TAKDIR KU

TAKDIR KU
139.NASEHAT IZAH


__ADS_3

"Emang kamu sudah pernah berumah tangga apa? Sok tau kamu. Pikiran kamu itu paling juga yang di bayangkan hanya sekedar bersama. Seperti tidur, makan, kemana-mana bersama pasangan. Tidak mikirin apa saja yang akan terjadi setelah menikah. Bagaimana kehidupan kita sehari-hari setelah menikah. Bagaimana cara kita bertanggung jawab pada keluarga. Tidak hanya batin saja yang terpenuhi, tapi lahir juga. Sebaliknya pun begitu, kita harus bisa mengimbangi kekurangan dan kelebihan pasangan. Jangan di pikirkan enak dan manisnya saja, pahit, getir, dan asam sudah pasti melekat. Semua itu yang harus kita pikirkan ketika kita akan berumah tangga. Dan satu lagi, perasaan nyaman dan bahagia itu harus ada. Ketika kita memiliki rasa suka pada seseorang yang bersama kita sukai. Bukan karena suka pada fisik nya saja, fisik yang selanjutnya. Bisa di bilang itu adalah bonus untuk kita."Kata Izah, panjang lebar mengenai perjalanan hidup setelah menikah.


"Pantas sampean gak nikah-nikah, terlalu banyak mikir dan milih yang pas dan nyaman sih mbak. Aku semakin minder, untuk menikahi seorang perempuan."Kata Seswanto.


"Apa kamu sudah ingin menikah? Kamu itu masih muda Ses, cari penghasilan dulu. Kalau sudah cukup, baru kamu nikah. Supaya nanti keluarga mu hidup dalam kecupan tidak kesulitan seperti sekarang. Tapi kalau kamu sudah menemukan apa yang ku bilang tadi. kalau ingin menikah ya segera lah, dari pada nanti-nanti malah kebablasan dan bikin malu kedua keluarga." Nasehat Izah.


"Aku pasrah dengan yang ada saja mbak, soalnya orang nya juga sudah tidak ada di sini. Ucapan mbak, mengingatkan aku beberapa bulan lalu lebih tepatnya 6 bulanan lah. Tidak mudah mendapatkan dia, bukan karena orang tuanya. Tapi dia sendiri sudah punya prinsip, tidak akan pacaran untuk saat ini. Kalau pun pacaran untuk seriusan itu pun kalau umurnya sudah 18 tahun. Tidak mau sekarang dan tidak mau nikah walau pun di paksa. Aku rasa sekarang dia sudah merasa menang karena sudah bebas. Karena selama ini dia merasa hidup bagaikan di dalam sangkar."Kata Seswanto mengeluarkan unek-unek nya yang selama ini terpendam.


"Serius terus orang tuanya tau kalau kamu suka sama dia?"tanya Izah.


"Tau lah. Bahkan bapak berharap aku sama dia, tapi bapaknya tidak mau maksa. Karena mendengar ocehan anaknya 6 bulan lalu, di mana dia marah pada bapaknya. Gara-gara perjodohan itu, saat itu sedang terpuruk karena keputusan bapaknya."kata Seswanto.


Memang ia tidak mau memberitahu bahwa perempuan yang ia sukai adalah Anah. Karena masalah itu Izah sudah tidak lagi ikut pak Jumadi. Sebab saat Izah terpuruk, karena tidak jadi menikah dan mendapatkan hinaan dari pihak laki-laki.


"Sudah ceritanya itu mobilnya sudah datang."Kata Seswanto ketika melihat mobil yang tunggu sudah datang.

__ADS_1


"Ya iya, aku depan aja lah kayak nya kosong."Kata Izah saat mobil semakin dekat, melihat depan lagi kosong.


Mereka naik ke mobil dan ternyata di mobil tersebut orangnya masih orang tiga. Dan sekarang lima orang sama mereka berdua, itu artinya lagi sepi penumpang.


