
"Bapak di sini banyak ikan gede-gede. Kita pancing ya pak biar kita nanti makan pakai ikan."Teriak Anah pada bapaknya, karena jaraknya agak jauh.
"Kan kita tidak punya pancingan nduk. Banyak nya lebih dari sepuluh apa gak?"tanya pak Jumadi.
"Iya lebih pak, ikan wader, gabus banyak. besar dan kecil."Jawab Anah dengan suara rendah, karena sudah mendekati bapaknya.
"Baiklah tar kita bendung air yang mengalir kesitu dulu .... "belum selesai sudah di potong oleh Anah.
"Lah buat apa di bendung sih pak yang sebelah mana?"tanya Anah.
"Kebiasaan, orang tua ngomong belum selesai sudah main potong saja."Omel pak Jumadi.
"Hehehe maaf habis aku bingung."Kata Anah sambil cengengesan.
"Di bilangin malah nyengeges. Sudah sana pulang Ambil irek dan ember dua. Kalau di tanya nenek, bilang bapak mau tawu(nguras). Perintah pak Jumadi.
"Oh di bendung biar gak mengalir ke situ ya pak." Di jawab anggukkan oleh pak Jumadi "Baiklah aku pulang ambil alat tempur kita."Kata Anah dengan senyum mengembang.
Anah pulang dengan bernyanyi riang gembira, bahkan tidak perduli dengan tatapan orang.
"Dasar Unyil."Kata pak Jumadi, menggeleng kepala melihat tingkah polah anak bungsunya.
"Lek itu Anah kayaknya seneng banget?"tanya Iyan, yang melihat Anah riang gembira.
"Kebetulan ada kamu, aku lagi cari teman buat tawu."Ujar pak Jumadi bukan jawab pertanyaan, malah senang ada bala bantuan.
"Ha tawu, di mana lek? Mau banget aku. ngaret nya nanti aja setelah tawu."Kata Iyan dengan senang dan antusias.
"Ini memang rejeki, kalau ada satu orang lagi. Lumayan yang mau di tawu, kalau tidak ada kita saja."Kata pak Jumadi.
"Sebelah mana lek, sini aku bendung dulu. Tapi ini tidak ada ikan nya ngapain di tawu?" tanya Iyan, dia melihat genangan air di depan nya.
Sama sekali tidak menarik, karena ikan kecil seperti teri tidak banyak pula.
"Bukan yang di depan mu Yan, di ujung sana. Tadi Anah lihat, makanya di sangat antusias mau makan enak."Jawab pak Jumadi sambil menunjukkan bagian genangan yang di maksud.
"Oh kirain hehehe, oh ya denger-denger Anah habis sakit ya lek?"tanya Iyan.
"Iya itu baru masuk sekolah tadi, sudah seminggu gak sekolah. Nyusul ke sini gak mau diam malah keliling rawa. Akhirnya metik di genangan situ dan teriak minta pancing ikan. Karena pengen makan enak katanya, tapi aku gak punya pancing makanya tak ajak tawu aja."Jawab pak Jumadi panjang lebar.
"Mari kita bendung keliling dulu, jangan lupa berdoa dan izin tempat sebelum jebur."Ajak pak Jumadi.
"Baik lek,"jawab Iyan.
Mereka berdua sedang membendung aliran air dari sungai dulu. Yang memang mengalir ke genangan itu. Rawa itu tidak ada yang menanam padi hanya untuk mencari ikan seperti saat ini, mencari sayur genjer.
Karena memang banyak genjer, meski dalam rawa itu. Demi dapat sayur gratis para warga rela jebur. Kecuali Anah dan nenek, mereka lebih cari aman.
...****************...
Sedangkan Anah kini sampai rumah mengambil 2 ember ukuran 5 liter. Lalu ke dapur mencari irek (salah satu alat penyaring,yang di gunakan untuk membuat tiwul) setelah dapat ia pamit lagi pada neneknya.
"Nek aku berangkat lagi ya,"pamit Anah, pada nenek yang sedang duduk di teras.
"Iya, loh itu mau buat apa di bawa?"tanya Nenek.
"Alat tempur nek, bapak mau tawu di rawa."Jawab Anah.
"Oh emang banyak ikan nya ya?"tanya Nenek.
"Iya nenek, tadi nya aku ajak bapak mancing tapi tidak punya pancing. Terus bapak suruh aku pulang buat ambil ini semua buat tawu. Ya sudah aku berangkat Taku kelamaan nanti, assalamualaikum,"ucap Anah.
