TAKDIR KU

TAKDIR KU
51.MASIH BAU KENCUR JUGA


__ADS_3

Hingga dia sampai di rumah langsung deprok, nafas ngos-ngosan. Sambil mengeluarkan barang bawaan nya dan mau di cuci.


"Kamu kenapa an, sampai lari-larian begitu?"mengagetkan Anah, sampai si empunya jingkrat karena kaget.


"Tadi ketemu mas puji, jadi aku lari deh, hehehe."Jawab Anah


"Kamu juga ngagetin aku aja."Lanjut Anah.


"Aku lihat kamu lari, jadi aku langsung kesini deh."Jawab Angga.


"Mas boleh minta bantuan gak aku capek." Anah merengek.


"Emang minta bantuan apa?"tapi bukan Angga melainkan Warto.


"Eh ... mau minta bantuin nimba air lek."Anah tak enak hati pada Warto.


Warto tidak jawab lagi, ia langsung nimba air untuk Anah. Semua di isi setiap ember, Anah mulai mencuci piring.


"Terima kasih ya lek."Ucap Anah pada Warto.


"Iya, mau di bantu lagi?"dengan nada lembut.


Johan hanya diam, menatap iba pada Anah. namun tidak bisa berbuat apa-apa pada Anah.


"Mas aku pulang ya. Ngga pulang gak? An, sampai ke temu nanti malam."Pamit pada Warto, juga Anah yang biasa nonton TV di rumahnya bersama Warto. Ia berjalan bersama Angga untuk pulang karena sudah dari pulang sekolah mereka main.


"Iya Jo"jawab Anah.


"Ya sudah aku pulang ya? nanti kalau mau nonton tak panggil."Kata Warto sambil mengusap kepala Anah. Dan Anah hanya mengangguk sebagai jawaban, sambil tersenyum manis.


Setelah selesai mencuci piring, Anah langsung mencuci bajunya dan nenek. setelah selesai ia menyapu sekeliling rumahnya. Tidak hanya itu, Anah menghangatkan sayur, dan nasi, baru mandi. Setelah mandi ia mulai mengerjakan tugas sekolah. Merasa capek ia baru merebahkan badan di ranjang kayu di ruang tamu. Nenek sudah pulang, langsung menegurnya.


"Ini sudah jam lima lewat jangan tidur, tidak baik. Sana kandangin entok habis itu ayam, nih rumah belum di sapu ya.


"Ya belum nek lupa, aku habis kerjain PR sekolah."Jawab Anah dan langsung mengambil sapu dan mengerjakan.


Anah sudah lelah ingin istirahat pun tidak bisa. Segera ia melakukan apa yang sudah di perintahkan neneknya. Selesai ia duduk di teras sambil menyanyikan mengikuti yang ada di radio.


......................


Tiap pagi dan sore hari


Muda-mudi berbusana rapi


Menyandang kitab suci


Hilir mudik silih berganti


Pulang pergi mengaji

__ADS_1


Duhai ayah ibu


Berikanlah izin daku


Untuk menuntun ilmu


Pergi ke rumah guru


Mondok di kota santri


Banyak ulama kiyai


Tumpuan orang mengaji


Mengkaji ilmu agama


Bermanfaat di dunia


Menuju hidup bahagia


Sampai di akhir masa


......................


"Allahuakbar-Allahuakbar ...."adzan berkumandang


Lalu menutup pintu ia naik ke ranjang yang ada di ruang tamu duduk bersila dan diam.


Sementara nenek menunaikan ibadah sholat magrib. Setelah sholat mengajak Anah makan, karena Anah juga belum makan. Masalah makan Anah sama dengan neneknya, terjamin gizi seimbang. Namun perlakuan nenek yang membuat mental dan fisik yang menderita.


Setelah makan Anah masuk kamar yang di tempati orang tuanya. Merebahkan tubuhnya, termenung, iya memikirkan masa depannya.


Dia ingat dengan lagu yang di radio, yang sebelum magrib tadi. Anah ingin ke pondok pesantren ketika lulus SD nanti.


