
Kini nenek dan bu Sarinem terlihat akur, ya nenek yang sudah tau jika menantunya tengah hamil muda. Pekerjaan rumah ia ikut membantu, pak Jumadi tidak membantu menimba air, maka ia yang membantu. Itu juga ia lakukan karena ingin mendapatkan maaf dari anak sulungnya. la akan melakukan hal yang baik tentu itu ia dengan tulus.
Sementara di depan rumah pak Jumadi menemani Anah, untuk berjemur. Dengan Anah tertidur ia gelar tiker untuk main monik. Pak Jumadi kembali duduk di kursi dan memangku kakinya anah. Tak lama Anah kembali tertidur, karena jam menunjukkan pukul 7:15. maka pak jumadi membiarkan Anah tidur, untuk beberapa menit atau satu jam.
Dari seberang jalan pak Jarno dan bu Kokom hendak ke pasar. Tapi ketika melihat pak Jumadi ada halaman bersama kedua Anah. mengurungkan untuk langsung berangkat, dan memilih menghampiri pak Jumadi.
"Jum ini Anah sekarang di jemur ya?"tanya bu Kokom.
"Ya bu, biar cepat seger Anah nya kasihan kalau terus di dalam. Ibu mau kemana kok malah belok ke sini bu?"tanya balik pada bu Kokom.
"Mau ke pasar Jum, mau ada titip gak, apa gitu biar nanti tak beliin?"tanya bu Kokom.
Sebentar saya tanya Inem dulu ya."Pak Jumadi beranjak pergi ke sumur untuk tanya pada istrinya.
"Dek, itu bu Kokom mau ke pasar. Ada yang habis apa gak? dan mau titip sama bu kokom?"tanya pak Jumadi pada istrinya.
"Kalau bumbu yang habis bawang merah dan cabai mas. Minta tolong beliin cabe rawit seperempat, bawang merah sekilo dan dan tempe 500 saja ya mas. Duitnya di tempat biasa aku taruh ya."Kata bu sarinem pada suaminya.
"Ya sudah tak sampaikan sama bu Kokom. kalau duit punya mas aja, ni di kantong cukup."Kata pak Jumadi lalu kembali ke halaman rumah. Dan menyampaikan pesannya istri pada bu Kokom.
"Ini duitnya bu."Pak Jumadi memberikan uang pecahan 10 ribu.
"Oh ya sudah, kita berangkat yuk pak."Ajak bu Kokom pada pak Jarno.
"Sebentar mak, eh Jum aku tadi sempat lihat Warto mampir sini kalian ngobrol tapi arahnya ke Anah. Emang tu bocah ngomong apa ya kalau boleh tau?"tanya pak Jarno, penasaran dengan anak bungsunya.
"Oh Warto ke sini ngajak ngobrol Anah, walau pun yang di ajak ngobrol cuma manggut-manggut pak, itu anak girang banget."Kata pak Jumadi.
"Loh memang nya Anah sudah bangun ya Jum?" tanya bu Kokom.
"Alhamdulillah bu, tadi sebelum subuh Anah bangun."Kata pak Jumadi.
"Alhamdulillah....."
"Akhirnya kamu bangun nduk," bu Kokom lalu membungkukkan badannya dan mengusap kepala Anah dengan kasih sayang. "cepat sembuh ya nduk."Lanjutnya lalu berdiri lagi.
"Ya ini buah dari kegigihan mu Jum, kamu dengan sabar dan telaten merawat anakmu.
Sehingga Allah berikan mukjizat nya, dan sekarang tinggal nunggu Anah pulih aja."Kata pak Jarno.
"Assalamualaikum.....!"dengan suara melengking ia mengucapkan salam dan menyalami orang yang lebih tua. Yaitu pak Jumadi, pak Jarno, dan bu Kokom di ikuti oleh Susi.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam..., kamu ini ya."Tegur pak Jumadi.
Namun tatapan Parno terpaku pada Anah. Ya Anah terbangun mendengar suara Parno.
"Masya Allah, cantik sudah bangun? alhamdulilah.... cantik cepat sembuh ya biar nanti bisa sekolah dan main sama Monik ya."Kata Parno pada Anah dengan mengusap kepala Anah.
"Ya Anah cepat sembuh ya, supaya nanti bisa sekolah dan main lagi ke rumah bibi ya."Timpal Susi.
