
Anah dan Angga berjalan menelusuri lorong, dan setiap kelas ia tengok. Melalui jendela ia menengok, dan itu tidak luput dari pengawasan Johan yang mengikuti secara diam diam. Itu sebelum ketahuan oleh Anah dan Angga. Anah merasa ada yang mengikuti pun berbicara dengan Angga agak berbisik.
"Mas sepertinya Johan mengikuti kita, bukannya tadi dia tidak mau ya."Bisik Anah pada Angga.
"Emang iya sok tau kamu."bisik Angga menjawab Anah.
"Iih gak percaya ya sudah, kita belok ke kiri. sekalian kita lihat di belokan itu tempat apa."Ujar Anah.
"Kalau belok situ kamar mandi," jelas angga.
"Eh emang mas pernah kesini ya?"tanya anah.
"Sering aku kesini sama mamak, kalau mamak ambil raportnya mbak Imah."Jawab Angga.
Mereka berdua saling berbisik, hal membuat Johan penasaran. Lalu Anah dan Angga berlari dan belok kiri. Dan di situ dia bersiap, untuk menangkap basah Johan.
"Satu dua tiga," Anah menghitung.
"DOOR!"
Spontan Johan jatuh tersungkur dilantai.
__ADS_1
Anah dan Angga tertawa terbahak bahak. lupa bahwa saat ini mereka ada di lingkungan sekolah. Dan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Tepatnya di kelas satu, karena posisi kelas tepat di samping kamar mandi.
Johan yang kaget, pun kesel pada Anah dan Angga. Mukanya merah, antara marah dan malu ketahuan mengikuti mereka berdua.
"Apaan si An, Ngga, bisa gak sih gak usah ngagetin!"ketus Johan pada Anah dan Angga.
Belum sempat Anah dan Angga menjawab mereka sudah di kaget kan dengan 2 guru.
"Sedang apa kalian disini, jangan berisik karena di kelas teman teman kalian lagi ulangan. Itu sangat menggangu konsentrasi belajar mereka!" tegas bu guru pada mereka bertiga. Dengan menatap tajam pada Anah, karena Anah lah yang suaranya paling keras.
Anah yang melihat bu guru itu menatapnya dengan tatapan tajam. Anah menunduk, lalu menjawab ucapan bu guru.
"Maafkan kami bu guru, saya sudah mengganggu. Saya mau sekolah di sini nanti, dan kami lagi berkeliling gedung sekolah ini."Jelas Angga Anah, sementara angga dan Johan hanya mengangguk sebagai jawaban.
Mereka bertiga menjawab sebagai jawaban. lalu pamit untuk keliling lagi.
"Ada ada aja mereka,"ujar bu guru Rina
Seperti anak perempuan itu nanti selalu bikin ricuh di kelas."Kata bu guru Ega.
"Iya dia yang berani menjawab, tapi sepertinya dia itu anak yang tanggung jawab."ucap bu guru Rina.
__ADS_1
Ya Anah sudah bisa di baca karakter nya oleh guru, walaupun baru jumpa dengan mereka. Tapi terlihat jelas apa yang ditunjukan oleh Anah dari wajah, sifat dan sikapnya.
Sementara Anah, Angga dan Johan, berjalan kearah utara. Mereka bertiga tepat di depan ruangan kepala sekolah. Di sana ada berbagai tanaman, Anah melihat satu persatu yang di mana dirumahnya tidak ada. Johan yang melihat pun keluar ide untuk jahili Anah.
"An, jangan bilang kalau kamu pengen, terus kamu curi itu tanaman. Kalau ia nanti kamu gak akan di terima di sekolah ini atau sekolah di desa sebelah." Kata Johan, dengan nada meledek .
"Heh kamu pikir aku ini mau mencuri apa ha?"kesal Anah.
"Ya siapa tau kamu mau cabut bunga itu, karena dari tadi kamu gak kedip lihat bunga itu."ketus Johan.
"Enak aja kalau ngomong sembarangan kamu." Anah semakin kesel.
Kepala sekolah yang mendengar keributan itu hanya mengintip dari balik jendela. Dan mendengar apa aja yang di debatkan oleh mereka.
Angga pun mengikuti perdebatan mereka, bukannya membela Anah tapi malah ikutan Johan.
"An kalau mau, ambil aja" kata Angga.
Anah melotot pada Angga lalu berkata. "Mas kamu sama Johan itu ga ada bedanya."Ketus Anah.
Lalu pergi meninggalkan Johan dan Angga. Ia tidak mau membuat kericuhan di area sekolah lagi. Dia masih ingat apa ya di katakan bu guru tadi.
__ADS_1
****Bersambung....