TAKDIR KU

TAKDIR KU
111.PUASA SEHARI SEMALAM


__ADS_3

"Sudah kamu itu harus kuat, sesuai karakter nama mu. Yaitu; Pembicara keluarga. Simpatik, baik. Selalu diberkati. Pengambil keputusan, berani. Keras kepala. Tidak dibuat-buat dan unik. Berjiwa pemimpin dan berani mengambil resiko. Bukan kah selama ini itu yang ada di dirimu. Tunjukkan bahwa kamu perempuan hebat sesuai kemampuan mu. Tatapan masa depan mu yang masih jauh di sana. Ingat jika kamu sedang sendiri, masih ada Allah yang menciptakan kita. Tidak mungkin kamu tidak menemukan jalan keluar dari masalah."Nasehat Angga pada Anah, layaknya orang dewasa.


Angga sebagai laki-laki di rumahnya, yang di harapkan sebagai pelindung keluarga. Dengan menjaga ibu dan 4 saudarinya, secara tidak langsung Angga menjadi orang dewasa. Karena selalu di libatkan dalam setiap membahas masalah keluarga.


"Iya mas, terima kasih selalu ada buat aku. Sekarang aku akan berusaha semampu aku bertahan. Tinggal beberapa bulan lagi aku di sini. Mudah-mudahan nanti di sana aku lebih baik dari sekarang ini."Ucap Anah.


"Nah ini baru Mariana, aku yakin kamu bisa."Angga menyemangati Anah.


Akhirnya Anah tersenyum kembali, senang masih ada yang perduli dengannya. Nana ngajak main, mereka bertiga main di halaman sampai sore.


...****************...


Hari-hari berlalu Anah lewati, bahkan saat ini Anah sudah duduk di kursi kelas 6. Anah sekolah dengan Monik, jarak sekolah hanya 150 meter.


Yang di rasakan Anah di sini bisa main bercanda gurau. Dan bersaing untuk mendapatkan perhatian kedua orang tuanya. Terutama perhatian ibunya yang suka membanding-bandingkan anak-anak. Sehingga membuat mereka mencari perhatian yang dapat mereka bangga.


Yang tadinya sekamar berdua, kini masing-masing. Kadang mereka berebut pekerjaan, kadang juga berebut malas.


Anah hari ini sudah masak nasi dan sebentar lagi matang. Sayur lodeh pun sudah mau matang, semua tinggal matangnya.


Anah sudah siap sekolah, karena piket harus masuk lebih pagi. Anah melihat masakan sudah matang semuanya. jam menunjukkan pukul 6 pagi, segera Anah sarapan.


setelah sarapan Anah pamit berangkat sekolah, Monik masih mandi setelah menyapu halaman rumah.


"Mbak pagi amat berangkat mau ngapain?"tanya Monik.


"Hari ini Senin aku piket dan harus selesai sebelum upacara di mulai."Jawab Anah.


Mbak sudah makan emangnya?"tanya Monik.


"Sudah, bu pak aku berangkat." Pamit sama ibu bapaknya yang lagi sarapan.


"Iya,"Jawab keduanya.

__ADS_1


Dari dulu tidak berubah makan cukup sederhana. Tidak pernah mewah, seadanya yang bisa di masak tidak ada yang protes.


"Bu aku sudah kenyang."kata Udin.


"Ya sudah itu piring bekas makan di taruh ember ya Lee."Ujar bu Sarinem.


"Iya bu," Udin membawa piring bekas makannya ke dapur.


"Mon nan bilang sama mbak, kalau mau nyusul kebun pakde Yatno. Sebelah kebun pak Priyo ya, kita lagi kerja di sana." Bu Sarinem berpesan.


"Iya bu, nanti tak sampai kan. Aku bawa apa lagi nanti?"tanya Monik.


"Tidak usah bawa yang lain paling minum saja. Takut kurang soalnya masih 2 liter."Jawab bu Sarinem.


"Ya sudah nanti kamu nyusul bareng mbak ya. Ibu dan bapak berangkat," lanjut bu Sarinem, dan langsung berangkat bersama Udin dan pak Jumadi.


Monik sampai sekolah, mencari keberadaan mbaknya. Ternyata Anah sedang ngobrol di dalam kelas bersama teman teman.


Saat pulang sekolah Monik mengejar mbaknya yang sudah duluan.