Anah hanya mengangguk sebagai jawaban atas percakapan dengan Parno dan Susi.
"Ya sudah kami ke pasar ya Jum,"pamit pak Jarno.
"Oh ya pak hati-hati ya."Kata pak Jumadi.
"Mas mbak yu Inem di mana?"tanya Susi.
"Oh lagi nyuci sama mamak tuh. Kalian sudah sarapan apa belum? kalau belum sana ke dapur sarapan dulu."Kata pak Jumadi pada Parno dan Susi.
"Kami sudah sarapan mas."Jawab Susi pada kakak iparnya. "Mas aku temui mbak yu dulu ya."Pamit Susi pada Parno.
"Ya sudah, bantu mbak yu kalau belum selesai."Titah Parno pada istrinya.
"Iya mas."Langsung beranjak untuk menemui kakak iparnya dan mertuanya.
...****************...
"Gimana kalau sore nanti kita nengokin Anah, siapa tau nanti Anah semangat dan cepat sembuh. Kan Anah jadi cepat bisa sekolah lagi dan kita bisa main bersama."Ujar Wati dengan antusias ingin ketemu Anah.
"Boleh"
"Boleh,"Santi dan Julia serentak.
"Yuni Mar, kamu mau ikut tidak?"tanya Wati.
"Ya aku ikut."Jawab Yuni.
"Aku juga, nanti kita bilang sama mamak kita ya. Siapa tau mereka mau ikut, soalnya tempo hari mamakku tanyakan kabar Anah."Mariyati juga antusias ingin menengok anah.
"Aku ikut."Eko menyahut.
"Aku juga lah."Kini Rama.
__ADS_1
"Aku nanti bareng Santi dan aku ajak mamak, kemarin mamak tanya juga pada ku."Hari ikut antusias, ya rumah hari dekat dengan santi dan Julia.
"Eh Han kamu gak mau nengok Anah? atau kalau kamu memang senang, Anah sakit dan tidak sekolah hah?"tanya Angga.
"Bukan begitu Ngga, aku dan Anah kan lagi marahan. Bahkan aku belum minta maaf padanya, ku takut Anah gak mau ku tengok."Jawab Johan, dengan raut wajah sendu.
"Lagian jadi orang itu jangan egois Han, pikirkan apa akibatnya kalau berbuat."Celetuk Angga.
"Iya Ngga, aku gak akan ulangi lagi. Nanti aku bilang ke bapak dan ibu ku. Untuk nengok Anah deh."Merasa bersalah pada Anah.
"Anak-anak kenapa pada kumpul di meja wati ini."tanya bu guru, yang melihat keseriusan anak-anak muridnya.
"Ini bu kata Angga, Anah sudah bangun dari tidur panjangnya. Dan tadi Santi Julia dan Hari, melihat Anah lagi di halaman rumah bersama bapak dan ibunya."Jelas Wati.
"Alhamdulillah.... itu kabar baik dari kalian akan ibu sampaikan kepada kepala sekolah nanti. Terima kasih ya infonya anak-anak, kalian mau pulang tidak nih?"tanya bu guru dengan candaan.
"Mau dong bu."Serentak sahut para murid. Mari kita lanjutkan dulu belajarnya ya."Ajak bu guru.
"Siap bu...."Jawab mereka dan langsung memperhatikan materi pelajaran yang bu guru berikan.
...****************...
Kini sore hari rumah pak Jumadi datang teman-temannya anah dan juga para ibu-ibunya.
"Anah masih ingat ini siapa?"tanya mamak Wati.
Dengan lemah anah menjawab "i-ya i-tu Wa-ati"
"Alhamdulillah ternyata gak lupa sama teman-temannya. Makan yang banyak ya biar cepat sembuh dan gemuk lagi ya."Tapi Anah hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Banyak sekali yang di obrolin para mamak-mamak. Dan anak-anak hanya jadi pendengar para makanya.
*****Bersambung....
Maaf teman-teman dah dua hari tidak update.
bukan karena tak semangat, tapi tidak tahu apa sebabnya. Sehingga dua hari ini, karya ku di tolak dan tidak lolos seleksi.
Terima kasih yang sudah setia menunggu ku up kembali.
Semoga terhibur dan bisa menjadi inspirasi kalian.....
__ADS_1
Salam manis dan sayang dari author ini yang masih banyak belajar juga.🤗🤗🤗🥰🥰🥰😘😘😘😘😘❤️