
viza yg masih sedih memikirkan kondisi sang ibu lantas bingung dgn pekerjaan yg ternyata baru saja mengalami pengurangan karyawan, termasuklah dirinya yg di keluarkan. sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya viza menemukan sebuah kartu nama pemilik seorang menejer club malam yg terkenal. lantas viza berpikir dgn kerasnya haruskah viza bekerja di club mlm tersebut. dgn berat viza menghubungi nomor yg tertera di kartu nama tersebut. saat tersanbung viza berbicara gugup
__ADS_1
"selamat malam pak, saya viza karyawan cafe a yg kemarin bapak tawarkan pekerjaan. maaf pak apakah tawaran itu masih berlaku?"tanya viza"oh ya kebetulan sekali kamu menelpon,masih masih sekarang kamu datanglah untuk interview ke alamat club ini jika cocok kamu akan saya terima"jawab suara berat dari seberang. viza melihat sang ibu yg terbaring di ruang ICU dan bergumam dalam hati"bu apa pun akan viza lakuin buat kesembuhan ibu, viza pergi dulu bu. "seraya ia bergegas ke alamat club malam yg di hubunginya tadi, dgn sekejap menggunakan jasa taxi viza sudah berada di depan club malam tersebut. saat dia masuk tanpa sengaja menabrak seorang dari segerombolan lelaki2 berwajah dingin yg juga ingin masuk ke dalam club tersebut, lelaki yg dia tabrak hanya menjeling dgn mat yg sangat mengerikan., viza menyadarinya dia cepat menghindar dan meminta maaf dgn isyarat karena saking takutnya dia.. viza terus menemui sang menejer setelah berdiskusi cukup lama viza di terima di club malam trersebut .
__ADS_1
"mulai sekarang kamu boleh bekerja, untuk memulainya gantilah dulu baju mu dgn seragam yg telah kami sediakan. "manajer itu menyodorkan seragam kepada viza"setelah itu temui reni dan kataka kalau kamu saya utus sebagai pengantar minuman di ruang VVIP 305 sekarang ya"jelas manajer mark"baik pak"jawab singkat viza,setelah bertemu dgn wanita bernama reni viza di berikn penjelasan sedikit mengenai tata cara bekerja di club malam tersebut, meski hanya sedikit di mengerti olehnya ia tetap mengangguk saja. viza yg terlihat cantik dgn dres ketat panjang berwarna merah menyala yg bagian atas membelah hingga terlihat belahan dadanya dan bagian bawah membelah hingga hampir menampakkan pakaian dlam nya, jujyr viza merasa gerah dgn pakaian itu namun apa boleh buat ini lah satu2 nya cara untuk mencari uang sebagai biaya rumah sakit sang ibu. dalam perjalanan viza menuju ruangan VVIP di benaknya bergejalak bermacam2 rasa. ting lif terbuka viza bergegas menuju ruang VVIP305 di sana terlihat 2 peria berdiri di depan pintu viza hanya memberikan isyarat bahwa minumanbyg dia bawa adalah milik lelaki yg berada di dalam ruang tersebut, setelah ia masuk lantas menaruh minuman itu di atas meja viza berdiri "ini minuman anda, jika tiad hl lainnya saya pamit dulu, barusaja viza hendak berbalik tiba2 sebuat tangan yg cukup kekar menariknya hingga dia terjatuh di pangkuan sang lelaki. viza malu dan marah namun dia tak berani berkata macam2 hanya berusaha memberontak berdirinamun tenaga lelaki itu sangat kuat."tuan muda alex kamikan sudah ada untuk apa wanita waiter s ini di sini"ucap salah satu wanita yg ada di samping lelaki itu"keluar lah kalian sekarang"perintah lelaki terebut, dan anehnya wanita wanita tersebut menuruti perintahnya. viza yg semakin bingung lantas menatap wajah lelaki itu dgn berani,, ya ampun inikn lelaki yg dia tabrak tadi hati viza semakin tak karuan perasan bercampur di dalam dadanya. lelaki itu melepaskan pelukannya namun viza masih sibuk dgn pikirannya tidak menyadari kondisi itu"mau sampai kapan kamu duduk di pangkuan ku"ucap lelaki itu yg membuyarkn lamunan viza sontak viza berdiri, karna tubuhny yg tidak stabil karna kaget viza akhirnya terjatuh kali ini menindih lelaki yg bersandar di sofa tersebut cup tepat sekali dada viza jatuh di atas wajah sang lelaki sontak viza yg gugup lantas bangun dan meminta maaf "maaf maaf, saya gak sengaja"lelki itu pun