Suamimu, Ayah Dari Anaku

Suamimu, Ayah Dari Anaku
Malam Yang Berkesan


__ADS_3

Happy reading.....


Tidak terasa bulan suci Ramadan telah usai, dan tak terasa besok sudah hari raya Idul Fitri saja. Malam ini Kevin mengajak Aurora untuk pergi keluar, mereka akan melakukan dinner sambil menikmati malam takbiran di sebuah tempat yan sudah disediakan oleh Kevin.


Tepat jam 19.00 malam, pria itu sudah datang ke kediaman aja Anjasmara untuk menjemput Aurora. Sesampainya di sana Aurora sudah siap dan mereka pun langsung berangkat, setelah meminta izin kepada Bagas dan juga Bunga.


"Kevin, sebenarnya kita mau ke mana sih?" tanya Aurora saat sudah berada di dalam mobil.


"Ada deh, pokoknya. Ini surprise, nanti kamu juga akan tahu," jawab Kevin sambil tersenyum penuh misteri ke arah Aurora.


Aurora pun hanya bisa menghela napas, setelah itu tidak ada lagi pertanyaan darinya. Dia fokus menikmati jalanan dan keindahan di malam hari, tidak ayal mereka juga melewati beberapa kerumunan anak-anak remaja yang sedang merayakan takbiran.


'Aku tidak menyangka, jika malam takbir di tahun ini dirayakan bersama dengan kehadiran Kevin?' batin Aurora sambil menatap ke arah Kevin dari sudut ekor matanya.


Biasanya malam takbir di tahun-tahun sebelumnya, Aurora selalu melewatinya bersama dengan keluarga, bakar-bakar barbeque di rumah atau hanya sekedar mengerjakan tugas kampus. Tapi sekarang dia sudah memiliki kekasih.


Tidak terasa mobil pun sampai di sebuah gedung berlantai 15. Aurora merasa bingung, tapi kemudian dia mengikuti ke mana Kevin akan membawanya. Saat mereka masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja Kevin mengeluarkan satu buah sapu tangan berwarna merah.


"Itu untuk apa?" tanya Aurora sambil menunjuk sapu tangan yang Kevin pegang.


"Aku akan menutup matamu, nanti setelah sampai di sana baru kau akan membukanya," ujar Kevin.


"Apa harus sampai menutup mata seperti itu?" tanya Aurora kembali dan Kevin hanya mengganggukan kepalanya.


Tidak terasa lift sudah sampai di lantai 15, Kevin menggandeng tangan Aurora berjalan dengan perlahan menuju tempat yang sudah dia sediakan. Tubuh Aurora sedikit menggigil, karena terpaan angin yang begitu kencang. Dia yakin jika mereka sedang berada di atap, karena biasanya angin seperti itu hanya ada di Rooftop saja.


"Apa sekarang kita ada di Rooftop? Kenapa anginnya kencang sekali?" tanya Aurora yang masih ditutup matanya.

__ADS_1


"Feeling kamu begitu kuat, sayang," jawab Kevin sambil mencubit hidung Aurora, kemudian langkah mereka pun terhenti.


Dengan perlahan Kevin mulai membuka ikatan sapu tangan tersebut, dan dia meminta Aurora untuk membuka matanya. Wanita itu pun perlahan membuka mata indah yang mempunyai bulu mata yang lentik.


Aurora begitu terpana saat melihat pemandangan di hadapannya, di mana ada lampu berwarna-warni yang menghias bentuk love. Dan di sana juga ada tulisan Will you marry me. Dia langsung menghadap ke arah Kevin, dan ternyata saat ini pria itu sedang berjongkok di hadapannya.


"Aurora walau kita memang pada akhirnya akan menikah, tapi aku ingin melamarmu secara resmi. Will you marry me Aurora?" ucap Kevin sambil memberikan kalung dan sebuket bunga mawar berwarna merah.


Gadis itu terharu saat melihat apa yang Kevin lakukan, kemudian dia mengangguk dengan cepat, "Yes I will," jawab Aurora. Kevin yang mendengar itu pun tentu saja sangat bahagia. Dia menyematkan kalung yang dipegangnya, lalu mengecup kening Aurora dengan lembut.


