TAKDIR KU

TAKDIR KU
152.ISTAFA


__ADS_3

"Memang gak salah jawaban anak mu. Gede bongsor, tapi tingkahnya masih bocah. Beda sama Monik, malah terlihat dewasa. Sopan lan santun sama yang lebih tua, la ini kayak bocah baru gede. Tapi kalau ngomong kayak orang tua, bahasanya juga ngenak banget di rulung hati."Katanya mbah Suja sambil menggeleng kepalanya.


"Itu adalah didikannya mamak lek, itu salah ku juga meninggalkan Anah sama mamak." Lalu menceritakan tentang ia meninggal Anah. Dan pada akhirnya ia juga tidak menyekolahkan Anah. Hal itu yang membuat Anah menjadi pendiam dan kalau ngomong selalu menyinggung lawan bicaranya.


...****************...


Pagi harinya Anah berangkat ke Jakarta lagi, tidak bisa di larang dengan ibunya. Pak Jumadi seperti biasa memberikan ongkos untuk ke Jakarta.


Waktu terus berjalan hingga kini Anah sudah setahun di Jakarta. Anah akan pulang untuk menghadiri pernikahan adiknya yang di jodohkan oleh bapaknya. Dengan bujang dewasa yang usianya 30 tahun. Sementara Monik berusia 16 tahun lebih mendekati 17 tahun.


Anah akan dinikahkan sekalian namun pihak laki-laki tidak setuju, sebab anak pertamanya belum menikah. Maka Anah hanya punya untuk acara pernikahan saja. Monik tidak mau jika di rias dan tidak mau di adakan resepsi pernikahan. Karena ia juga tidak ingin jika nanti mbaknya tidak mendapatkan itu. Maka mbaknya merasa iri, ia juga menerima pernikahan ini karena mbaknya menolak.


Monik cuma merasa tidak enak dengan mbak nya yang selalu di banding- bandingkan dengan dirinya. Dan hari ini juga laksanakan khitanan untuk Udin. Jadi di barengin dengan pernikahan Monik.


Suami Monik yaitu Istafa, memiliki tinggi badan 150 cm, kulit sawo matang, ganteng, yatim piatu sejak kecil. Istafa juga pekerja keras, punya ladang dan sawah yang luas.


Sehingga keluarga pak Jumadi yang tergolong masih jadi orang baru. Menjadi buah bibir orang, karena di pilih langsung oleh Istafa. Yang sebenarnya memang sejak kecil Istafa sudah meminta pada pak Jumadi. Untuk menikah kan dirinya dengan Anah, karena Istafa suka dengan Anah yang lagi bayi.


Flashback on


Istafa sejak bayi di rawat oleh saudaranya, lebih tepatnya sepupunya ibunya. Karena ibunya meninggal saat melahirkan Istafa. Dan bapaknya merawat mbak-mbaknya Istafa, yang masih balita Usia lima tahun dan dua tahun setengah.


Sementara kedua orang tuanya sangat mengenal pak Jumadi. Pak Jumadi juga mengenal anak sulungnya orang tua angkatnya. Bahkan manggil nya Mak juga sama seperti Istafa. Karena mereka juga sangat menyayangi pak Jumadi.


11 tahun kemudian Anah yang kini berusia 6 bulan, begitu menggemaskan. Apa lagi semua orang memanggilnya Unyil, seperti film yang di TV.

__ADS_1


Sepulang sekolah Istafa datang ke rumah pak Jumadi, karena sangat merindukan bayi lucu Anah. Bahkan Istafa hampir setiap hari main kerumahnya pak Jumadi. Hanya untuk main bersama bayi lucu dan menggemaskan itu.


"Mas Jum, Nanti kalau Anah yang cantik ini sudah besar. Aku mau nikah sama Anah ya mas, aku suka sama Anah. Aku gak akan nikah kalau nggak sama anak sampean mas."Ucap Istafa.


"Huss, gak boleh ngomong begitu Is, bagaimana jika nanti 9-10 tahun lagi. Kamu jadi laki-laki dewasa kamu nikah sama yang lain?"tanya pak Jumadi.


"Insya Allah aku akan menunggu Anah, sampai besar. Kalau Anah yang tidak mau, aku pun tidak akan mau menikah dengan lainnya. Kecuali dengan anakmu yang lain, aku akan menikah."Jawab Istafa ngotot pengen nikah sama Anah kalau sudah besar nanti.


