TAKDIR KU

TAKDIR KU
60.HIDUP SEGAN MATI TAK MAU


__ADS_3

Lalu pak Jumadi dan Parno keluar dari ruangan dokter umum. Dan menuju bagian obat, Parno yang menyerahkan resep obat Anah. Setelah selesai mereka langsung pulang, pikiran pak Jumadi kacau, namun tetap berusaha tenang. Supaya istrinya juga ikut tenang, karena ia juga memikirkan kondisi istrinya yang sedang mengandung.


Selama di perjalanan tidak yang bicara, sang supir juga konsentrasi dengan jalan biar cepat sampai. Karena melihat kondisi Anah Roni tidak harus di beri tau pun sudah bisa menebak bahwa Anah dalam kondisi tidak baik. Namun kalau di bawa ke rumah sakit besar terbatas biaya dan waktu tempuh tidak cukup 6 jam. Sudah pasti pak Jumadi pasrah, dengan keadaan. Dan doa juga berusaha mengobati sebisa mungkin, dan berharap mukjizat dari Allah.


"Assalamualaikum," ucap pak Jumadi begitu sampai langsung buru-buru masuk rumah. Selain capek, ngantuk dan Anah harus segera istirahat.


"Wa'alaikumsalam,"jawab orang yang di rumah, ternyata ada kedua orang tua Warto dan Warto.


"Dek tolong di kompres dan sering di beri minum, jangan nunggu anaknya bangun. Karena dokter bilang Anah tak sadarkan diri. Bukan sekedar pingsan, kita berikan obat yang dokter kasih. Sekalian obat herbal, nanti mas cari dan bantu buat ya. Bubur sumsum tapi encer biar bisa masuk. Kalau cuma minum gampang kamu bisa sendiri kan kalau gak bisa biar Parno bantu. Mamak bantu aku cari obat."Pinta pak Jumadi, berkata tenang namun menusuk. Tatapan penuh kemarahan, bukan tanpa sebab dokter bilang Anah sudah lama baru di obati. Seperti hidup segan mati tak mau, semua Anah tampung sendiri.


"Iya mas biar nanti ku bantu."Sahut Parno


Sementara bu Sarinem masih syok, mendengar anaknya tak sadarkan diri. Tapi bukan sekedar pingsan, pikiran bu Sarinem melayang-layang."Apa anak ku Antara hidup dan mati. Kalau masih bisa di obati anak ku hidup. Kalau tidak bisa di obati anak ku ...... Ya Allah berilah kami keikhlasan merawatnya.

__ADS_1


Jika engkau berikan kehendak baik sembuhkan anak ku. Jika engkau ambil maka beri kami keikhlasan dan kesabaran ya Allah."Kata dalam hatinya. Ia akan menerima apapun ketentuan jika Anah bisa sembuh itu adalah mukjizat Allah.


"Yu ini air nya untuk minum Anah." Kata Parno, perkataan Parno membuyarkan lamunan bu Sarinem.


"Eh iya Par, kamu tolong dipangku kepalanya agak dongak biar airnya masuk. Bismillahirrahmanirrahim,"ucap bu Sarinem, sebelum menyuapi anaknya dengan air hangat. Ya Parno sudah di kasih tau oleh pak Jumadi jika Anah harus minum air putih hangat atau teh manis bisa juga di kasih susu.


Dengan telaten sang ibu menyuap air hangat dengan sendok. Hingga beberapa sendok, setelah itu ia ganti menyuapi bubur sumsum cair. Hingga beberapa sendok, lalu air hangat lagi hanya satu sendok. Dan di ambilnya obat yang diberikan suaminya tadi, Dan di perbutir obat. Di hancurkan, lalu di bagi menjadi dua dan di beri pada Anah.


"Par jangan ngajak mbak jama'ah nangis, gak kamu ajak pun mbak dah pengen nangis dari tadi hiz... hiz... hiz..."Tumpah juga air mata bu Sarinem. Bu Kokom yang dari tadi masih ada pun langsung nyamber seperti di siram bensin.


