
viza ter kulai jatuh ke atas lantai rumah sakit saat mendapat penjelasan dari dokter yang selama ini merawat ibunya,
"ibu ternyata ibu benar2 pergi, zaza harus gimana menghadapi kehidupan ini tanpa ibu di samping zaza"rutuknya dalam hati"belum lagi zaza memberi kebahagiaan kepada ibu, kenapaa ibu harus pergi secepat ini"isak viza
setelah selesai urusan dengan rumah sakit viza terus melakukan pemakaman, saudara2 nya yg berjauhan kini datang untuk melayat sang ibu. tante viza yg berada di kota s menawarkan viza untuk tinggal bersamanya, namun tetap di tolak viza. viza kini hanya ingin menyndiri untuk beberapa waktu.
"viza sayang, kamu kenapa tidak ingin tinggal bersama tante nak"tanya dari tantenya
ya tante nita adalah adik dari mendiang almarhumah ibunya namun jarang bertemu karena letak kota a dan kota s cukup jauh...
__ADS_1
"maaf tante bukannya viza gak mau, hanya saja viza untuk sementaraini ingin sendiri dulu. nanti kalo viza sudah agak tenang viza akan berkunjung ke kota s buat jumpa tante"kilah viza agar sang tate tidak kecewa.
pemakaman telah usai berlahan-lahan tamu pun pulang dari kedimannya.
"kamu pasti viza dianti putri bu dian? "tanya dari suara yg sedikit asing di kuping viza.
"saya agus wijaya, majikan dari ibu kamu... maaf saya baru bisa datang ke sini, saya baru pulang dari Singapura untuk melakukan perjalaanan bisnis, saya turut berduka cita atas meninggalnya ibu kamu, semoga beliau di terima sisi sang pencipta, aminn"ucapnya
"oh iya gak apa-apa pak. bapak udah datang sekarang pun saya bersyukur, paling tidak bapak peduli dengan ibu saya. maaf jika selama kerja ibu saya ada melakukan kesalahan. "ucap kisa sambil mempersilahkan pak wijaya duduk di kursi tamu
__ADS_1
"saya tidak bisa lama-lama viza di sini,karena masih ada urusan lagi, ini kartu nama saya jika ada sesutu yg kamu rasa saya bisa menolong boleh hubungi saya. dan ini ada sedikit uang semoga bisa untuk memenuhi kebutuhan kamu ya nak viza"ucap leleki paruh baya itu kepada viza sembari memberikan amplop yg berisi sejumlah uang yg cukup untuk memenuhi kebutuhan viza beberapa waktu.
pak wijaya pun berlalu pergi kini viza benar2 sendiri, viza duduk di kursi yang terletak di pojok rumah yg tepat berada di samping jendela, ia menerawang jauh melewati angan.angin bertiup sayup pertanda kan turun hujan tiba2 rintik hujan pun turun seakan menandakan ikut bersedih dengan kepergian sang ibu, viza masih memandang rintik hujan yg turun, tidak lebat tapi mampu membasahi bumi
"ibu lihat lah, betapa langit sangat menyayangi mu, saat kau mergi pun ia ikut menangis, hujan ini menandkan hati zaza yg sedang menngis.ibu sekarang zaza udah gak punya siapa-siapa, dan gak punya apa -apa. maaf bahkan zaza pun gak bisa menjaga kesucian zaza lagi, "isak viza
malam pun mulai menyelimuti, dert dert dert hp nya bergetar, secepatnya ia menjawab dan terdengar suara manajer mark di seberang menanyakan keadan viza, namun viza dengan mantap mengundurkan diri dari pekerjaan di club itu dan memberikan alasan yang cukup bisa di terima sang manajer, setelah ia memutuskan telepon nya viza menatap ke luar jendela gerimis masih belum berhenti, sesedih inikah hidup sendirian seperti hujan yg tak rela melihat kesendirian ku.
catatan author
__ADS_1
sori dikit habisnya di ganguin terus sam si bandel...