
"Sampean mau pulang bawa gerobak lek? Apa bisa di tanjakan lek?"tanya Seswanto.
"Ya Anah yang dorong nanti kalau pas nanjak saja. Lagian banyak turun dari pada nanjak, Apa lagi kalau sudah sampai talang(desa) jalannya turun terus sampai rumah."jawab pak Jumadi.
Setelah berbicara mereka mengangkat kayu satu orang bawa satu kayu. Kayu itu yang di temukan di beberapa hari lalu. Masih bagus, mungkin dari orang yang di tinggalkan. Karena hanya mengambil yang bagus saja dan laku di jual. Sehingga masih beberapa kaya berbentuk papan dan balok. Tang di gunakan untuk membuat rumah pun kayu dari mengumpulkan. Maka jadilah rumah sederhana untuk mereka tempati.
Singkat cerita setelah menempuh perjalanan 2 jam setengah. Dan istirahat hanya sekali dengan Anah turun untuk membantu mendorong pas tanjakan.
Kini Anah dan pak Jumadi sampai di perbatasan antara kampung dan kawasan. Kemudian pak Jumadi singgah untuk ngobrol dengan pak penghulu. Yang sedang berkebun, Anah dengan badan yang semakin lemas. Dan mulai mual kembali, sehingga anah semakin pucat.
"Pak Jumadi enak ya, garap kawasan sekalian bulan madu. Kapan nikah nya, dan di mana dapat gadis kinyis-kinyis begini?" tanya pak penghulu yang bernama Mahfudz.
Sementara anaknya sejak tadi juga menatap Anah sejak tadi. Dia merasa pernah ketemu dan mengenal tapi siapa, itu yang ada di pikirannya.
Padahal ia sangat kenal, karena Anah adalah kakak kelas nya. Ya sekarang ini dia kelas enam karena memang satu kelas dengan Monik.
"Maksudnya opo to pak? kok aku kurang paham?"tanya pak Jumadi.
__ADS_1
"Lah ini yang bapak bawa bukannya istri muda. Hebat ya bu Sarinem bisa berbagi, apa lagi dengan gadis yang masih sangat muda."Jawab pak penghulu.
"Oh ini," sambil menoleh ke Anah, sedangkan Anah dengan wajah pucat nya jengkel di kira istri muda bapaknya sendiri.
"Kalau ini anak pertama saya pak. Bukan istri muda, lagian saya tidak akan sanggup pak. Jika saya memiliki istri dua, istri satu saja saya kualahan. Bisa habis juga saya di keroyok tiga perempuan, kalau sampai nikah lagi."Ucap pak Jumadi.
"Ya Allah...., maafkan saya kalau begitu pak. Tapi inilah saya yang lebih suka tanya langsung pada orangnya. Dari pada menduga-duga berujung jadi omongan, dan tidak benar."Ucap pak penghulu, yang mana saat ini merasa bersalah dan malu.
Karena langsung pada pokoknya, bukan bertanya lebih dulu siapa gadis yang bersama pak Jumadi.Dan ternyata itu adalah anak pertama nya yang ia tahu anak pertama pak Jumadi adalah kakak kelas Jamilah anaknya.
"Di maafkan pak, untung tadi bapak tanya tidak ada yang lewat jadi yang dengar cuma kita. Bisa gawat kalau tersebar, bisa jadi fitnah." Ucap pak Jumadi.
"Iya makanya saya bawa pulang, apa lagi persediaan obat habis. Lagian kalau di sana tidak ada yang ngurus. Karena di sana saya kerja dan istri di rumah. Biar nanti ibu dan neneknya yang ngurus."Ucap pak Jumadi.
"Iya pak kalau di pucuk kan cuacanya dingin kasihan yang lagi sakit. Apa lagi meriang, di sini aja menggigil pasti di sana beku."Kata pak penghulu.
"Ya sudah pak saya lanjutkan perjalanan pulang, kasihan ini sudah pingin rebahan."Pamit pak Jumadi.
__ADS_1
"Oh ya, semoga cepat sembuh ya pak anaknya. Hati-hati,"Ucap pak penghulu.
"Iya pak terima kasih, Assalamualaikum." Pak Jumadi memberi salam, kemudian mendorong gerobak Anah berada di atas nya.
"Wa'alaikumsalam, ada-ada saja ya pak Jumadi ini.
Beberapa menit kemudian Anah dan pak Jumadi masuk halaman. Monik dan Udin melihat pun bersorak bapak nya pulang.
"Yeeee bapak pulang sama mbak Anah."keduanya bersorak.
Mbak enak ya naik di atas gerobak?" tanya Udin.
Anah hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan adiknya. Kemudian berjalan menuju kamar dan langsung merebahkan diri. Karena lelah Anah tertidur pulas, padahal ini sudah mau magrib.
Bu Sarinem menghampiri Anah untuk makan dan minum obat. Supaya cepat hat kembali, dan bisa di tinggal pergi ke kawasan.
...****************...
__ADS_1
Beberapa hari berlalu Anah sudah sembuh, dan saat ini Anah bersama adik-adiknya di rumah.
Setiap keluar dari rumah selalu di bilang minul. Di mana nama minul lagi buming di tahun 2000. Itu nama pemain sinetron yang di tayangkan ikan terbang. Dengan judul sinetron 'kehormatan' yang di perankan oleh aktris yang gemuk.