
Nenek melihat rona bahagia di wajah anak dan menantunya. Hanya bisa melihat dengan tatapan mata yang tidak bisa di artikan oleh siapa pun.
Setelah semua masuk ke kamar, nenek pun ikut ke masuk ke kamarnya. Berharap mereka tidak akan berantem lagi, apa lagi ini sudah malam. Meski jam dinding menunjukkan pukul setengah 9 malam.
Masih sore lah, namun memilih istirahat. Saat sudah sangat sepi jam, dinding menunjukkan pukul 10 malam. Masih terdengar bagi orang yang belum tidur seperti nenek. Ia memang belum bisa tidur, sebab kejadian tadi terus terbayang di ingatan nya.
Ya suara apa lagi kalau bukan anak dan menantunya yang sedang bergulat di kamarnya. Mungkin hal itu jika di saksikan sangat lah membahagiakan. Apa lagi mereka berdua habis berpisah beberapa minggu dan tadi bertengkar. Hanya itu biasanya akan menjadi lebih baik, sekalian melampiaskan emosinya.
...****************...
Hari berganti hari bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun. Kehidupan sehari-hari Anah sudah tidak seperti dulu lagi.
Anah saat ini sudah tinggal di Jakarta, kerja sudah lebih dari satu tahun. Setelah pertengkaran bapak dan ibu Anah bolak-balik Jakarta. Setelah beberapa kali Anah kerja ke Jakarta, namun tidak pernah punya uang. Setiap beberapa bulan sekali pulang, di rumah satu bulan balik lagi. Bahkan setahun pulang bisa 4 kali, dan selalu sama tidak punya uang.
Kemudian Anah pamit lagi pergi, namun bu Sarinem ikut. Setelah sampai bu Sarinem pun berpesan pada majikannya Anah yang baru. Dengan gaji 250 ribu itu, Anah tidak boleh mengambil kecuali Anah butuh mendesak. Dengan alasan dan bukan yang bandar, jika tidak Anah tidak boleh mengambil uangnya.
Majikannya itu memang baik banget, bahkan Anah jajan pun di kasih. Tinggal makan apa pun yang tersedia di rumah. Baju tidur, pergi, sampai baju sehari-hari, sudah di belikan. Oleh anak majikannya yang usianya lebih tua 2 tahun dari ibunya. Namun masih perawan, dan tidak ingin menikah sampai kapan pun.
Kini Anah sudah hampir 2 tahun di Jakarta ibu Sarinem tidak pernah mengajak pulang. Bu Sarinem cuma datang 5 atau 6bulan sekali untuk mengambil uang. Yang terakhir ini ucap menyakiti hati Anah kembali. Hal ini membuat Anah menjaga jarak dengan ibu. Bahkan benci pada ibunya, karena di banding- bandingkan dengan adiknya Monik. Yang saat ini tidak ke Jakarta, karena ingin di rumah orang tuanya.
__ADS_1
Anah merasa tidak adil, dia juga bekerja. Bahkan uangnya yang ia hasilkan tidak bisa di nikmati. Selalu izin atau di batasi, sementara dirinya juga punya keinginan sendiri. Anah merasa malu saat bersama teman-teman kerjanya. Yang bekerja dengan anak majikannya, bahkan mereka mau beli sesuatu dengan bebas.
Dari situ Anah kembali berpikir bahwa dirinya bukanlah anak dari ibunya. Karena selalu di banding- bandingkan dengan adiknya. Yang selalu nurut dan tidak pernah protes seperti dirinya.
Saat ini usianya sudah 17 tahun, di sekitar tempat kerjanya. Banyak laki-laki yang sering menggoda dirinya dan beberapa darinya ada yang menyatakan cinta. Namun Anah tertarik dengan satu orang, yang memiliki paras tinggi, hitam manis, bahkan Anah sering ngobrol. Tapi dia tidak menyatakan bahwa dirinya suka dengan Anah.
Anah sering memperhatikan mereka bekerja saat masih menyiram tanaman di lantai dua. Di pagi hari dan sore, bahkan saat Anah mencuci pakaian. Saat jam 8 pagi di lantai dua, sangat jelas di mana mereka bekerja.
