TAKDIR KU

TAKDIR KU
107.AMBIL ALAT TEMPUR KITA


__ADS_3

"Bapak di sini banyak ikan gede-gede. Kita pancing ya pak biar kita nanti makan pakai ikan."Teriak Anah pada bapaknya, karena jaraknya agak jauh.


"Kan kita tidak punya pancingan nduk. Banyak nya lebih dari sepuluh apa gak?"tanya pak Jumadi.


"Iya lebih pak, ikan wader, gabus banyak. besar dan kecil."Jawab Anah dengan suara rendah, karena sudah mendekati bapaknya.


"Baiklah tar kita bendung air yang mengalir kesitu dulu .... "belum selesai sudah di potong oleh Anah.


"Lah buat apa di bendung sih pak yang sebelah mana?"tanya Anah.


"Kebiasaan, orang tua ngomong belum selesai sudah main potong saja."Omel pak Jumadi.


"Hehehe maaf habis aku bingung."Kata Anah sambil cengengesan.


"Di bilangin malah nyengeges. Sudah sana pulang Ambil irek dan ember dua. Kalau di tanya nenek, bilang bapak mau tawu(nguras). Perintah pak Jumadi.


"Oh di bendung biar gak mengalir ke situ ya pak." Di jawab anggukkan oleh pak Jumadi "Baiklah aku pulang ambil alat tempur kita."Kata Anah dengan senyum mengembang.


Anah pulang dengan bernyanyi riang gembira, bahkan tidak perduli dengan tatapan orang.


"Dasar Unyil."Kata pak Jumadi, menggeleng kepala melihat tingkah polah anak bungsunya.


"Lek itu Anah kayaknya seneng banget?"tanya Iyan, yang melihat Anah riang gembira.


"Kebetulan ada kamu, aku lagi cari teman buat tawu."Ujar pak Jumadi bukan jawab pertanyaan, malah senang ada bala bantuan.


"Ha tawu, di mana lek? Mau banget aku. ngaret nya nanti aja setelah tawu."Kata Iyan dengan senang dan antusias.


"Ini memang rejeki, kalau ada satu orang lagi. Lumayan yang mau di tawu, kalau tidak ada kita saja."Kata pak Jumadi.


"Sebelah mana lek, sini aku bendung dulu. Tapi ini tidak ada ikan nya ngapain di tawu?" tanya Iyan, dia melihat genangan air di depan nya.


Sama sekali tidak menarik, karena ikan kecil seperti teri tidak banyak pula.


"Bukan yang di depan mu Yan, di ujung sana. Tadi Anah lihat, makanya di sangat antusias mau makan enak."Jawab pak Jumadi sambil menunjukkan bagian genangan yang di maksud.


"Oh kirain hehehe, oh ya denger-denger Anah habis sakit ya lek?"tanya Iyan.


"Iya itu baru masuk sekolah tadi, sudah seminggu gak sekolah. Nyusul ke sini gak mau diam malah keliling rawa. Akhirnya metik di genangan situ dan teriak minta pancing ikan. Karena pengen makan enak katanya, tapi aku gak punya pancing makanya tak ajak tawu aja."Jawab pak Jumadi panjang lebar.


"Mari kita bendung keliling dulu, jangan lupa berdoa dan izin tempat sebelum jebur."Ajak pak Jumadi.


"Baik lek,"jawab Iyan.


Mereka berdua sedang membendung aliran air dari sungai dulu. Yang memang mengalir ke genangan itu. Rawa itu tidak ada yang menanam padi hanya untuk mencari ikan seperti saat ini, mencari sayur genjer.


Karena memang banyak genjer, meski dalam rawa itu. Demi dapat sayur gratis para warga rela jebur. Kecuali Anah dan nenek, mereka lebih cari aman.


...****************...


Sedangkan Anah kini sampai rumah mengambil 2 ember ukuran 5 liter. Lalu ke dapur mencari irek (salah satu alat penyaring,yang di gunakan untuk membuat tiwul) setelah dapat ia pamit lagi pada neneknya.


"Nek aku berangkat lagi ya,"pamit Anah, pada nenek yang sedang duduk di teras.


"Iya, loh itu mau buat apa di bawa?"tanya Nenek.


"Alat tempur nek, bapak mau tawu di rawa."Jawab Anah.


"Oh emang banyak ikan nya ya?"tanya Nenek.


"Iya nenek, tadi nya aku ajak bapak mancing tapi tidak punya pancing. Terus bapak suruh aku pulang buat ambil ini semua buat tawu. Ya sudah aku berangkat Taku kelamaan nanti, assalamualaikum,"ucap Anah.