"Ya kalau mas mu ini punya anak perempuan lain. Kalau mas cuma punya anak perempuan Anah saja. Terus Anah juga tidak mau sama kamu bagaimana?" tanya pak Jumadi.


"Mas Jum jahat, aku gak mau tau, kalau Anah gak mau dan gak punya adik perempuan. Aku gak akan nikah, biar aja nanti aku jadi perjaka tua."Langsung pulang dari rumah pak Jumadi dengan manyun kan bibir.


"Is kamu mau kemana? ....."


"Pulang! mas Jum jahat." Memotong ucapan pak Jumadi.


"Mungkin dia serius mas, sama kayak kamu tua sebelum waktunya jadi omongan nya nikah mulu."Kata bu Sarinem.


"Lo memang dia sering ngomong begitu?"tanya pak Jumadi.


"Iya mas, itu sama Anah sayangnya pol, untuk itu masih bayi. Kalau sudah besar, mungkin gak cuma nangis. Paling juga marah dan nabok Istafa mas, kadang pipinya Anah sampai merah habis di ciumi sama Istafa."Adunya Bu Sarinem.


"Waduh bisa bongok tu pipinya anak kita. Tapi mas heran kenapa harus Anah gitu. Biar saja lah dek, paling itu karena dia masih kecil aja. Beberapa tahun nanti juga berubah.


Sementara Istafa, yang masih berjalan pulang pun. Memikirkan bagaimana mana ia bisa sama Anah, dan nanti kalau sudah besar bisa nikah.

__ADS_1


Dua hari kemudian Istafa kerumah pak Jumadi secara diam-diam. Bersembunyi di bawah ranjang, saat Anah tidur di tinggal oleh bu Sarinem ke belakang rumah angkat jemuran baju.


Saat kembali Anah sudah tidak ada, hal membuat bu Sarinem kalang kabut. Melihat kolong ranjang kali aja ngegeliding kemudian keluar dari rumah. Nengok ke sana sini, kemudian bertanya pada tetangga yang sedang duduk mencabut uban.


"Kamu cariin Anah? itu tadi di bawa pulang sama Istafa Nem. Tak kira kamu yang suruh dia momong Anah."Kata salah satu yang pernah nolong bu Sarinem ya habis melahirkan saat pak Jumadi belum pulang dari rantau.


Bu Sarinem yang tau hal itu langsung pergi kerumah orang tua angkatnya Istafa. Untuk mengambil Anah, sebelum pak Jumadi pulang. Takut adalah keributan, dan akan memberitahu kan hal itu malam nanti.


Setelah kejadian Istafa menculik Anah, pak Jumadi memutuskan pindah untuk merantau. Kebetulan juga Parno sudah besar, dan bisa mengerjakan sawah untuk dirinya sendiri.


Flashback off


Setahun yang lalu, Istafa datang ke rumah pak Jumadi. Dan menanyakan keberadaan Anah yang belum ia lihat. Karena yang di rumah adalah Monik, bukan lah perempuan yang dia cari.


Setelah tau keberadaan Anah ada di Jakarta, niatnya ia akan datang lagi setelah Anah datang. Karena itu ia menyampaikan niatnya pada pak Jumadi. Dan minta apa yang pernah ia katakan pada pak Jumadi juga waktu kecil dulu.


Ternyata Anah pulang cuma sebentar, tidak sampai lama. Waktu ia akan datang malam itu, malah ia melihat pak Jumadi membantu Anah naik mobil angkutan kota. Baru juga ia berencana, sudah pupus lagi. Bahkan sampai setahun Anah tidak pulang, ia memutuskan untuk meminta ke pastian pada pak Jumadi.


Pada ia harus menikah dengan adiknya Anah yaitu Monik. Karena Anah sudah pernah pulang dengan membawa foto seorang laki-laki berasal Jakarta.


Saat ini ia hanya menatap wajah Anah yang sedang bercanda dengan pacarnya. Anah yang melihat Istafa menatapnya pun langsung menarik tangan pacarnya pergi dari tempat duduknya.


Karena tidak ingin Monik kesal ke padanya. Lebih baik menghindar dari pada ada kesalahpahaman.


...****************...

__ADS_1


4 hari kemudian Anah pergi ke Jakarta lagi, tapi ia sendirian. Karena pacarnya sudah pulang lebih dulu setelah hari pernikahan Monik. Sebab ia harus bekerja kembali, dan hanya dapat libur 3 hari saja. Sedangkan Anah libur seminggu, dan besok ia harus sudah sampai.


*****Bersambung....


__ADS_2