Ada yang serius dengan Anah, namun Anah sedikit ragu, juga malu jika menerima laki-laki dewasa tersebut. Karena sangat jelas dari raut wajahnya, dan pemuda itu mengajaknya langsung menikah.
Yang membuat Anah ragu, adalah seorang laki-laki dewasa itu. Takut jika ia jadi istri kedua, dan malu lagi usianya yang terpaut jauh. Setelah ia cari tahu dari temannya memang benar masih bujangan. Asal Jawa timur yaitu Malang, tapi yang membuat Anah tidak mau adalah usianya sudah 30 an. Sementara dirinya kini baru berusia 17 tahun, apa lagi bapaknya belum tentu setuju.
"Mar, itu pacar mu orang mana?" tanya nyonya Kristine.
"Orang tanjung Priuk, Nya."Jawab Anah.
"Seperti dia itu pemuda yang kurang baik, dari dia datang menghampiri kamu saja. Cici tau kalau dia bukan orang yang baik."Kata anak pertama dari nyonya Kristine. Yaitu orang yang sayang dengan Anah, dan dirinya tidak ingin Anah patah hati suatu hari nanti.
"Dia baik kok Ci, bahkan dia cerita saat dia libur kerja nanti akan mengajak ku ke rumahnya. Untuk bertemu dengan orang tuanya, kalau dia tidak baik pasti cuma ajak aku pacaran saja."Jawab Anah dengan santai.
__ADS_1
"Kamu itu pacaran baru ini, kamu jangan ge'er dulu. Kalau aku perhatikan dia itu seorang playboy, kamu itu sudah termakan janji manis darinya. Menurut Cici kamu harus sedikit jual mahal saja. Jangan mau di ajak ini dan itu, jangan sampai kamu nanti rugi sendiri."Nasehat nona Sahita, yang sering di panggil Cici.
Karena Anah kerja dengan orang Cina Bandung, dan Cina Banten. Yang berasal dari Banten tuan besar, kalau nyonya dari Bandung, dan beragama Kristen protestan.
"Cici mah begitu, kayak gak suka kalau aku punya pacar."Keluh, tidak ada ibu, Cici nya yang sibuk ngurusin dia.
"Mar. Cici sudah pengalaman, makanya Cici tidak mau kamu termakan rayuan manis laki-laki yang tidak baik. Cici bilang begitu, karena sayang kamu. Karena kamu masih polos, belum bisa bedain mana yang baik beneran dan yang mainin perasaan mu aja."Kata nona Sahita.
"Iya Cici, aku memang belum pernah pacaran. Tapi kita tidak boleh buruk sangka sama orang juga."Kata Anah yang masih belum bisa menerima nasehat. Dan pandangan orang terhadap pacarnya, dan menyalahkan dirinya yang masih membela pacarnya.
Anah memang gadis yang lugu, polos dan memang tidak pernah bergaul. Di tambah lagi kurangnya kasih sayang orang tuanya. Terlebih sang bapak, yang mana penting nya seorang bapak, itu yang membuat anak nyaman. Namun semua itu sudah hilang sejak Anah kecil.
Yang mana dalam Islam, hubungan ayah dan anak sangat penting. Al-Qur'an mengabadikan dialog ayah dan anak sebagai pembelajaran bagi para ayah.
Ini penting, karena pendidik utama anak adalah seorang ayah. Bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertama. Bagi anak laki-laki, ayah adalah figur idolanya. ketika figur ayah dalam keluarga, kepribadian anak bisa terganggu.
Al-Qur'an menyebut sosok ibu hanya dua kali, sementara dialog dengan ayat disebutkan sebanyak 14 kali.
Sehingga banyak anak perempuan yang mencari perhatian pada seorang lelaki yang lebih dewasa. Dan salah pergaulan di karena kan, dirinya merasa nyaman. Ketika ada yang bisa memberikan apa yang tak pernah ia dapatkan dari seorang bapak.
__ADS_1
******Bersambung....