TAKDIR KU

TAKDIR KU
78.APA?


__ADS_3

"Biarin yang penting happy, hobi tidak harus menjadi artis Jo. Yang penting itu bisa nyanyi gak usah pikir orang seperti kamu!."jawab Anah dengan santai.


"Johan bisa gak sih kamu itu gak cari masalah deh. Nanti itu kuping bisa putus beneran loo."Ledek Anah.


"Ya Kalau tidak ada yang ngadu ke bapak ku ini kuping gak bakal ada yang narik kali." Jawab Johan dengan nada kesal.


"Aku rasa tidak perlu ngadu tu sudah tau pun....."Ucap Wahyuni, sambil memonyongkan bibirnya ke arah pintu.


Johan langsung menoleh ke arah pintu dan dia terkejut. Dengan orang yang berdiri di pintu. Ya bu Nining sedang menatap Johan, dengan tatapan mengerikan.


"Ibu mau nengok Anah juga?" tanya Johan


"Emang cuma kamu yang boleh datang kapan aja. Ibu juga ingin kapan pun, bahkan kalau perlu ibu akan ..... dah lah kamu masih bocah. Belum waktunya kamu ngerti tar aja kalau sudah gede."Jawab bu Nining, berlalu ke dapur untuk ketemu bu Sarinem.


Sedangkan para bocah lagi mikir apa yang di maksud ibunya Johan.


"Apa ya yang mau di katakan ibu mu ya Jo?" tanya Anah yang penasaran dengan ucapan bu Nining.


"Emang kamu gak denger kalau ibu ku bilang apa?" Johan pada kesal kadang tidak nyambung.


"Ya denger lah. Tapi kenapa seperti cuma satu kata saja itu ada yang aneh deh." Yang masih penasaran.


"Ya ampun gitu aja kamu pada gak tau sih."ujar Wahyu.


"Emang kamu tau yu?" tanya Anah, yang sudah antusias.


"Ya tau lah, malah tau banget."Jawab Wahyu dengan santai.


"APA?"kompak pada penasaran.


"Maksud dari ibunya Johan itu, kalau perlu ibu akan nikah kan Johan dengan Anah. Karena kamu masih bocah gak ngerti, apa yang di katakan ibu Johan." Penjelasan Wahyu, yang mengerti dengan maksud bu Nining.


"Hah? ogah lah aku." Kata Anah.


"Siapa juga yang mau menikah sama orang cengeng kaya kamu!" ketus Johan, paling males berhadapan dengan Anah.


"Aku juga gak mau sama kamu, gak nikah aja ngajak berantem terus. Kalau namanya orang nikah itu harus bikin senang ketawa. Kalau tidak salah di sebutnya itu bahagia gitu."Celoteh Anah.


"Ah kamu tadi tidak tau, sekarang ngoceh kayak burung beo."Kata Angga.


"Mas aku ngomong apa adanya kok, kan aku lihat ibu sama bapak. Kalau berantem juga gak tiap hari itu juga cukup sebentar. Terus kalau yang nikah itu juga yang sudah pacaran. Kalau gak nanti kayak lagu manis manja lagi." Kata Anah, yang selalu dia resapi setiap lagu yang dia dengar.


......................


Biar satu sembunyi di dasar laut


Satu di atas langit


Kalau memang sudah jodoh


Di depan penghulu pasti 'kan bertemu


Biar satu anak santri


Yang satu anak si tukang parkir


Kalau memang sudah jodoh


Di meja KUA 'kan bertemu juga


La la la la...


Jodoh, jodoh jodoh


Tak usah diramal-ramal aach


Tak usah dikhayal-khayal


Ini rahasia sang pencipta

__ADS_1


Jodoh, jodoh jodoh


Tak usah dikejar-kejar ihh


Tak usah dipaksa-paksa


Bila saatnya 'kan datang juga


Kalau dipaksa-paksa, sakit rasanya


Kalau dipaksa-paksa, nanti kecewa


Biar satu tujuh puluh tahun


Yang satu tujuh belas tahun


Kalau memang sudah jodoh


Di ranjang pengantin 'kan bertemu juga


Biar satu di istana yang megah


Satu di kolong jembatan


Kalau memang sudah jodoh


Apapun jadinya syah-syah syah-syah saja


Jodoh, jodoh jodoh...