"Kenapa lari-lari?"tanya Anah pada adiknya.


"Mbak ibu bilang, kita kalau mau nyusul di kebun sebelah sekolah."Kata Monik.


"Aku gak bisa, mulai hari ini ada PM seminggu 3 kali. Masuk jam 2 pulang jam 5 sore. Bilang ke ibu ya, kalau kamu berangkat sendiri."kata Anah


"Ya sudah kalau begitu."Kata Monik


Mereka sampai di rumah, ganti baju dan makan. Monik berangkat ke kebun menyusul orang tuanya. Anah tidur siang sebelum berangkat ke sekolah lagi untuk ikut PM (pendalaman materi).


Malam hari bu Sarinem memberitahu untuk meraih nilai yang bagus. Dan mengikuti ajaran orang tua dulu. Ya ajaran yang di ajarkan almarhum bapaknya.


"Anah sudah mulai persiapan untuk kelulusan. Lebih baik lagi, selain belajar itu kamu harus puasa sehari semalam."Ujar bu Sarinem.

__ADS_1


"Hah? Puasa bulan ramadhan saja aku banyak setengah hari bu. Gimana nanti aku harus puasa sehari semalam?"tanya Anah.


"Ya makanya belajar puasanya yan benar. Mumpung kamu ini belum datang bulan, karena nanti kalau sudah datang bula juga susah."Kata bu Sarinem.


"Tapi untuk apa aku harus puasa sehari semalam, teman aku juga gak ada yang puasa seperti itu."Protes Anah.


"Iya memang tidak ada. Itu dulu ibu di ajari sama kakek mu, bapaknya ibu. Tapi ibu gak lulus, karena ke buru datang bulan. Apa lagi umur ibu dulu sudah 14 tahun. Ibu baru dapat separuh, jadi gagal deh."Kata bu Sarinem terlihat sedih.


"Memang harus berapa hari, yang harus di capai bu?"tanya Anah.


"Dulu kakek pernah bilang begini;


Flashback on


"Kalau kamu bisa melakukan puasa sehari semalam. Kamu bisa sampai 40 hari senin, 40 hari kamis, dan yang pali penting 7 hari di hari kelahiran mu. Bapak akan undang orang sekampung dan buatkan nasi tumpeng. Untuk perayaan mu telah lulus puasa itu, dan pasti kamu menjadi perempuan yang kuat. Kuat untuk meneruskan ilmu bapak, yang bisa mengobati orang. Kuat menghadapi kehidupan yang pelik, kamu juga bisa mengajarkan ini pada anak cucumu nanti."Ujar Nawawi.


"Cara nya bagaimana pak, terus kenapa harus sebelum aku datang bulan?"tanya Sarinem


"Ya kamu puasa setiap hari senin dan kamis tanpa putus dan hari kelahiran mu setiap bulan. Hari kelahiran itu jatuh di hari yang sama, yaitu 5 minggu sekali. Di mulai dari jam 5 sore dan kamu berbuka puasa pun sama jam 5 sore lagi. Bila perlu di kamu sampaikan harapan mu. Dan kenapa harus sebelum kamu datang bulan. Karena puasa itu tidak boleh putus, walau satu hari. Terlebih kamu perempuan, jika laki-laki kapan pun bisa." Jawab pak Nawawi.


Flashback off


"Nah begitu yang di maksud kakek."Ujar bu Sarinem.


"Terus nanti aku kalau bisa dapat apa?"tanya Anah.


"Kamu bisa terbiasa untuk puasa, dan kamu bisa puasa untuk menjaga diri sendiri. Di tambah bisa dapat nilai bagus waktu ujian Nasional nanti. Itu juga minta sama Allah, di saat kamu puasa nanti."Ujar bu Sarinem.


"Iya nanti aku bakal puasa sehari semalam, mulai kamis besok. Tapi kalau tidak kuat aku puasa seperti biasa saja ya bu. Mulai dari sahur seperti bulan ramadhan saja ya bu. Hehehe," ucap Anah sambil cengengesan menutup keraguannya.


"Ya sudah lah sebisa kamu, tidak ada salahnya jika kamu coba dulu ya."kata bu Sarinem pasrah, tidak memaksakan kehendak karena dirinya pun tidak yakin anak sulungnya itu.


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2