"Terima kasih, aku berharap cinta kita akan abadi," ucap Kevin dan Aurora hanya mengangguk saja.


Kemudian mereka berjalan ke arah meja, di mana di sana sudah terdapat makanan yang disediakan oleh pelayan atas perintah Kevin. Dan keduanya pun langsung memakan makanan tersebut dengan nuansa dan juga suasana yang begitu romantis.


Apalagi terlihat kembang api yang dinyalakan oleh orang suruhan Kevin yang bertuliskan I love you and i miss you Aurora. Itu membuat Aurora melihat ke arah Kevin dengan tatapan penuh haru.


"Dan aku akan selalu membuatmu tersenyum dan bahagia. Tidak akan kubiarkan kamu menangis, walau satu tetes air yang keluar dari kedua mata indahmu. Jika pun engkau menangis, hanya akan ada kebahagiaan bukan kesedihan," jelas Kevin sambil mengecup tangan Aurora.


Keduanya menikmati pemandangan dengan lampu kelap-kelip dari setiap bangunan, dan juga kembang api yang bertaburan di udara dengan begitu sangat indahnya.


Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Aurora pun harus pulang, karena jika dia pulang terlambat maka Bagas akan marah.


"Terima kasih ya, kamu sudah membuat malam ini begitu sangat berkesan di dalam hidupku," ucap Aurora saat mereka berada di dalam mobil.


"Sama-sama, besok aku dan juga kedua orangku akan bersilaturahmi ke rumahmu, boleh 'kan?" tanya Kevin.


"Tentu saja boleh, masa silaturahmi nggak boleh," jawab Aurora sambil mencubit pinggang Kevin.

__ADS_1


Mobil pun telah sampai di kediaman Anjasmara, Kevin langsung pulang sebab hari juga sudah malam. Dia tidak sabar untuk menunggu hari esok, sebab Kevin dan juga orang tuanya selain bersilaturahmi kepada keluarga Anjasmara, mereka juga akan membicarakan tentang pernikahan Kevin dan juga Aurora.


.


.


Pagi ini saat semua sudah kumpul di kediaman Anjasmara. Ada Mentari, Ardi beserta dengan putra dan putrinya, begitupun Tina dan juga keluarganya. Mereka semua saat ini tengah berkumpul dan Dldi sana juga ada Yoga.


Tiba-tiba saja bel kediaman itu berbunyi, dan ternyata keluarga dari Kevin sudah datang. "Assalamualaikum," ucap tante Rinjani, papa Raffi dan juga Kevin.


"Waalaikumsalam, Minal aidin wal faizin ya Jeng," ucap Bunga sambil menyalami tangan mama Rinjani bergantian kepada papa Raffi dan juga Kevin.


"Wah, ternyata di sini sudah ramai sekali ya?" ucap tante Rinjani saat melihat semua orang sudah berkumpul. Kemudian dia dan juga suaminya menyalami satu persatu orang yang ada di sana, setelah itu mereka pun duduk di kursi.


"Wah, ini siapa lucu sekali?" tanya tante Rinjani sambil mencubit pipi Langit. "Mereka kembar ya?" tanyanya lagi.


"Iya Tante, mereka anak-anak saya. Yang ini namanya langit, dan ini namanya bumi," jawab Tina sambil tersenyum ke arah tante Rinjani.


"Lalu kamu sedang hamil lagi?" tanya tante Rinjani sambil menatap ke arah perut Tina yang membuncit, dan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Masya Allah, pasti anaknya kembar lagi ya? Waah, bahagia sekali ya. Semoga nanti Kevin dan juga Aurora cepat menyusul, jadi tante sama Om bisa cepat menimang cucu," ujar tante Rinjani sambil menyenggol bahu Kevin.


Aurora yang mendengar itu pun tersipu malu, lalu tak lama terdengar lagi bel berbunyi dan ternyata yang datang adalah Anggi dan juga Rika. Mereka langsung menyalami semua orang yang ada di sana. Dan tidak lama setelah kedatangan mereka, datang lagi seseorang, di mana seketika membuat mood Anggi mendadak menjadi kesal.


'Yah, kenapa harus ada si kulkas tujuh pintu sih di sini?' batin Anggi menggerutu.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2