"Iya Par aku juga sudah nahan dari tadi, malah kamu pancing hiz...hiz...hiz.."Ikut menangis bahkan Susi l dan yang lain ikut nangis pada sesenggukan.


...****************...

__ADS_1


"Mak sebenarnya hati mamak itu terbuat dari apa to hah? aku gak ngerti kenapa harus lahir dari perut mamak. Sehingga aku tidak merasa kan punya orang tua dari kecil. Ku pikir cukup aku dan Parno yang merasa tidak punya orang tua dan menderita. Tapi kenapa anak ku demi nenek dan ibunya rela menderita. Entah apa yang bisa kulakukan untuk anak ku. Apakah dia masih bisa bertahan atau tidak itu semua hanya Allah yang tau."


"Semua kebutuhan anak ku kasih, semenjak Parno nikah aku kasih biaya buat Anah sekolah, makan, dan ku kira cukup. Bahkan aku gak minta lagi hasil ladang dan sawah. Ayam dan entok itu untuk makan bukan untuk di jual. Tapi mamak masih saja jual kalau kehabisan uang. Yang aku heran mamak kenapa lebih senang memberi makan laki-laki beristri. Dan mamak meninggalkan anak dan suami mamak demi kesenangan mamak."


"Aku itu jadi anak serba salah, punya Mak gak di anggap anak. Melupakan Mak aku juga jadi anak durhaka. Ingat mak kalau muka Anah itu mirip Maryati. Anak yang selalu mamak bangga-banggakan. Mamak yang minta Anah sama mamak tinggal di sini. Bahkan ibunya sering sedih setiap kali terjadi sesuatu dengan anaknya. Kontak batin mereka kuat, karena dari masih di perut mereka sudah saling merasa dan menguatkan. Aku tidak ingin ini terjadi lagi, aku tidak pernah memukul Anah begitu pun ibunya. Tapi mamak tidak cuma badannya tapi pikirannya hatinya semua mamak hancurkan berkeping-keping."


"Kenapa mamak gak padaku saja, bila perlu mamak bunuh saja. Apa mamak pikir, tetangga itu tidak tau apa yang mamak lakukan. Bahkan semua orang bilang Anah anak malang, apa karena bapaknya anak malang sehingga anak nya harus malang. Di antara anak yang hidup cuma Parno yang mamak sayang. Hanya karena mamak pengen di hormati dan di hargai Parno. Hendri, itu lebih parah dari parno, bahkan baru tiga hari sudah mamak tinggal minggat. Aku juga heran sama pak Rusli kenapa tidak di lepas saja mamak itu. Padahal tidak ada yang bisa di harapkan dari mamak, toh masih ada istri baik dan setia. Bahkan mereka mau merawat Hendri, walaupun bukan anaknya."Kata pak Jumadi panjang lebar dan beruntun.


"Karena di itu kamu gak tau jadi mamak. Rusli, itu banyak istrinya, mamak gak sudi jadi madu, juga di madu. Makanya mamak ninggalin dia dan Hendri dan mamak juga tengok sesekali." Jawab Nenek.


Sudah tau banyak istrinya tapi mak mau nikah. Tapi biar begitu istri tua dan muda pada nerima satu sama lain. Mending mamak balik lagi sama pak Rusli dari pada ngantung gak jelas. Duit mamak habis kan sama suami orang, apa mamak tidak malu. Jadi orang tidak benar, aku kalau gak takut dosa ....., sudahlah. Terserah Mak bagaimana? Anah akan ku bawa kalau sudah sembuh. Kecuali dia yang ingin di sini, karena dia masih kecil tidak pernah bisa di paksa. Kalau di paksa seperti ini, antara hidup dan mati."Setelah berkata dia bangun membawa daun pepaya, ada lagi yang paling utama cacing.


*****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2