Setelah perjalanan 5 jam lebih kini sudah sampai di rumah. Di rumah ada Udin dan nenek saja pak Jumadi sedang ke kebun bersama Monik. Mereka berdua makan dan istirahat karena lelah perjalanan.


Izah tidur di kamar Anah, tapi kamar Anah itu sangat kotor. Selama Anah tidak di rumah kamar itu tidak di tempati. Dulu dia menempati kamar yang di tempati nenek. Karena yang kosong sekarang kamar Anah maka Izah pun harus membersihkan lebih dahulu. Mengganti seprai dan sarung bantal, selimut dan menyapu. Meja tempat belajar pun di bersihkan, meski sekarang kosong. Dan akan menaruh tasnya pakaian nya, dan Mike up nya.


Jam 5 sore pak Jumadi pulang dari kebun Izah menyalami pak leknya itu. Di sambut dengan baik namun tampak dari raut wajah datar. Menandakan banyak beban berat yang harus di pikirkan oleh pak Jumadi.


Karena tidak mau pusing dan tegang duluan, Izah menyibukkan diri dengan membantu memasak di dapur.


"Nenek mau masak apa?"tanya Izah, saat nenek mengulek bumbu.


"Ini mau masak gori (nangka muda) di santen. Sudah beberapa hari ini pak lek tidak nafsu makan. Mungkin nanti makannya lahap jika ia mau makan yang banyak."Jawab Nenek.

__ADS_1


Di pikirnya dengan memasak makanan kesukaan nya pasti mau makan banyak. Dia ingin mengambil hati anaknya, yang saat ini sudah sepenuhnya di miliki menantunya.


"Mudah mudahan ya nek, aku lihat juga lek Jum sekarang kurusan." Kata Izah, pura-pura tidak mengerti.


"Bagaimana tidak kurus, itu karena yang dia pikirkan anak dan istrinya. Mending yang di pikirkan tau diri, pamit mau kemana perginya kemana. Kalau cuma ke desa kamu, pasti dia sudah pulang. Anak-anak jadi terlantar, untung ada nenek mu ini. Coba kalau gak, itu bocah dua bagaimana. Mana Udin jadi nangis melulu, kangen sama ibu. Bahkan sekaran sering melamun, apa-apa jadi lupa. Untung masih ada Monik yang ngerti ngurus adiknya. Sama neneknya juga gak mempan, yang ada bikin aku marah."Kata Nenek yang menceritakan keseharian orang yang di tinggalkan menantunya.


"Pasti ada alasan yang membuat bibi pergi dari rumah nek. Aku yakin, kalau bibi sebenarnya berat ninggalin keluarganya. Semua rumah tangga, tidak ada yang mulus begitu saja nek. Sudah pasti akan ada kerikil-kerikil kecil dan besar sebagai pelengkap nya."Kata Izah yang terdengar bijak di telinga yang mendengarnya.


Izah berbicara sambil membuat santan, sambil memikirkan perasaan pak leknya. Yang mendengar ucapan sang nenek, yang sedang mencela menantunya.


Sebab ia melihat pak Jumadi yang sedang berdiri menjemur baju di depan pintu menuju kamar mandi. Ya kalau mencuci saat sore atau saat hujan, di jemur di teras belakang. Teras itu juga sebagai atap kamar mandi, sehingga tidak akan kehujanan saat musim hujan.


Pak Jumadi mendengar ucapan ibunya, semakin kesal. Kenapa ada orang tua yang senang melihat rumah tangga anaknya hancur. Sebegitu nya ia membenci dirinya dan istrinya. Sehingga kalau rumah tangga nya ayem tentram, membuat nya sakit hati. Sampai ia berpikir kenapa ia harus memiliki ibu seperti mamaknya. Apa yang membuat bapaknya, memilih mamaknya untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.


Setelah selesai dengan kerjaan nya pak Jumadi masuk ke dapur. Lalu mengambil gelas, di isi kopi tanpa gula. Dan di tambah kan air panas, dari termos air panas. Lalu diaduk biar kopinya larut dengan rata.

__ADS_1


*****Bersambung....


__ADS_2