"Wa'alaikumsalam,"jawab nenek.
Anah tak henti-hentinya bernyanyi lagu yang memang lagi ngetrend itu.
......................
Ini loh, ember
Ini loh, keran
Ini loh, air
Nah, baru tahu, ya
Diobok-obok, airnya diobok-obok
Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok
__ADS_1
Kena mukaku, aku jadi mandi lagi
Dingin, dingin
Dimandiin
Awas, masuk angin
Diobok-obok, airnya diobok-obok
Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok
Diputer-puter, kerannya diputer-puter
Airnya banjir, aku jadi mandi lagi
Dingin, dingin
Dimandiin
Awas, masuk angin
Ada air hujan (rasanya tawar)
Ada air laut (rasanya asin)
Ada air susu (rasanya manis)
Itu untuk mimik, mimik, mimik, mimik, mimik
Air ada banyak
Ada air mata
Ada mata air
Ada air minum
Minum air, minum air, minum air bisa kembung
Diobok-obok, airnya diobok-obok
Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok
Kena mukaku, aku jadi mandi lagi
Dingin, dingin
Dimandiin
Awas, masuk angin
Diobok-obok, airnya diobok-obok
Ada ikannya, kecil-kecil pada mabok
Diputer-puter, kerannya diputer-puter
Airnya banjir, aku jadi mandi lagi
Dingin, dingin
Dimandiin
Awas, masuk angin
Ada air hujan (rasanya tawar)
Ada air laut (rasanya asin)
Ada air susu (rasanya manis)
Itu untuk mimik, mimik, mimik, mimik, mimik
Air ada banyak
Ada air mata
Ada mata air
__ADS_1
Ada air minum
Minum air, minum air, minum air bisa kembung
......................
Dari jauh Anah yang masi nyanyi itu, melihat bapaknya ada temannya. Yang lagi membendung aliran air sekeliling genangan.
"Bapak ini aku sudah bawakan alat tempurnya."Kata Anah sambil menunjukkan pada bapaknya.
"Ya sudah taruh situ dulu ini belum selesai."Kata pak Jumadi.
"Pak boleh ikut tawu gak?"tanya Anah.
"Gak usah kamu di situ saja jangan nyemplung."Jawab pak Jumadi.
"Ya sudah lah, padahal aku pengen ikut nangkap ikan juga."Keluh Anah dengan muka cemberut.
"Kamu baru sembuh dari sakit, kalau kamu ikut masuk ke sini yang ada sakit lagi. Mau?"tanya pak Jumadi.
"Iya gak mau lah pak, baru juga aku bisa sekolah."Jawab Anah.
"Ya sudah kalau begitu nurut sama orang tua. Atau gak jadi ini tawunya."Ancam pak Jumadi.
"Jadilah pak, aku diam di sini. Gak bantah lagi, karena aku mau makan ikan gabus itu." Kata Anah yang tidak lagi cemberut.
Jenuh jika nunggu cuma diam, akhirnya Anah menyanyi lagu dangdut. Yang membuat ia tidak jenuh, apa lagi yang di nyanyikan itu sangat ia sukai. Yaitu karakter penyanyi dangdut tersebut, menarik bagi Anah. Artis kalau nyanyi juga tak bisa diam pasti pecicilan. Artis penyanyi dangdut yang yang lagi naik daun vetty vera.
......................
M A C H O .. O ..O...
M A C H O .. O ..O...
Matanya (Ah), Hidungnya (Ah), Bibirnya Macho Ahhh
Rambutnya, Dadanya, Bodynya Macho Juga
Berdebar-Debar Hatiku Ini
Disaat Engkau Pegang Tanganku
Terasa Melayang Tubuh Ini
Disaat Kau Bilang Kata I Love You
Aku Suka, Aku Sayang, Aku Cinta Kepadamu
M A C H O .. O ..O...
Macho .... (Macho Macho Macho)
Macho Ah Ah (Macho Macho Macho)
Istilah Cowok Sekarang
Pabila Wajahnya Tampan Gayanya Juga Menawan
Baru Dibilang Itu Cowok Macho
Macho... (Macho Macho Macho)
Macho Ah Ah (Macho Macho Macho)
Selalu Jadi Rebutan
Cintanya Sungguh Berkesan
Tatap Matanya Yang Tajam
Aduh-Aduh Aku Tak Tahan
Lama-Lama Bisa Gila
Bila Aku Tak Memiliki Dia
......................
*****Bersambung....
__ADS_1