
"Iih serem banget sih."Ujar Anah langsung tengkurep, menyembunyikan kepalanya dengan kedua tangannya.
"Kenapa kamu nyungsep An?"tanya Warto.
"Lagian itu film kenapa begitu serem, kan aku takut dan ngeri kalau lihat lek."Jawab Anah.
"Itu cuma film An, bohong bukan asli."Ujar Warto.
Mereka berdua berdebat, kebetulan sponsor (iklan) para orang tua jadi iku menanggapi topik Anah dan Warto.
"Tetap saja serem, serasa di dunia nyata. Apa lagi suasana seperti ini sangat mendukung, jadi merinding ih."Ujar Anah.
"Iya juga ya? apa yang kamu bilang. Gerhana matahari sekarang ini serem. Ibu hamil dan anak bayi tidak boleh keluar. Kalau bakal kena sawan yang nantinya akan berdampak buruk bagi bayi itu."Warto jadi merinding, ketika ia mendengar ucapan Emak-emak. Yang pada bahas tadi ibu hamil dan bayi.
"Baru sadarkan kalau serem."Anah tersenyum mengejek, sedangkan Warto cuma mengangguk dan nyengir kuda.
Yang di tonton ini adalah film Gerhana tahun 1985.(yang pernah melihat ada merasakan saat Gerhana 24 oktober 1995 tahu) 😜
*Bukannya author memasarkan judul film ya guys. Tapi ini mengikuti kisah Anah, jadi yang author tulis real kisah nyata. Kadang peraturan daerah itu berbeda, bisa di bilang mitos atau fakta.*🙏🤗
"Anak-anak apa yang di ucapkan para orang tua, itu sesuai dengan kejadian nyata. Kalian masih kecil pasti belum paham dengan semua yang di katakan oleh kami."Timpal bu Kokom.
"Sudah mulai filmnya jadi diam." Ujar pak Jarno.
Langsung sepi tidak ada lagi yang ngoceh.
Gerhana matahari total (pemanis saja)
Film yang berdurasi sekitar 93 menit di tambah sponsor total waktu kurang lebih 2 jam lamanya.
Setelah satu jam lalu Anah berdebat kini dia tertidur di teras rumah Johan.
Film telah selesai Warto dan Monik membangun kan Anah yang sedang mimpi.
"Mbak Anah"
"An, Anah" barengan Warto dan Monik.
"Cepat bangun sudah pada bubar nih" lanjut Warto.
__ADS_1
"Aku kok bisa ya tidur? tapi tadi ngimpi itu film aku jadinya."Ujar Anah.
"Itu kamu terlalu di pikirkan itu film Gerhana."Kata Warto sambil mengusap kepala Anah.
Anah hanya diam, dia nyengir memamerkan giginya. Mereka langsung pulang, kini rumah Johan jadi sepi.
"Lek Par, sudah boleh lihat langit belum?"tanya Anah pada parno.
"Ya sudah boleh, kan Gerhana matahari sudah selesai."Jawab Parno.
"Aku mau makan, habis itu main sepeda ah."celoteh Anah.
"Ini menjelang zhuhur, kalau mau main sepeda nanti saja agak sore ya." Parno mengingatkan Anah agar tidak main sepeda di waktu menjelang zhuhur.
"Ya sudah deh, aku mau main pasaran (jualan) aja lek sama Monik di depan rumah."Kata Anah.
"Ya mbak aku mau, sama rumah rumahan mbak." Kata Monik.
"Iya boleh deh" timpal Anah.
"Lebih baik kalian tidur siang dulu, baru bangun tidur main. Dari pada nanti kalian di marahin sama nenek. Tapi terserah kalian mau gimana, pak lek cuma saranin aja."Saran Parno pada kedua ponakan nya.
Ucapan Parno di terima oleh Anah, sampai rumah makan setelah selesai mencuci piring, yang tadi pagi juga belum di cuci jadi sekalian.
Sedangkan Parno sudah pamit pulang setelah makan siang bareng keponakannya tadi.
...****************...
Sebulan kemudian.
Anah dan Monik sering tidak akur nya sekarang, dengan masalah kecil juga Anah suka marah.
