
Keesokan harinya Anah pulang di antar oleh Imah. Sampai rumah Anah langsung di suruh sarapan. Namun anah sudah sarapan di rumah budenya.
Lalu dia di suruh jaga jemuran padi di halaman rumah. Supaya padinya tidak di acak acak ayam. Hari ini Anah tidak di suruh yang lain. Namun tugas itu lebih berat, karena jika hujan akan turun. Anah harus segera mengangkat padi semua masuk rumah sebelum hujan benar benar turun. Ya itulah kerjaan petani padi, ketika waktu panen tiba.
"Anah Nenek mau ke sawah, mau bantu pak lek manen padi. Kamu jaga padi ini ya, jangan sampai itu ayam ceker. Kalau sampai ayam ceker, kamu ambilin ngerti!.."Titah Nenek pada Anah.
"Iya Nek, sambil main ya Nek." Kata Anah dengan hati hati, karena takut Nenek marah padanya. Dan Nenek langsung menatapnya, dengan tatapan tajam.
"Boleh asal jangan sampai kamu lupa sama tugas mu. Dan satu lagi, jika akan hujan segera beresin angkatin ke dalam rumah. Sebelumnya hujan benar-benar turun, paham?"perintah Nenek pada Anah. Dan segera Nenek berlalu untuk berangkat ke sawah.
Anah masih melongo mendengar perintah sang neneknya. Begitu juga dengan Imah, semalam dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Angga adiknya. Lalu dia berkata pada Anah untuk tetap semangat dan sabar.
__ADS_1
Karena Imah gak jauh beda dengan Anah. Tapi Imah dengan ibu kandungnya sendiri. Dia di perlakukan berbeda dengan kakak dan adiknya. Tak jarang Imah harus bertaruh nyawa saat menghadapi kemarahan ibunya. Ia bersyukur Allah selalu memberikan perlindungan. Saat dia dalam bahaya bahkan dia meregang nyawa.
Dalam tradisi Jawa, weton (hari lahir) nya Imah dan ibunya memiliki hari lahir yang sama. Dan itu sudah di percaya oleh suku Jawa. Bahwa seseorang yang memiliki hari yang sama tidak akan rukun jika mereka berdekatan. Maka akan ada pertikaian, bahkan pertumpahan darah pun bisa terjadi. maka mereka tidak bisa berduaan saja. Pada keadaan ramai saja, selalu ribut, dan cekcok. padahal hanya karena masalah yang sepele.
Ppercaya atau tidak, itu Wallahu allam.
Karena author punya anak lahir di hari yang sama, suami yang hari lahirnya sama pula sama abangnya. Selalu ada saja yang jadi masalah, karena hal sepele.
"Iya mbak" hanya itu yang yang bisa katakan. Dia masih belum paham akan kata Imah, padanya.
Mereka berdua main sampai siang hari. Karena libur maka Imah tidak sekolah. Imah yang usianya lebih tua darinya Anah. Namun mereka baru sekarang main bersama. biasanya Imah pendiam dan selalu menyendiri.
__ADS_1
...****************...
Hari menjelang sore Anah yang di rumah sendirian. Kini dia bekerja keras untuk memasukan padi ke dalam rumah, sebelum jam setengah 5 sore. Dengan susah payah Anah memasuk padi ke dalam karung.
Dengan ember dia gunakan untuk membawa padi ke dalam rumah.
Dengan keringat bercucuran, bahkan air mata tak mampu dia bendung lagi. Sangking lelahnya, Anah mengerjakan pekerjaan itu. Dia duduk bersandaran di pintu, sambil menghitung karung di pojok ruangan tamu.
Satu dua tiga empat lima enam, lah banyak banget. Ya ampun aku ini akan kerjakan sampai kapan jemur padi ini"gumamnya Anah.
Merenung sejenak lalu dia membersihkan bekas jemur padi tadi. Setelah selesai Anah langsung mandi, karena badan sudah lengket dan gatal.
__ADS_1
*****Bersambung....