TAKDIR KU

TAKDIR KU
70.RASA INGIN TAU


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dan kini Anah sudah mulai bisa berjalan kembali namun masih lemas. Jadi ketika jalan harus di papah atau merembet di dinding atau benda apa pun di sekitar. Saat ini Anah lagi berjalan keluar rumah tapi tidak mau di bantu siapa pun. Karena ingin berjalan tanpa bantuan, semangat untuk sembuh pun sangat gigih.


"Mau kemana nduk sini bapak bantu, kan masih lemas."Tawar pak Jumadi.


"Gak mau aku mau sendiri pak."Tolak Anah.


Dengan perlahan dia jalan hingga sampai di halaman rumah.


Ya Anah ingin ikut main dengan Monik, Nana Angga dan Nuri. Nuri datang bareng dengan Angga dan Nana. Angga hanya diam tidak main apa-apa, hingga Johan dan Warto datang baru Angga ikut main. Sekarang Anah yang hanya diam melihat kelompok masing-masing. Kelompok Angga main taplak, kelompok Monik main boneka.


Akhirnya Anah memilih untuk masuk kembali. Anah merasa kesulitan untuk berdiri dan kepalanya langsung pusing dan mata gelap. hampir saja Anah mau jatuh, untung ada pak Jumadi yang sigap menangkap dan menggendongnya. Lalu di bawa masuk dan di baringkan di ranjang kembali.


Angga yang melihat kejadian itu pun langsung lari masuk rumah."Lek Anah kenapa?"tanya Angga pada pak Jumadi.


Anah pingsan karena kecapekan, main sekarang dia harus istirahat. Angga boleh main lagi, Anah belum bisa main lama-lama. Jadi biarkan Anah istirahat ya, ini juga paling sebentar sudah bangun.


Iya lek aku balik lagi. Nanti kalau Anah belum sadar gimana?"tanya Angga ada rasa khawatir pada sepupunya.


Insya Allah nanti juga sadar, jangan khawatir ya. Doain Anah tidak apa-apa ya, sudah sekarang main lagi, biar Anah tenang dulu."Kata pak Jumadi, Angga mengangguk lalu pergi keluar.


Ngga kamu ngapain tadi lari masuk?"tanya Warto.


"Itu mas Anah tadi hampir jatuh, untungnya lek Jum yang langsung nangkap dan di gendong bawa masuk. Ternyata Anah pingsan lagi, lek Jum bilang Anah kelamaan main. Jadi sekarang harus istirahat biar sehat lagi." penjelasan Angga.

__ADS_1


"Terus tadi sudah sadar apa belum ngga?"Tanya Warto.


"Belum mas, lek minta di doain aja, biar tidak lama pingsan nya." Menyampaikan pesan pak Jumadi.


Ya begitulah jika kabar dari A ke B, dari B ke C, pasti ada selisih dalam berita tersebut. Dan ini sering terjadi pada emak-emak rempong dan kepo sama urusan orang lain.🤭


Di dalam rumah, setelah Angga pergi keluar rumah. Anah mulai sadar dan membuka matanya, pak Jumadi yang setia duduk di sampingnya. Langsung memberikan air minum dengan menggunakan Sendok, agar Anah tidak harus bangun dari baringnya.


setelah itu pak Jumadi meminta untuk tidur supaya sembuh.


"Pak tadi aku mau masuk, tapi kepala ku pusing banget dan gak bisa lihat apa-apa. pas melek jadi terang, dan aku tiba-tiba ada di ranjang."Cerita Anah pada bapaknya.


"Ya, tadi bapak yang bawa masuk karena kamu pingsan."jelas pak Jumadi pada Anah.


"Kalau seperti Anah rasakan, itu karena Anah lagi sakit. Dan di harus banyak istirahat atau berbaring jangan main terlalu dan di bawah sinar matahari. Itu pasti berakibat kepala pusing dan mata gelap sayang."Penjelasan dari pak Jumadi.