Itu karena perlakuan neneknya pada kedua cucunya berbeda. Monik paling bisa mengambil hati neneknya. Sehingga nenek tidak bisa marah yang berlebihan.
Seperti saat ini hanya karena Monik meledek Anah hingga membuat anah jengkel. Mereka sedang membuat sapu lidi yang tadinya bertiga dengan neneknya. Namun nenek merasa mulutnya asam karena belum makan sirih.
Maka nenek pamit masuk rumah, mereka berdua di tinggal di samping kandang ayam. Di sana teduh karena ada pohon jengkol dan pohon luntas.
"Yah mbak kalah lihat nih punya ku suka banyak." Ejek Monik.
Biarin lagian aku males banget di suruh bikin sapu lidi." Kata Anah kesal karena di ejek adiknya. Sudah lagi males bosan, ada aja bikin sapu.
Beberapa jam yang lalu Anah yang panjat pohon kelapa metik daunnya. Sekarang harus bikin sapunya, belum nanti daunnya harus di rapihkan. Di ikat kecil-kecil untuk nanti masak jika sudah kering.
__ADS_1
"Lagian seneng tau mbak ini kan kayak mainan kalau di bawa senyum gak berasa capek." Kata Monik dengan tersenyum, tapi senyum bukan manis tapi meledek.
"Ya kamu kan cucunya nenek yang paling di sayang. Tidak di suruh naik ke pohon, cuma duduk manis, tidak di suruh itu belah-belah pelepah kelapa. Setelah selesai kamu duduk tinggal buat sapunya." Meluapkan unek-unek yang di tahan selama ini, dengan emosi.
Ya Anah yang sekarang lebih mudah terpancing emosi nya.
"Halah gitu aja mbak marah." Semakin membuat Anah marah.
"Sudah diam! kalau gak bisa diam ini golok matuk dengkul mu!"bentak Anah sudah tidak bisa nahan emosi.
"Mbak itu...."
"Tuuuk" golok itu sudah matuk dengkul Monik.
"AAAAAH..... HUAAAA" Monik menangis sejadi-jadinya, baru kali ini dia melihat mbaknya marah dan serem.
"Rasakan itu bantah aja terus kalau aku bilang!"bentak Anah dengan melototi Monik.
Nenek datang setengah lari ketika mendengar Monik menangis kencang dan di susul bu Kokom.
"Kenapa Monik menangis?"tanya Nenek, tapi matanya melihat Anah yang santai sedang buat sapu lidi.
"Huuu ini de-deng-kul aku di ba**k sama mbak huhuhuhu."Adu Monik.
Bu Kokom dan nenek kaget kenapa Anah bisa ba**k adiknya tapi melihat luka itu tidak parah. Tetap saja yang namanya dengkul/lutut luka sedikit saja sakit. Dan di tambah Monik syok jika mbaknya akan semarah itu.
"Kenapa Anah ba**k Monik? untungnya luka tidak parah. Jangan di ulangi lagi Nenek tidak suka kamu mau jadi apa sama adik sendiri kayak gitu!"bentak Nenek.
"Siapa suruh dia bandel di bilangin gak nurut. Lagian itu baru aku patuk pakai golok di bilang ba**k. Tau gitu tadi tak Ba**k aja sekalian biar tidak punya kaki."Jawab Anah dengan santai.
"Luka segitu aja cengeng, masih parah mana sama kamu jatuh dari sepeda ku."lanjut Anah.
"Anah tetap tidak boleh tidak baik lo, Anah kan anak baik kenapa sekarang jadi begini?" tanya bu Kokom.
"Capek mbah jadi orang baik aku selalu di jahatin."Jawab Anah, masih fokus bikin sapu.
Bu Kokom tidak bicara lagi pada Anah "apa yang di katakan Anah benar juga, lagian selama ini bi irah memperlakukan cucu juga gak sama." Merasa iba melihat Anah karena selalu di perlakukan kasar.
"Bi aku pulang lah"langsung jalan pulang, tak bisa lama-lama di depan Anah.
*****Bersambung......
Apa ya yang akan nenek lakukan pada Anah?🤔
__ADS_1