Selain ingin bisa mengaji dia ingin bebas dari neneknya. Di pondok nanti ia sudah bisa mandiri seperti masak, mencuci, dan bersih-bersih jadi gak akan susah. Itu yang dia dengar dari temannya yang punya kakak masuk pondok pesantren.


Tak terasa ia tertidur pulas di dalam kamar, orang tuanya. Ya ia kelelahan seharian tanpa istirahat, seusianya tidak ada yang seperti dirinya.


"Anah ayo nonton TV di rumah Johan."Warto manggil dari halaman rumah.


Anah tidak menyahut, karena sudah tidur pulas. Nenek yang tidak mendengar suara Anah pun melihat ke kamar anaknya. Dan begitu tau Anah tidur, ia menyampaikan pada Warto.


"War Anah sudah tidur pulas sekali, kamu nonton sendiri ya."Ujar Nenek.


$Iya nek" mungkin dia sudah capek kasihan tadi aja mukanya pucat."Dalam hati Warto berkata.


Warto pulang tidak jadi nonton karena Anah tidak nonton. Dia pun sampai rumah, langsung ambil buku belajar dan mengajar PR sekolah.


"Loh War kata nya mau nonton kenapa gak jadi?"tanya bu Kokom.

__ADS_1


"Anah nya tidur mak, ya sudah aku pulang aja males sendiri."Jawab Warto.


"Halah paling gak berani pulang sendiri mak." Kata Sugi meledek adiknya bungsu nya itu.


"Kan kalau aku takut gampang mas, tinggal nginep di rumah Johan aja. Gak seru kalau gak ada Anah."sahut Warto, sedikit sewot.


Masih bau kencur juga, ke banyakan modus. Ngomong mau pacaran terus, kalau siang gak bisa."Kata Sugi, sambil mendorong kepala Warto.


"Biarin, dasar bujang gak laku."Memaki Sugi, dengan nada kesal.


"Sudah belajar yang benar biar cepat lulus. Nanti tua di sekolah kamu." Kata Sugi dengan tegas. Lalu pergi dari hadapan adik dan ibunya.


...****************...


Pak Jumadi sudah semakin geram, dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut kakak iparnya. Ia bertekad setelah panen tahun ini. Ia akan kembali kan perkebunan yang di garap nya. Dia akan kerja ke pak Yatno saja, akan fokus pada perkebunan yang di garap.


Dek setelah panen ini kita pulang kan saja ya?"tanya pak Jumadi.


"Tapi gimana mas, itu juga masih lama mas, masih satu tahun lagi."Kata bu Sarinem.


"Ya pas dedek sudah besar nanti, mas yang akan kerja keras buat kalian nanti. Tapi mas sekarang mau fokus di kebun ini dan kebun kita serta kebun mas Yatno. Kalau ada waktu kosong mas kerja sama sama mas Yatno saja. Sudah malas kerja sama mas Harto, kecuali dia kesini minta aku kerja."Kata pak Jumadi


"Itu terserah mas saja, kalau bisa nanti kalau ada rejeki. Beli rumah ya mas sebelum kita serahkan kebun ini."Usul bu Sarinem.


"Insya Allah nanti, mas tanya sekitar sini yang bisa bayar dua kali. Seperti kebun kita kemarin, bayar pas musim panen."Kata pak Jumadi, sependapat dengan istrinya.


...****************...


Parno yang sudah siap, sore ini mereka akan kerumahnya Anah. Susi yang ikut pun sudah tidak sabar ingin segera jalan. Karena di rumah terus ia merasa bosan juga.


"Mas ayo ih lama."Teriak Susi dari ruang tamu.


"Iya ayo" ia pun menggandeng tangan Susi.


"Pak saya pamit ke rumah mas Jum."Pamit Parno,


"Iya hati-hati di jalan."Ujar pak Iman.


Akhirnya Parno dan Susi sudah sampai di rumah Anah. Di sambut dengan riang gembira oleh Anah.


"Assalamualaikum"Parno dan Susi mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam, lek Par dan bibi mau nginep kan di sini."Dengan wajah gembira.


"Iya deh lek Par nginep, bibi mau kan?" menoleh pada istrinya, dan Susi mengangguk.


"Yeee akhirnya rame deh di rumah."Anah bersorak.


*****Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2