TAKDIR KU

TAKDIR KU
99.DADA MAS KU SAYANG


__ADS_3

Dalam acara tersebut yang di hadiri pak camat. Acara yang digelar itu di ikuti 7 sekolah yang terdekat. Dan yang memiliki kendaraan sepeda, atau yang masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki.


Acara berlangsung selama 2 jam setengah.


Yang harus dilakukan oleh para murid, ialah maraton dengan jarak tempuh 2 KM.


Setelah melakukan maraton maka ada acara selanjutnya. Yang di tujukan untuk membuat para peserta senang, telah ikut serta acara tersebut.


"Assalamualaikum anak-anak," ucap pak Camat.


"Wa'alaikumsalam pak," jawab semua yang ada di lapangan tersebut.


"Nah siapa tadi yang sampai di lapangan ini paling, tunjukkan jari?" tanya pak Camat.


Makanya dari peserta mengangkat jari, yaitu peserta yang tadi pagi menyapa Anah.


"Wah hanya satu orang? atau mungkin minimal 5 orang dan sebutkan sampai sini, no berapa."Ujar pak Camat.


Akhirnya ada lima peserta mengangkat jari, termasuk Anah.


"Ternyata ada yang perempuan juga, tapi sayang ya acara ini bukan untuk lomba maraton atau lari."Ujar pak Camat.


"Nah untuk acara selanjutnya pak Camat, punya 10 amplop hadiah yang beruntung. Nah siapa yang sudah mempunyai nomor, yang di berikan oleh pak Prastyo. Siap ya, di perhatikan nomor kalian ya."Ujar pak Andika, selaku kepala sekolah setempat.


"Baiklah siap ya, untuk yang pertama nomor berapa ya kira-kira?" tanya pak Prastyo, sambil tersenyum dan mengocok gulungan kertas di dalam toples.


Semua peserta berdebar-debar dengan berharap-harap cemas. Berharap mereka yang mendapat kan satu amplop keberuntungan tersebut.


Kini pak Prastyo sudah memegang satu gulung kertas.


"Baik ini bapak sudah pegang satu gulungan kertas ya, nomor nya adalah.... 045. Silahkan maju untuk menerima hadiah dari pak Camat."


"Selanjutnya, nomor 062, nomor 073, nomor 027, nomor 009, nomor 105, nomor 087, nomor 034, nomor 049, nomor 024, bagi yang nomor nya tidak di sebut, berarti belum beruntung jangan sedih. Terima kasih atas kehadiran kalian, tetap semangat. Siapa tau nanti kalian bisa ikut perlombaan, yang akan di adakan tahun depan."Ucap pak Prastyo.


"Selamat untuk yang beruntung, semoga hadiah tersebut bermanfaat ya. Ya acara telah selesai, sebelum bubar mari kita berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Mengheningkan cipta mulai," ucap pak Andika


"Selesai, selamat jalan ya anak-anak hati-hati di jalan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap pak Andika.


Para peserta bersalaman dengan pak Camat dan beberapa guru di sana. Langsung pulang dengan kendaraan masing-masing. Yang berjalan kaki ke banyak dari sekolah setempat karena yang ikut acara ada tiga kelas yaitu kelas 4,5, dan 6.


Sehingga mereka tidak ikut belajar lagi dan setelah acara pulang.


Begitu pula sekolah sebelah, yang memang tidak jauh dari sekolah setempat banyak yang ikut.


Yang paling sedikit peserta nya hanya sekolah Anah.


"Selamat ya Aidil, dapat berapa kamu?"tanya Angga.


"Ya Dil buka dong kita lihat kamu dapat berapa hadiah nya."Timpal Anah.


"Ya Dil, setidaknya kamu berbagi kegembiraan pada kita, kan satu sekolah." Kata Iwan.


"Ya sebentar aku buka."Ujar Aidil, dengan hati-hati takut ikut tersobek dalamnya.

__ADS_1


"Wah lumayan Dil, 10.000 rupiah."Ucap Anah dan yang lain ikut senang.


(Di tahun 1998, uang 10 ribu mah gede ya guys)


"Sudah yuk kita pulang capek nih, nanti kita masih harus jalan pulang."Ujar Iwan.


"Iya yok mas Angga yang bonceng ya." Ajak Anah.