......................


"Apa-apa di nyanyiin, mending suaranya bagus cempreng gitu."Ujar Johan yang sudah jengah sama Anah.


"Bilang aja kamu gak bisa nyanyi." Ledek Anah.


"Sembarangan kamu Jo, aku juga bisa lagu Nike Ardila."Jawab Anah dengan gaya centil tentunya.


"Bisa gak lagunya yang berjudul 'ku tak kan bersuara' dari Nike Ardilla.


"Boleh; siapa takut. Mas Angga tolong matiin radio ya. Kan gak lucu kalau radio masih nyala berpadu dengan lagu pop." Kata Anah.


"Iya dah, bingung aku lihat kamu, orang sakti, tapi kalau di tantang nyanyi, malah girang bukan main." Angga ngedumel.


......................


Izinkan cintaku


Berbunga dihatimu


Biar terus mekar jadi kenyataan


Tlah lama ku dahaga


Belaian seorang insan


Semoga bersamamu


Ceria hidupku


Ku tak akan bersuara


Walau dirimu kekurangan


Hanya setiamu itu kuharapkan


Ku tak akan menduakan


Walau kilauan menggoda

__ADS_1


Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu


Hanya kupinta darimu setialah selamanya


Sehingga abadi


Cinta ini sayang itu kudoakan


Ku tak akan bersuara


Walau dirimu kekurangan


Hanya setiamu itu kuharapkan


Ku tak akan menduakan


Walau kilauan menggoda


Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu


Hanya kupinta darimu setialah selamanya


Sehingga abadi


Cinta ini sayang itu kudoakan


Tak mugkin kan terjadi


Kehancuran cinta kita


Andainya hatimu seperti hatiku


Andainya hatimu seperti hatiku


......................


"Anah itu kan lagu orang gede emang kamu ngerti apa artinya?"kali ini Wati yang bertanya.


"Em apa ya? kalau gak salah nih tentang pacaran gitu. Setia sama pacarnya, meskipun pacarnya jelek, galak, jahil. Mulutnya cerewet kayak perempuan." Jawab Anah, tatapan matanya tertuju pada Johan.


"Sok tau, kalau aku males punya pacar cerewet kayak kamu, tambah centil dan cengeng."Kesel sama Anah, ada ide buat mojokin dirinya.


"Kok kamu ngerti sih An, kayak orang yang sudah pernah pacaran aja." Ujar Wahyuni.


"Aku tu tau, karena aku sering nonton TV tempat Johan. Kalau pacaran belum pernah, karena yang pacaran yang mau kan yang mau nikah. Nah yang nikah kan orang yang sudah gede."Celoteh Anah.


"Assalamualaikum"ucap Warto.


"Wa'alaikumsalam" Semua pada noleh ke arah pintu. Di pintu Warto tersenyum matanya tertuju pada Anah.


Hal itu langsung di cibir sama Johan, dan yang lain melongo kecuali Angga.


"Tu dah di samperin sama pacar, hati-hati nanti ada mas Sugi pasti di bawain golok." Ejek Johan pada Anah.


"Mana berani lek Sugi marah sama aku, kan lek Sugi takut sama bapak. Weeee... " Anah merasa menang dari Johan.


Warto masuk dan duduk dekat Anah, tangan terangkat menyentuh kening Anah.


"Pantesan udah nyanyi sudah sembuh to."Ujar Warto.


"Ya udah lah kan aku sudah pengen sekolah." Kata Anah.


"Iya sekolah cuma absen aja terus pulang."Ejek Johan.


"Memang tadi kamu sudah sekolah?"tanya Warto.


"Iya karena aku masih lemas jadi gak boleh masuk. Nanti ulangan nyusul aja boleh, ku kira gak ada ulangan susulan.


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2