TAKDIR KU

TAKDIR KU
84.AKAN ADA GERHANA MATAHARI


__ADS_3

"Pohon aku minta buahnya ya, iya ambil aja. Oh ya buah yang tadi ku sudah makan tanpa izin ikhlas kan ya. Terima kasih ya."celoteh Anah, di bawah pohon dan juga metik lagi.


Setelah itu Anah pun kembali pada nenek yang lagi bungkus buah-buahan yang akan di bawa pulang.


"Nek ini sekalian,"Kata Anah sambil memberikan buahnya.


"Kenapa metik lagi itu lo masih banyak, lumayan berat ini mungkin ada 9-10 kilo."Oceh Nenek, lumayan berat bawa soalnya.


"Terus yang bawa siapa Nek?"Tanya Anah.


"Kamu nanya melulu ini bawa kalau bisa!"bentak Nenek.


Hal itu membuat Monik kaget mbaknya di bentak oleh neneknya.


Tentu anah keberatan tidak kuat jika sampai rumah. Anah bingung harus bagaimana di paksa bawa berat, jika tidak di bawa pasti neneknya marah. Baru mau menyebrang sungai saja sudah merasa capek apa lagi sampai rumah.


"Mbak ayo gotongan biar tidak berat banget."Ajak Monik, yang langsung ambil bagian untuk membantu mbaknya.


Itulah Monik sungguh ringan tangan ketika melihat orang yang butuh bantuan.


"Iya Mon terima kasih ya dah bantu mbak." Ucap Anah.


Sampai di dekat tumpukan kayu nenek lagi mengikat kayu 2 ikat ukuran lebih kecil dan 1 ukuran besar.


"Kain mu gulung dan seperti biasa taruh di kepala."Perintah Nenek pada Anah dan Monik.


Lalu nenek mengangkat kayu yang sudah di ikat oleh nenek . Mereka berjalan menuju rumah mereka, nenek membawa kayu dan buah yang tadi di petik.


(Ini hanya pemanis saja)



Mereka kini sampai rumah langsung menyusun kayu tersebut sesuai ukurannya.


Memang nenek Ponirah ini unik, orang yang suka dengan yang bersih, rapi, tapi tak mencerminkan sifat dan sikap nya.


Anah yang baru selesai menyusun kayu yang mereka bawa. Lalu menatap tumpukan kayu tersebut kayu sebanyak ini. Dia masih harus mengangkut kayu yang sudah menumpuk di pinggir sungai tadi.



"Semua kayu ini seperti penjualan kayu bakar atau memang nenek mau jual kayu ya. Ada ada saja yang membuat kita sibuk, usaha nenek agar aku dan Monik tidak main-main."Ujar anah dalam hatinya.


"Sudah belum Anah, kalau sudah ayo kita ambil lagi nanti keburu hujan."Ajak Nenek.


Anah langsung menatap langit yang mulai mendung. "Iya Nek ayo" langsung pergi ke tempat mereka mengambil kayu.


Saat di perjalanan pulang mereka sudah di iringi gerimis menandakan bahwa hujan sudah turun.


Begitu sampai di rumah nenek segera menyuruh anah dan Monik mandi. Dan kayu dia yang menyusun, karena dia tidak ingin bocah dua itu sakit.


...***************...


hari ini hujan jadi Anah dan Monik tidak pergi mengaji dan mereka malah menikmati buah-buahan yang tadi di dapat.


"Enak ya mak seger, dan kapan kita petik lagi?"tanya Monik.


"Gak tau Mon, tapi aku gak pengen ke sana lagi." Jawab anah santai.


"Memang sih gak enak ke sana ada rasa gimana gitu, tapi hasilnya mbak kita dapat buah yang gak pernah kita dapat di sekitar rumah."Ujar Monik.


"Nek apa besok kita masih mau cari kayu lagi?"tanya Anah.


"libur lah itu kayu sudah banyak. Nanti kalau dari ladang bawa kalau ada, kalau gak ada ya tidak apa-apa."Ujar Nenek.


"Berarti aku boleh main ya Nek?" tanya Anah.


"Iya tapi tidak keluyuran, main di depan rumah saja."Jawab Nenek.

