TAKDIR KU

TAKDIR KU
61.OBAT TIPES


__ADS_3

"Sudah tau banyak istrinya tapi mamak mau nikah. Tapi biar begitu istri tua dan muda pada nerima satu sama lain. Mending mamak balik lagi sama pak Rusli dari pada ngantung gak jelas. Duit mamak habis kan sama suami orang, apa mamak tidak malu. Jadi orang tidak benar, aku kalau gak takut dosa....., sudahlah. Terserah mamak bagaimana, Anah akan ku bawa kalau sudah sembuh. Kecuali dia yang ingin di sini, karena dia masih kecil tidak pernah bisa di paksa.Kalau di paksa seperti ini, antara hidup dan mati."Dia bangun membawa daun pepaya, ada lagi yang paling utama cacing.


Segera pak Jumadi ke sumur, setelah ia mendapat bahan obat. Dan pepaya guna untuk memulihkan tekanan trombosit. Lalu cacing guna untuk sakit tipes, satu lagi yang harus ia cari yaitu madu.


Begitu masuk rumah kaget, kenapa orang yang di dalam pada nangis. Pikiran langsung pada putrinya, sebelum ke depan ia menaruh cacing dan daun pepaya dengan benar. Takut jatuh dan sia-sia ia cari capek-capek, segera ke ruang tamu. Langsung memeriksa Anah, dari tangan, hidung terakhir leher. Ia bernafas lega putrinya masih ada ternyata. Kini ia tau pasti semua sedih melihat Anah, yang tak berdaya. Andaikan ia punya uang yang banyak dan kendaraan sendiri, pasti akan di bawa ke rumah sakit besar di pusat kota.


lalu dia duduk di sebelah istrinya "Sudah jangan menangis terus ya, sekarang kamu cukup berdoa untuk kesembuhan Anah ya. mas sama parno mau bikin obatnya Anah."Kata pak Jumadi, sambil mengusap air mata istrinya.


"Bikin obat apa sih jum, tadi katanya cari sekarang bikin?"tanya bu Kokom.


"Itu bu bikin obat tipes alami, yang dari dokter sudah ada. Mudah-mudahan bisa membantu, nanti obat dari dokter habis. Minta ke pak dokter mantri saja, yang lebih dekat. Oh ya pak Jarno, di sini ada yang jual madu tidak ya?"tanya pak Jumadi


"Kamu tau daerah jembatan gantung perkampungan dalam situ. Banyak yang jual madu gak perlu nyebrang kalau dari sini kampung yang sebelah kiri jalan. Kalau tidak salah dekat dengan tukang urut mbah Darmi. sekalian aja kamu minta mbah darmi urut Anah. Dia nanti kasih ramuan jamu gitu, dan mbah Darmi itu mengurut, ngobatin juga. Bayarnya nanti kalau yang sakti sembuh. Bayarnya juga sesuai dengan apa yang di minta. Ya tinggal kamu kasih ongkos bolak-balik aja setiap dia datang."Kata pak Jarno.


"Siapa yang sudah tau rumah mbah Darmi pak?"tanya pak Jumadi.


"Sugi juga tau dia pernah pergi, mencari rumah mbah Darmi. Biar nanti Parno dan Sugi yang ke sana."Kata pak Jarno.


"Saya ucapkan terima kasih atas sarannya pak."Kata pak Jumadi.

__ADS_1


"Apakah salahnya jika kita saling membantu.


Sekarang kamu terbiasa, siapa tau nanti jadi bapak mertua. Warto apa lagi maunya sama Anah terus, tapi Anah jadi menjauh hanya karena tidak mau di bilang pacaran. Itu semua ulah Sugi, Sugi ngincar Anah, atau Imah pokoknya anak mu gak dapet harus dapat anaknya Marni salah satu. Itu yang dia bilang, makanya secara tidak langsung mereka berebutan Anah. Jadi mereka sepakat nanti Anah gede, mereka akan tanya sama Anah langsung mau sama siapa." Ujar pak Jarno


"Kalau menurut saya anah tidak memilih mereka berdua. Kalau pun milih, saya rasa milih Warto, soalnya Sugi sering bentak Anah, marahi Anah. benarkan War? saya tau Anah orangnya pemaaf bukan berarti mudah luluh."Kata pak Jumadi.