"Terus kalau buta itu emang gak sakit apa pak? kan gak bisa lihat."Rasa ingin tau menggebu-gebu.


"Ya beda nduk...., kalau buta itu pemberian dari Allah. Kalau di lihat dari kesempurnaan memang dia tidak seperti kita yang bisa melihat. Tapi sungguh ia mendapatkan kasih sayang Allah yang luar biasa. Karena tidak bisa melihat, Allah memberikan pendengaran dan penciuman yang tajam. Guna untuk mengenali orang yang ada disekitar dan yang ia kenal. Pengingat yang baik dan cerdas, bahkan lebih baik dari kita. Karena dengan mengingat ia bisa tau jalan dan tidak nyasar. Kita ni yang bisa melihat saja sering kali kesasar, betul tidak? kita bisa banyak belajar dari orang yang kurang sempurna fisik. B8ahwa kita harus selalu bersyukur atas pemberian Allah SWT sang maha pencipta."Pak Jumadi memberikan pelajaran yang sangat menyentuh hati Anah.


Ya Allah terima kasih aku masih bisa sehat lagi, kasihan bapak dan ibu jadi gak bisa kerja."Anah berdoa dalam hati.


Iya pak, emm... pak maafin aku ya. Karena aku sakit bapak dan ibu jadi repot, dan gak bisa kerja. Nanti bapak dan ibu gak punya duit buat bayar sekolah aku. Kan besok kalau aku naik kelas 2 monik juga sekolah. Terus nanti juga gak bisa beli beras, nanti makan pakai tiwul lagi. Kalau aku sih doyan, kasihan Monik, kalau bapak gak bisa beli beras monik gak makan. Kalau kelaparan nanti monik sakit dan meninggal. Aku jadi gak punya adek lagi dong pak, huhuhuhuhu"Anah langsung memeluk bapaknya dan nangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Pak Jumadi memberikan pelukan hangat, pada putri sulungnya dan membiarkan menangis hingga tenang. Yang pada main di luar pun langsung masuk semua dan bu Sarinem dan Nenek yang di dapur pun sama. Mereka berdiri di belakang pak Jumadi bahkan ibu dan Nenek sedih. Namun mereka tidak ada yang bersuara, hanya menjadi penonton. Setelah tenang pak Jumadi mulai memberi pengertian pada putrinya.


"Bapak dan ibu gak pernah merasa di repotkan sama Anah. Kalau Anah sakit itu tugas bapak dan ibu buat jaga dan rawat Anah. Kalau bapak gak punya duit lagi nanti kan bapak dan ibu bisa kerja lagi. Duit masih bisa di cari lagi, tapi kalau Anah yang gak ada. Bapak gak bisa nemu yang sama lagi. Anah tau kan kalau orang sudah meninggal itu. Kalau sudah di kubur tidak akan kembali."Kata pak Jumadi.


"Kayak pakde Jamal ya pak?"tanya Anah memastikan.


"Iya."Di jawab singkat.


"Makanya bapak dan ibu rawat Anah biar gak meninggal ya pak?"Anah tanya lagi.


"Ya Anah tidak akan meninggal kalau Allah belum berkehendak. Karena masih mau kasih Anah kesempatan buat sekolah dan belajar yang banyak."Kata pak Jumadi.


"Iya pak, aku mau makan lapar lagi. Kan aku biar cepat sembuh dan sekolah lagi. Bisa belajar banyak pelajaran yang bu guru ajarkan."Ucap Anah dan membersihkan air mata di wajahnya.


"Biar tambah semangat sekolah, ini Anah dah sembuh mau minta apa. Sebagai hadiah karena Anah sudah sembuh dan biar semangat belajar?"tanya pak Jumadi


"Aku mau hadiah?"tanya Anah dengan wajah berbinar.


"Iya sayang."jawab pak Jumadi.


"AAAAAH, tapi nanti bapak gak punya duit banyak."Tiba-tiba Anah menunduk dan murung.


*****Bersambung....

__ADS_1


kira-kira minta apa ya anah?🤔🤔


__ADS_2