TAKDIR KU

TAKDIR KU
17.MINTA OLEH OLEH


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian Anah sudah biasa mengerjakan pekerjaan yang sudah jadi tugasnya. Dari bangun tidur hingga sore, semua Anah lakukan tanpa membantah.


Dia hanya ingin segera sekolah karena sebentar lagi pendaftaran pendidik baru. Ia hanya ingin bisa main bersama teman temannya. Sekarang anah terbilang anak yang nakal dan sedikit bertingkah.


Bukan karena apa, ia butuh perhatian, karena jika dia hanya menurut dan diam. Itu akan jadi lemah buat diri sendiri. Itu sebabnya ia selalu buat ulah, supaya dia di perhatikan.


Tapi dia jadi sering mendapatkan pukulan, cubitan, bahkan, apa yang ia tidak tahu jadi tahu. Apa yang selalu neneknya ucapkan pasti masuk dalam otak dan hatinya. kemarin ia menangis dalam diam, tidak untuk sekarang.


Itu ia menangis karena mendapat hukuman. Karena Anah merasa bosan jadi anak penurut. Jika dia jadi penurut tidak mendapatkan apapun yang dia mau.


"Anah lagi masak kok di tinggal kelayapan hah!"bentak Nenek saat Anah baru pulang.


"Aku dari rumah bibi Minah nek, gak kelayapan."Bantah Anah.


"Ngapain kesana ninggalin nasi yang lagi di masak, tuh lihat nasi matang dengan sendiri." Tunjuk Nenek pada tungku yang apinya padam.


Ia Anah main ke rumah depan, karena yang namanya Minah baru pulang dari Jakarta. Dan pas Anah di depan rumah, Minah manggil Anah. Karena memang ia sering ngajak main Anah sebelum ke Jakarta. Boleh di bilang rindu dengan Anah. Maka dari itu Anah lupa kalau dia sedang masak nasi. Orang tua Minah ngasih tau bahwa neneknya sudah pulang. Nah Anah baru ingat jika dia sedang masak nasi.

__ADS_1


"Mau ngapain kesana jangan kayak orang gak pernah makanan enak. Orang baru pulang itu capek butuh istirahat. Kamu kesana kan tidak jadi istirahat, dan malah bongkar oleh oleh. karena kamu minta oleh oleh, sama minah."Kata Nenek.


"Kan aku di panggil sama bibi Minah, orang aku tadi belum di kasih oleh oleh. Aku di ajak main sama bibi Minah cerita cerita." Jawab Anah.


"Halah mana ada cuma cerita aja, gak ngasih oleh oleh." Menatap Anah dengan tatapan tak percaya.


"Kata bibi Minah oleh olehnya nanti aja, masih capek mau bongkar tasnya. Terus mbah kokom kasih aku singkong goreng nek."Kilah Anah.


"Ya sudah sana hidupin apinya biar Mateng nasinya Nenek dah lapar."Perintah Nenek pada Anah.


"Iya nek" jawab Anah, sambil berjalan ke arah tungku. Di nyalakan lagi api itu dan dia tinggal lagi mandi karena sudah sore. Dan menjelang magrib.


...****************...


"Assalamualaikum"ucap Parno sambil gandeng tangan Anah.


"Wa'alaikumsalam" jawab semuanya yang ada di dalam.

__ADS_1


"Eh Parno to tak kira siapa." Kata bu Kokom.


"Iya nih saya nganter Anah, katanya mau main. Sekalian saya bisa ngobrol sama Sugi bu." Jawab Parno.


"Oh" hanya itu saja yang di katakan bu Kokom.


"Anah ini bibi punya oleh oleh, sini makan" ajak Minah.


"Iya bi" jawab Anah lalu mendekati Minah.


Parno memandangi Minah, sedangkan yang di pandang cuek. Lalu Sugi mengenalkan Parno pada Minah.


"Mas Parno, ni kenalin adik ku yang baru pulang dari Jakarta."Kata Sugi.


"Eh iya, saya Parno pak lek nya Anah."Kata parno sambil mengulurkan tangannya pada Minah.


"Minah" sambut Minah, membalas uluran tangan Parno.

__ADS_1


Mereka berbincang dengan santai hingga jam sepuluh malam. Sementara Anah sudah terlelap di pangkuannya Minah. Akhirnya Parno pamit pulang, Parno mengangkat Anah dari pangkuan Minah. Lalu ia keluar dari rumah bu Kokom.


*****Bersambung.....


__ADS_2