Parno tersenyum matanya melihat ke pintu. akhirnya semua menoleh ke pintu pada kaget terutama pak Jarno dan bu Kokom. Tapi tidak untuk pak Jumadi dan Warto. Warto malah meledek dengan menjulurkan lidah pada Sugi.


"Lek lagian mas Sugi ketuaan kan ya. Cocoknya sama temannya mbak susi iyakan lek Par?"minta dukungan Parno.


"Betul itu War, kayak tidak ada gadis lain saja, sama bocah." Cetus Parno pada Sugi.


"Yah siapa juga yang mau jadi janda. Kalau pun janda aku gak mau sama kamu. Nanti aku di marahin terus, kan kata Anah kamu galak. Moh aku,"Kata Susi.


"Par bisa minta tolong bentar. sini,....." mereka berjalan berdua ke dapur gak taunya di dapur nenek lagi tumbuk daun pepaya. "Itu Par tolong di panggang pakai genteng di belakang. Genteng nya cuci dulu, nanti kalau sudah kering tinggal halus taruh di gelas bubuknya. Tar kasih mbak yu mu, suruh diminumkan ke Anah. Campur teh atau susu, kalau tidak ada susu nanti mas beli dulu."Kata pak Jumadi.


"Lagi gak ada susu mas, mas nanti bisa aku beli sekalian pas pulang dari sana. Tapi duitnya mas ya, aku dah gak punya hehehe."Kata Parno sambil nyengir.


Pak Jumadi langsung merogoh kantong celananya, mengambil beberapa lembar uang 5 ribu. Dan memberikan pada parno, membagi dua bagian. "Ini 30 ribu buat cari madu dan susu, yang sepuluh buat pegangan kamu. Kali aja lapar atau mau ngopi dan ngerokok."Kata pak Jumadi, pada adiknya.

__ADS_1


"Yo mas, emang mau ke mana?"tanya parno.


"Mas dah ngantuk berat. Tiga hari dua malam tidak tidur, mata dah merem juga gak bisa tidur. Mbak yu pun tidur tidak nyenyak, itu tidak baik untuk nya. Karena bukan hanya mbak yu mu yang harus sehat, tapi yang di dalam harus sehat juga. Maka dari itu mas minta nanti nanti malam kamu dan Susi sama monik tidurnya. Biar mas sama mbak yu tidur sama Anah. Mas mau coba tidur, kalau berangkat hati-hati ya."Tutur pak Jumadi.


"Ya mas, tidurlah lumayan sejam sampai 2 jam. Supaya mas bisa tidur kosongkan pikiran, biar tenang dan bisa tidur."Kata Parno.


"Terus kalau pikiran ku kosong, isinya tak kasih siapa par?"Dengan nada kesal dan datar. Dan pergi dari dapur malas menanggapi parno lagi.


"Ya titip ke aku juga boleh mas." Tapi tidak di tanggapi lagi oleh masnya. "Huff... mak mas kalau sudah serius serem juga."Kata Parno.


"Iya kayak bapak mu."Kata Nenek.


"Kalau muka mas itu sama gak mak sama bapak?"tanya Parno, penasaran.


"Iya. Nih daun pepaya sudah selesai, nanti tinggal kasih mbak yu mu."Kata Nenek.


"Oh iya mak, emang mamak mau kemana, bukan mamak aja?"tanya Parno.


"Mamak mau petik daun singkong buat sayur nanti." Kata Nenek, dan langsung ke belakang untuk mencari daun singkong. Yang sengaja di tanam pak Jumadi dan bu Sarinem. Kini tumbuh dengan subur bisa di ambil beberapa kali seminggu, di patok buat sendiri berhari-hari.

__ADS_1


*****Bersambung.....


__ADS_2