuk menjaga istri saya. Biarkan saya masuk!'' Ardi berkata sambil mencoba untuk masuk ke dalam, namun ditahan oleh kedua orang tersebut.


''Maaf Tuan, kami diminta Tuan Yoga, agar tidak mengizinkan Tuaan untuk bertemu dengan ibu Mentari. Sebaiknya Tuan pergi dari sini!'' usir salah satu pengawal.


Ardi terlihat kaget saat mendengar nama Yoga yang meminta kedua orang itu untuk menjaga istrinya. Apalagi Yoga memerintahkan anak buahnya untuk tidak membiarkannya bertemu dengan Mentari.


Kedua tangannya terkepal dengan kuat, rahangnya mengeras dengan sorot mata yang tajam. Bagaimana tidak? Ardi adalah suaminya, dan Mentari adalah istrinya, tapi Yoga sudah ikut campur dalam masalah rumah tangganya.


''Mana bos kalian, hah? Aku ingin bicara dengannya! Minggir! Aku mau masuk.'' Ardi memaksa untuk masuk, tetapi kedua pria itu malah mendorong tubuh Ardi hingga terjatuh ke lantai.


Keributan pun terjadi di sana, dan Yoga yang sedang berada di dalam seketika keluar saat mendengar keributan. Dan dia melihat Ardi yang sedang berdebat dengan kedua anak buahnya.


''Heh! Apa maksudnya menyuruh anak buah Anda untuk melarang saya bertemu dengan Mentari? Dia adalah istri saya. Anda tidak punya hak apapun!'' geram Ardi saat melihat Yoga keluar dari ruangan Mentari.


''Bukan aku yang ingin melakukan ini, tapi Mentari sendiri. Dia tidak ingin bertemu denganmu,'' jawab Yoga dengan datar.


Namun Ardi tidak percaya. Dia mencoba untuk menerobos masuk, dan keributan di sana memantik Satpam datang. Akhirnya Yoga menyuruh satpam untuk membawa Ardi keluar dari rumah sakit.


Sedangkan Mentari di dalam hanya diam saja sambil menitikan air mata. Dia memang masih belum siap untuk bertemu dengan Ardi, rasa sakit di hatinya begitu dalam, mengingat luka-luka yang pernah dialami.


''Maafkan aku mas. Aku belum siap untuk bertemu dengan kamu. Rasanya melihat wajahmu, membuatku sakit, saat mengingat tentang pergumulan panas kamu dengab kembaran garam dapur itu,'' ucap Mentari dengan suara yang lirih.


BERSAMBUNG.....


Maaf hari ini up cma 1 bab aja🙏🏻Othor masih istirahat nih🙏🏻Semoga besok sudah fit kembali dan bisa up lagi💪🏻💪🏻

__ADS_1


__ADS_2