
Anah dan Warto sampai di depan tempat pendaftaran. Yaitu di ruangan yang letaknya tak jauh dari kantin. Dan berikut di susul Angga Johan dan teman temannya Warto. Pak Jumadi heran pada anaknya kenapa-napa diikuti oleh para siswa, apalagi melihat muka Anah yang manyun. Di raihlah tangan Anah, lalu di angkat ke pangkuannya. Dan di usap kepalanya dan di kecup kepala anaknya.
"Kenapa ini anak bapak jadi manyun hem?" tanya pak Jumadi.
Tapi Anah tidak menjawab pertanyaan bapaknya, bibirnya masih manyun. Lalu pak Jumadi menatap Warto Johan dan Angga secara bergantian. Warto paham itu maksudnya pak Jumadi, ia melirik ke johan. pak Rudi paham lirikan Warto, pada Johan pun bertanya pada johan.
"Han apa kamu buat masalah pada anah?"tanya pak Rudi pada Johan.
Johan menunduk "Anah aja yang cengeng, manja, tukang ngadu."Jawab Johan
"Dia perempuan Han, kamu itu kan lebih besar dari Anah. Harus bisa jaga Anah, kalau Anah ada teman perempuan pasti tidak akan main sama kamu."Kata pak Rudi.
"Ya bagus pak kan aku bisa lihat dia yang manyun kayak entok." Jawab Johan, sambil tersenyum mengejek Anah. Dan perkataan Johan itu mengundang tawa bocah yang mengikuti mereka. Membuat Anah semakin kesel sama Johan.
"Ini bocah kalau di bilangin orang tua malah cengengesan."Mulai emosi pak Rudi.
"Sudah pak, pak Jumadi aja nggak marah, ini bapak marah marah tar cepat tua loh."Kata Johan dengan santai.
"Pak Jumadi gak marah karena sudah ada bapak. Jadi santai kalau gak ada bapak, pak Jumadi bisa keluar tanduk ngadepin kamu ini."Kata pak Rudi, yang sudah berdiri dan menjewer kuping kiri Johan.
"AAAAAH..., pak sakiiit kuping ku lepaskan." Teriak Johan saat kuping kirinya di jewer sama bapaknya. Lalu pak Rudi melepaskan dan berkata pada Johan.
__ADS_1
"Awas aja masih di ulang lagi bapak hukum kamu."Ancam pak Rudi.
"Iih bapak sama anak sendiri galak banget udak kayak bapak tiri aja."Ucap Johan
"Siapa suruh bandel, Anah dah ya jangan manyun lagi dong. Johan sudah pak Rudi jewer kupingnya, nanti kalau masih nakal bilang ke pakde Rudi ya."Kata pak Rudi, pada Anah sambil tersenyum dan mengusap kepala Anah.
"Sama anak sendiri bapak galak banget!
giliran sama Anah bapak sayang banget emang Anah anak bapak apa?" gerutukan Johan lirih tapi masih kedengarannya sama semua yang ada di sekitarnya.
"Ya, bapak sayang Anah, kan bapak pengen anak perempuan. Bosen sama anak laki laki kayak Johan, selalu bikin bapak marah dan malu. Karena Johan selalu buat masalah, gak sama Anah aja sama yang lain juga."Ujar pak Rudi, dengan maksud Johan bisa berubah. Tak lagi bikin ulah lagi, karena ia malu sering kali dapat aduan dari anak-anak atau para orang tua. Jika sama perempuan hanya kejahilan tapi jika laki laki mereka baku hantam. Hanya pada Angga saja ia akur, mungkin karena mereka memiliki sifat yang sama.
"Iya, Anah aku minta maaf ya, pak lek Jumadi aku minta maaf juga ya, udah bikin Anah monyong."Johan meminta maaf, tapi tersenyum mengejek Anah
"Kamu ini, minta maaf apa ngejek nih?"tanya pak Jumadi.
Johan hanya cengengesan, tak menjawab.
terdengar bell masuk kembali jam belajar.
"Warto terima kasih ya, kamu sudah anter Anah."Ucap pak Jumadi.
__ADS_1
"Sama sama lek, aku masuk dulu, jam istirahat dah selesai."Jawab Warto.
"Ya, belajar yang rajin ya biar naik kelas." Kata pak Jumadi.
*****Bersambung....
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
Teman teman pembaca dan author yang cantik dan cakep aku promo.
Mampir yuk, ini karya aku yang ke dua.
semoga dapat menghibur teman teman semua.
jangan lupa ya like, komen, saran atau kritik. bila tidak keberatan vote juga boleh pakai banget.๐คญ
Atau mungkin ada yang mau ngasih bunga mawar ๐น atau kopi โ biar author semangat๐ค๐ฅฐ
terima kasih buat yang sudah mampir....
__ADS_1