"Siap Anah, cepat naik."Perintah Angga.


Mereka menggowes sepeda bareng-bareng dan langsung pulang ke rumah masing-masing.


Dan Anah minta turun di pertigaan, tidak mau di antara sampai rumah. Kebetulan Anah yang bonceng Angga, jadi Anah berhenti dan langsung pulang dengan berjalan.


"Dada Anah,"ucap Angga.


"Dada mas ku sayang,"ucap Anah dengan gaya centil tentunya.


Langsung berjalan pulang dengan santai bernyanyi.


......................


Gelang sipaku gelang


gelang si rama rama


mari pulang


bersama-sama


mari pulang


bersama-sama


Sayonara sayonara


Sampai berjumpa pulang


Sayonara sayonara


Sampai berjumpa pulang


Buat apa susah Buat apa susah


Susah itu tak ada gunanya


......................


Anah nyanyi dengan santai gaya jangan sedikit lompat dan dan lari.


Asik dan tidak perduli dengan sekitar, yang penting happy.


"Anah kok kamu sudah pulang?" tanya Sugi yang mau ke sawah, yang ada di samping rumah Anah.

__ADS_1


Tepat 20 meter dari rumah Anah, makanya Sugi sering marah. Kalau entok dan bebek masuk ke sawah miliknya.


"Iya lek. Pulang cepat habis ikut lari maraton, di SDN 01 xxx."Jawab Anah.


"Memang apa kalah, tapi kalau di lihat dengan riang gembira biasanya menang?"tanya Sugi lagi.


"Menang sih ke 3, tapi sayang, tidak di lomba."Jawab Anah.


"Kirain senang karena menang, kamu ikut serta sama siapa dari sini?"tanya Sugi.


"Dari sekolah cuma di pilih 6 orang aja. Dari sini cuma aku dan mas Angga."Jawab Anah.


"Sudah ah aku mau pulang lapar mau makan."Ujar Anah langsung jalan masuk rumah.


Sugi pun langsung ke sawah, namun begitu sampai dia langsung emosi dan berteriak.


"ANAH....... CEPAT KAMU KESINI!"teriak Sugi.


Anah yang lagi makan kaget, hampir saja ia tersendak.


"IYA LEK." Jawab Anah dengan berteriak, langsung lari menghampiri Sugi.


"Kenapa lek?"tanya Anah pura-pura tidak tau. Padahal ia tau pasti peliharaan nya.


"Pake tanya lagi. Mata mu mau ku c*ngk*l sekali tak cincang bareng peliharaan mu itu!"bentak Sugi, sambil melotot dan tangannya menunjuk dengan gol*k.


"Ya maaf lek, kan aku juga gak tau kalau itu entok dan bebek pada ke sini." Ucap Anah, tapi tidak berani menatap Sugi.


Sugi dari dulu tidak pernah berubah, selalu kesetanan jika berhadapan dengan Anah. Jika tanaman yang siap panen itu di rusak dengan peliharaan Anah.


"Besok ke sini lagi, aku gak akan panggil pemiliknya lagi. Langsung tak babat itu yang ada di sawah, cepat giring pulang tuh!"bentak Sugi.


"Iya lek." Kata Anah,


Langsung saja dia giring pulang, peliharaan nya. Sugi yang lagi emosi dan kesal karena Anah sangat lambat pun.


Memotong ranting di sekitar dan meleparkan pada Anah.


"Pakai itu biar cepat, lama banget sih!"bentaknya lagi.


Anah mengambil dan langsung mengunakan ranting pohon, yang masih ada sedikit daunnya. Sehingga lebih cepat, biasanya anah bawa dari rumah, karena tadi kaget dan buru-buru dia lupa.


Sugi yang masih kesal itu, mengambil baju di ladang tempat di berdiri. Lalu melepaskan pada bebek dan entok tersebut.


Tidak hanya sekali tapi beberapa kali, jadi cepat selesai urusan nya dengan Anah.


Sedangkan Anah tidak berani komentar, tapi dongkol juga pada Sugi.


Bahkan anah berencana pasang pagar bambu, biar peliharaan nya tidak lagi ke sawah Sugi.


*****Bersambung....


Jangan lupa ya guys tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


__ADS_2