hanya terdiam dn merasakan degup jantung jang berpacu cukup kencang"mengapa aku jadi deg deg an dgn wanita ini"gumamnya dalam hati"malam ini kamu temani saya minum. "pinta alex kepada viza"saya hanya seorang waiters tuan, saya gak bisa menemani anda minum"jelas viza"saya katakan kepada kamu ya, tidak ada yg tidak bisa jika saya menginginkannya"viza semakin takut dan bingung.. untuk menutupi kebingungannya ia pun menemani alex minum namun alex mengajaknya bermain TOD saat botol berhenti menunjuk ke viza alek mengajukan pilihan tantangan atau kejujuran, viza yg sedikit tlah terpengaruh oleh alkohol lalu berkat jika aku pilih tantangan apa tantangan yg akan kamu berikan pada ku"aku akan meninta mu melepas pakaian mu"ucap alex menggoda "ya sudah aku pilih jujur saja"ucap viza yakin. "baiklah,aku ingin tahu kamu masih perawan tidak"tanya alex"hahahaha pertanyaan apa ini, jelas lah aku masih perawan toh aku saja belum pernah pacaran.. "viza menjawab manta dgn tertawa.sungguhkah dia masih perawan rutuk alex dalam hati"lantas mengaps kamu bekerja di tempat seperti ini"tanya alex lagi"aku butuh uang untuk biaya rumah sakit ibu ku.aku bingung harus encari kemana lagi. di sini aku saja baru hari ini bekerja. "jawab viza sambil menangis. alex yg melihat viza menangis lalu memeluknya, viza semakin menjadi tangisannya di benamnya wajah cantiknya didalam dada alex yg bidang. "maaf2 aku mengotori baju mu "viza membetsihkan kemeja alex yg basah,namun alex mengenggam tangan viza lebut dan menatap dalam wajah srndu viza dikecupnya dahi viza dan viza hhanya diam di perlakukan alex begitu saja, maklum lah viza baru pertama kalinya minum alkohol hingga dia tak mampu mengontrol dirinya sendiri. dilihatnya alex yg memiliki wajah tampan kini viza yg terlihat begitu bersemangat seperti telah melupakan semua masalah yg iya hadapi. dikecuplah bibir alex yg hangat viza merasakan gairah dalam tubuhnya, kini viza benar2 bergairah alex yg menyadarinya lantas membawa viza bersamanya. di sebuah hotel alex menyewa kamar yg cukup mewah dibawalah viza besamanya malam itu akhirnya viza telah kehilangan kesuciannya namun karna viza yg dalam pengaruh alkohol hanya mengingat satu nama yaitu alex.malam pun telah berlalu kini pagi mulai menyibaknan sinar mentari viza madih belum sadarkan diri, saat alex menyibakan tirai sinar mentari pun memasuki ruanganviza yg silau hanya menggeliat dan menarik selimut seperti enggan untuk bangun, alex mendekatinya dan berbisik "mulai sekarang kau dalh wanita ku"seraya meletakkan sejumlah uang dan kartu kredit yg limit di atas meja. melikhat viza yg masih enggan bangun alex lantas meninggalknnya karna harus berangkat ke Singapura untuk melakukan perjalanan bisnis"tunggu aku aku pasti kembli untuk mu"janji alex di dalam hati .gert gert gert getar HP viza yg sontak mengagetkannya. viza bangun dan meraih tas yg ada di meja lampu samping tempat tidur dan merogoh tas tersebut "halo"dengan berat viza mengangkat telpon dan di rasakan nya sakit yg begitu luar biasa di bagian intimnya viza tetap mendengar telpon dgn begitu setengah sadar"maaf mbak viza kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan kondisi ibu anda"mendengar itu viza yg setengah sadar pun cepat memulihkan otak dan pikirannya "maaf mbak kami sudah berusaha sebisa mungkin namun ibu dia tidak bisa tertolong lagi"sontak viza menangis sejadi2 nya dan bagai tak mampu melewati kehidupannya saat ini "ibu bawa aku abersama mu"jerit viza sekuat hati, ckrek pintu kamar terbuka dari balik pintu terlihat masuk dua lelaki yg coba di ingat2 oleh viza ya itu kan bodygurt yg tadi malam berada di depan pintu club malam tempat iya mulai bekerja"nona viza apa anda baik2 saja"tanya salah satu dari mereka.viza masih dgn kebingungan mencoba mengingat apa yg terjadi. namun iya meminta bodygurd itu keluar dan dia bersiap2 akan berangkan ke rumah sakit untuk memastikan kabar yg dia dapat.
__ADS_1