"Wa'alaikumsalam,"jawab nenek.


Anah tak henti-hentinya bernyanyi lagu yang memang lagi ngetrend itu.


......................


Ini loh, ember


Ini loh, keran


Ini loh, air


Nah, baru tahu, ya


Diobok-obok, airnya diobok-obok


Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok

__ADS_1


Kena mukaku, aku jadi mandi lagi


Dingin, dingin


Dimandiin


Awas, masuk angin


Diobok-obok, airnya diobok-obok


Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok


Diputer-puter, kerannya diputer-puter


Airnya banjir, aku jadi mandi lagi


Dingin, dingin


Dimandiin


Awas, masuk angin


Ada air hujan (rasanya tawar)


Ada air laut (rasanya asin)


Ada air susu (rasanya manis)


Itu untuk mimik, mimik, mimik, mimik, mimik


Air ada banyak


Ada air mata


Ada mata air


Ada air minum


Minum air, minum air, minum air bisa kembung


Diobok-obok, airnya diobok-obok


Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok


Kena mukaku, aku jadi mandi lagi


Dingin, dingin


Dimandiin


Awas, masuk angin


Diobok-obok, airnya diobok-obok


Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok


Diputer-puter, kerannya diputer-puter


Airnya banjir, aku jadi mandi lagi


Dingin, dingin


Dimandiin


Awas, masuk angin


Ada air hujan (rasanya tawar)


Ada air laut (rasanya asin)


Ada air susu (rasanya manis)


Itu untuk mimik, mimik, mimik, mimik, mimik


Air ada banyak


Ada air mata


Ada mata air

__ADS_1


Ada air minum


Minum air, minum air, minum air bisa kembung


......................


Dari jauh Anah yang masi nyanyi itu, melihat bapaknya ada temannya. Yang lagi membendung aliran air sekeliling genangan.


"Bapak ini aku sudah bawakan alat tempurnya."Kata Anah sambil menunjukkan pada bapaknya.


"Ya sudah taruh situ dulu ini belum selesai."Kata pak Jumadi.


"Pak boleh ikut tawu gak?"tanya Anah.


"Gak usah kamu di situ saja jangan nyemplung."Jawab pak Jumadi.


"Ya sudah lah, padahal aku pengen ikut nangkap ikan juga."Keluh Anah dengan muka cemberut.


"Kamu baru sembuh dari sakit, kalau kamu ikut masuk ke sini yang ada sakit lagi. Mau?"tanya pak Jumadi.


"Iya gak mau lah pak, baru juga aku bisa sekolah."Jawab Anah.


"Ya sudah kalau begitu nurut sama orang tua. Atau gak jadi ini tawunya."Ancam pak Jumadi.


"Jadilah pak, aku diam di sini. Gak bantah lagi, karena aku mau makan ikan gabus itu." Kata Anah yang tidak lagi cemberut.


Jenuh jika nunggu cuma diam, akhirnya Anah menyanyi lagu dangdut. Yang membuat ia tidak jenuh, apa lagi yang di nyanyikan itu sangat ia sukai. Yaitu karakter penyanyi dangdut tersebut, menarik bagi Anah. Artis kalau nyanyi juga tak bisa diam pasti pecicilan. Artis penyanyi dangdut yang yang lagi naik daun vetty vera.


......................


M A C H O .. O ..O...


M A C H O .. O ..O...


Matanya (Ah), Hidungnya (Ah), Bibirnya Macho Ahhh


Rambutnya, Dadanya, Bodynya Macho Juga


Berdebar-Debar Hatiku Ini


Disaat Engkau Pegang Tanganku


Terasa Melayang Tubuh Ini


Disaat Kau Bilang Kata I Love You


Aku Suka, Aku Sayang, Aku Cinta Kepadamu


M A C H O .. O ..O...


Macho .... (Macho Macho Macho)


Macho Ah Ah (Macho Macho Macho)


Istilah Cowok Sekarang


Pabila Wajahnya Tampan Gayanya Juga Menawan


Baru Dibilang Itu Cowok Macho


Macho... (Macho Macho Macho)


Macho Ah Ah (Macho Macho Macho)


Selalu Jadi Rebutan


Cintanya Sungguh Berkesan


Tatap Matanya Yang Tajam


Aduh-Aduh Aku Tak Tahan


Lama-Lama Bisa Gila


Bila Aku Tak Memiliki Dia


......................


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2