__ADS_1


"Iya Nek, paling juga main sama Johan Nuri dan mas Angga."Ujar Anah.


...****************...


Keesokan hari sepulang sekolah Anah main, dan bocah dua kakak beradik itu asik dengan mendengarkan lagu di radio.


Lima menit lagi


Lima menit lagi


Lima menit, lima menit


Lima menit lagi, ah, ah, ah


Lima menit lagi


Dia mau datang menjemputku


Lima menit lagi, ah, ah


Lima menit lagi


Aduh, aduh, jadi salah tingkah


Rambutku belum disisir


Bajuku yang baru belum selesai dijahit


Malu, ah, malu, ah


Malunya setengah mati


Lima menit lagi


Ma, tolonglah


Tolong katakan padanya


Hari ini aku sakit


Sakit gigi, sakit perut


Mama, Mama, Ma, tolonglah


Itu dia sudah datang


Suruh saja dia masuk


Aku mau pura-pura


Merintih-rintih di kamar


Aduh......


Rupanya dia tahu


Aku bersandiwara


Lima menit lagi, ah, ah, ah


Lima menit lagi


Dia mau datang menjemputku


Lima menit lagi


Ma, tolonglah

__ADS_1


Tolong katakan padanya


Hari ini aku sakit


Sakit gigi, sakit perut


Mama, Mama, Ma, tolonglah


Itu dia sudah datang


Suruh saja dia masuk


Aku mau pura-pura


Merintih-rintih di kamar


Aduh.....


Rupanya dia tahu


Aku bersandiwara


Lima menit lagi


Lima menit lagi


Lima menit, lima menit


Lima menit lagi, ah, ah, ah


Lima menit lagi


Dia mau datang menjemputku


Lima menit lagi


...****************...


Malam hari Anah dan Monik mereka datang kerumahnya Johan untuk menonton TV.


Di televisi tersebut ada berita bahwa dua hari yang akan datang lebih tepatnya lusa. Ada gerhana matahari, maka para orang tua memberitahu pada anak-anaknya.


Kebetulan pas iklan (lebih dikenal sponsor) Bu Nining memberitahu pada yang lain. Sekaligus anak-anak, mumpung iklan harus di sampaikan.


"Bu pak, tadi sore ada berita bahwa dua hari lagi, akan ada gerhana matahari total. Dan pemerintah mengumumkan bahwa masyarakat dilarang aktivitas di luar rumah. Guna menghindari bahaya gerhana matahari tersebut. Kalau pun masyarakat yang tetap beraktivitas di luar di himbau untuk tidak menatap matahari. Karena gerhana matahari kali ini sangat berbahaya, jika sampai melihat bisa buta nanti."Kata bu Nining.


"Tuh dengerin ya anak-anak lebih baik kalian jangan ada yang keluyuran dan menatap langit. Kalau kalian tidak mau buta, kemana mana pakai payung. Walau pun tidak hujan dan panas, supaya kalian ingat."Pak Rudi mengingatkan anak-anak.


"Iya pakde"


"Iya pak lek" serentak mereka menjawab.


"Nah di hari gerhana matahari juga ada film bagus, judul film itu GERHANA. Tadi lihat sponsor film nya seru, dan misteri lo." Ujar Bu Nining.


"Memang jam berapa film nya mbak?"tanya bapaknya Nuri.


"Jam berapa ya lupa, kesini saja jam 8 pagi. Gerhana matahari kan mulai jam 8 totalnya jam setengah 10 an deh."kata pak Rudi.


...****************...


Hari ini adalah hari yang di nanti oleh masyarakat yang ingin menonton film yang di maksud pak Rudi. Jam 8 sudah ramai rumahnya dengan warga sekitar sampai tidak muat. Hingga sampai halaman, Anah Monik juga Parno datang ke rumah pak Rudi. Kali ini Parno sendiri karena ingin mengawasi kedua keponakan nya. Supaya tidak ada bahaya yang di sampaikan pemerintah.


Gerhana matahari total terjadi pada 24 Oktober 1995.


Ini cerita pada masanya sangat seru ya teman-teman.


siapa ni yang pernah mengalami gerhana matahari waktu itu, pasti sudah kepala 4 atau 3.🤭🤭🤭

__ADS_1


*****Bersambung.....


__ADS_2