TAKDIR KU

TAKDIR KU
19.TERKEJUT


__ADS_3

Keesokan harinya Anah di pagi hari sibuk bersama ibunya di dapur. Ibunya pun terkejut karena Anah sudah pandai memasak. Tidak hanya itu setelah sarapan pun Anah yang mencuci piring. Tanpa di suruh, hal itu Anah lakukan selain terbiasa ia juga ingin dapat pujian dari orang tuanya.


Ya namanya anak anak masih butuh perhatian dari orang tua. Sudah pasti ingin di sanjung juga termasuk perhatian bagi Anah. Yang pada dasarnya Anah tadinya manja. Sifat manjanya itu takkan hilang mesti dia sudah bisa mandiri.


Itu sesuatu yang sulit dia dapatkan, untuk sekarang adalah kasih sayang kedua orang tuanya. Maka dari itu ia selalu cari perhatian pada orang tua. Dan tak mau jauh jauh dari ibunya atau bapaknya.


Dan itu membuat sang nenek geram, sifat iri itu nya semakin benci pada menantunya. Dia yang mengajarkan dan membuat Anah serba bisa yang tadinya tidak bisa apa-apa. Tapi dia tidak disebut namanya, ia tersenyum kecut. Saat melihat cucunya di puji puji oleh anak dan menantunya.


Itupun tidak luput dari perhatian Parno yang selalu memperhatikan ibunya dari tadi. Parno yang selalu kerja di sawah dan ladang dan hasil panen bagus, dapat pujian dari kakaknya. Dan ia berpikir bahwa dia tidak dapat apa-apa. Tapi itu pikiran nenek, selalu buruk sangka sama anak dan mantunya.


"Terima kasih ya Mak sudah mengajarkan banyak hal pada Anah. Sehingga Anah jadi pandai masak dan bersih bersih, itu semua berkat mamak. Ya sebenarnya belum waktunya Anah menguasai itu semua. walaupun sulit pastinya mamak mengajarkan itu semua ke Anah."Ucapnya bu Sarinem pada mertuanya.


"Iya Mak pasti ini perlu kesabaran waktu mengajarkan pada Anah."Timpal pak Jumadi.


Sejenak nenek berpikir, baru jawab ucapan anak dan mantunya.

__ADS_1


"Ya aku mengajarkan itu semua kan untuk kebaikan kalian. Jadi kalian tidak sia sia meninggalkan Anah sama mamak. Anah jadi anak pintar juga kalian yang senang. Memang tidak mudah agak susah kok ngajarin anak dari masih kecil. Biar nanti tidak manja terus, kalian juga yang kelimpungan. Anak gadis sudah besar tidak bisa apa-apa, ya to."Penjelasan nenek pajang lebar juga.


Tidak di pungkiri niatnya baik, namun caranya yang salah. Harusnya mengajarkan dengan kelembutan dan kasih sayang. Maka anak akan tidak merasa terkekang dan kehilangan kasih sayang. Makanya Anah berubah, menjadi anak yang mudah marah, emosi, memberontak. Tapi itu jika di hadapan nenek saja, tidak dihadapan yang lain.


"Ya Mak terima kasih, sudah sabar dalam membimbing Anah. Dan menjadikan gadis kecil yang manja jadi luar biasa" ucap pak Jumadi pada nenek.


"Itu mamak lakukan karena dulu mamak tak pernah mengajarkan mu apa apa. Jadi ini sebagai gantinya, mamak mengajarkan pada cucu mamak." Ujar Nenek.


Para orang tua pada berbincang di ruang tamu. Anah dan adiknya asik main di halaman rumah bersama anak-anak yang lain. Seperti Warto, Angga, Imah,Nana, ada lagi Adi, Johan, Ari. Adi dan Ari ke ponakannya Warto, mereka anak dari kakak sulungnya Warto.


Johan anak orang kaya, yang tempat Anah dan Warto nonton TV. Johan anaknya sedikit sombong, memang dia anak orang kaya, apa aja dia punya. Yang tidak di miliki anak lainnya.


"An, itu di baju kamu yang belakang ada ulatnya"Kata Johan dengan raut wajah dibuat buat, matanya member kode pada Angga.


"Iya An ulatnya ijo gede lagi." Timpal Angga.

__ADS_1


hal itu membuat terkejut, spontan ia lompat lompat dan menangis.


"Hah!, hiiii hiiii, tolongin buang ulatnya, HUAAAA...."tangis Anah pecah.


Dan Warto langsung mendekapnya dan berkata "dah gak ada ulat itu"Sambil tersenyum.


Hal itu membuat Anah bingung, tapi tetap saja menangis.


"HUAAAA lek Warto bohong, tadi Johan sama mas Angga bilang ada ulat di belakang ku. Kenapa lek Warto bohong, kalian nakal sama Anah HUAAAA" tangis Anah sambil ngoceh.


"Aku gak bohong An, tanya sama Nana tu kalau gak pernah, ni tu gak ada"jelas Warto sambil mengusap tubuh bagian belakang Anah.


Dan itu membuat Anah langsung diam memastikan, menoleh pada Nana dan Imah. Mereka berdua mengangguk, sebagai jawaban apa yang di katakan Warto benar.


Yang di dalam rumah, pada keluar karena mendengar Anah nangis.

__ADS_1


"Ada apa sama Anah"....


*****Bersambung...


__ADS_2