
Sebulan kemudian pak Jumadi, bu Sarinem dan Seswanto pulang dari kebun yang baru di beli oleh pak Jumadi.
Ya pak Jumadi membeli tanah garapan, seharga 1,5 juta. Dan membantu Seswanto membeli tanah garapan seharga lima ratus ribu.
Mereka membeli tanah garapan itu, yang di jual adalah tanaman yang sudah di tanam pemilik sebelumnya.
Yang lebih tepatnya lagi mereka membeli pohon kopi, pisang yang di tanam pemilik sebelumnya.
Namum belum ada rumah yang untuk tidur di sana. Selama 3 minggu di tanah garapan itu, mereka bertiga tidur dengan tenda. Yang di buat sendiri, bahkan di sana sangat lah dingin.
Ya tanah garapan itu adalah tanah pemerintah, namun warga sekitar boleh menggarapnya sebisa dan sepuasnya.
Dengan tenggang waktu 30 tahun, dan mereka di wajibkan menanam pohon besar. Yang dapat menjadi penyerapan air, apa lagi saat tanah sudah gundul sangat lah mudah longsor.
Ya yang mereka garap adalah tanah yang di lereng gunung Punggur. Yang kini di buka kembali di mulai tahun 1999. Yang sebelumnya sempat di tutup kurang lebih lima belas tahun.
Penduduk sebelum mereka dahulu yang sebagian masih ada sampai sekarang. Tanah garapan tersebut di tutup sebab, sempat terjadi tanah longsor. Di karena kan banyak pelanggaran yang di timbulkan oleh penduduk sebelum.
Dan tanah garapan itu banyak yang menggarap dari mana saja. Lebih tepatnya lagi pendatang, yang ingin mengadu nasib. Dengan banyak menanam kopi, dan sebagai pelengkap kebutuhan sehari-hari.
Mereka menanam kelapa, pisang, alpukat ada juga pete, jengkol dan aneka macam kebutuhan dapur. Seperti cabai rawit dan merah yang bisa juga di jual ke pasar. Bawang merah, bawang putih, terong, kacang panjang, kacang buncis dan kacang hijau. yang di tanam di tepi kali, karena yang di lereng bukit itu di tanami padi.
Pak Jumadi sudah membuat rumah panggung di sana. Bagian bawah untuk masak dan bagian atas untuk tidur.
Namanya di puncak gunung pasti udaranya sangat dingin. Maka rencana mereka pulang untuk membeli tikar selimut. Dan membawa aneka bibir perlengkapan dapur. Agar mereka bisa tukar dengan bahan kebutuhan lain. Atau jadi tambah penghasilan.
"Bu di sana enak gak bu?"tanya Anah.
__ADS_1
"Di sana itu dingin, kopi nih baru di sedu dengan air panas mendidih. Tidak sampai 5 menit, itu kopi sudah tidak terasa anget. Mandi kalau lewat jam 4 sore pasti gak akan kuat, sebab jam segitu sudah dingin. Kita berkeringat itu kalau sudah jam sepuluh sampai jam setengah tiga. Itu pun kalau cuaca panas, kalau cuaca hujan seharian kita cuma ada di depan tungku api. Dan kerjaannya cuma makan, di jamin gemuk."Jawab bu Sarinem.
Anah sangat penasaran dengan cerita ibunya dan pasti akan membuat Anah menghayal. Dalam hayalan Anah bisa berada di puncak gunung, meski yang sebenarnya belum sampai puncak. Karena masih ada perjalanan menuju puncak gunung itu, butuh perjalanan 1 km lagi.
Dalam hayalan nya Anah, bisa melihat pemandangan indah dari ketinggian. Hal itu pasti dapat menghilangkan segala kegalauannya. Pikiran yang butek jadi jernih, lupa akan segala keresahan yang ada di hati dan pikiran.
Nanti aku boleh ikut ya bu, aku ingin merasakan berada di puncak gunung meski tidak sampai teratas sih. Hehehehe,"kata Anah, dengan cengengesan.
"Aku juga mau ikut bu." Tiba-tiba Udin menceletuk.
"Kamu itu masih sekolah nanti kalau liburan sekolah saja ikut selama satu minggu ya." Kata Bu Sarinem.
"Iya dek, nanti kalau kamu tidak sekolah. Lebih tepatnya bolos. Nanti sama bu ayu kamu tidak boleh sekolah lagi. Yah jadi ngulang deh dari kelas satu lagi. Teman kamu yang sekarang pada naik kelas 2, nah lo." Timpal Anah, menakut-nakuti adiknya itu, supaya tidak bolos sekolah.
"Iya deh aku nanti aja pas sudah liburan sekolah. Tapi kapan kan masih lama bu libur panjangnya?"tanya Udin.
"Nanti kan di kasih tau sama bu guru."Kata bu Sarinem.
"Nanti kalau sudah belanja nanti juga kita kesana gak sama ibu."Jawab pak Jumadi.
"Ini baru malam senin, kalau nunggu belanja. Berati hari kamis dong, kalau mau ke sana?"tanya Anah.
"Iya kan mas Ses masih mau pulang dulu, besok pagi berangkat pulang. Dan rabu baru balik ke sini, nanti sekalian mau ngajak orang yang mau kerja."Jawab pak Jumadi.
"Oh begitu, kenapa pake nunggu mas Ses pulang segala sih."Ketus Anah.
"Lah kalau mau ke sana itukan harus ada bekal untuk di sana kan? Kalau kamu tidak sabaran ya sudah tinggal aja."Kata Seswanto dengan tatapan mengejek pada Anah.
__ADS_1
Anah berpikir sejenak, apa yang di katakan oleh Seswanto ada benarnya. Tidak perlu menunggu dirinya, untuk berangkat lebih dulu. Tapi kalau ke sana harus ada bekal utama, yaitu beras, gula, tah, kopi dan bumbu dapur.
Seswanto tersenyum ketika Anah tidak ada komentar lagi. Karena kata-katanya dapat membungkam mulut cerewet nya Anah.
Anah kesal dengan tatapan dan senyuman Seswanto. Kalau tidak menghindar dari tatapan Seswanto. Bisa jadi besar kepala itu, bujang yang ada di hadapannya.
Anah beranjak pergi ke kamar nya, karena sudah malam juga. Pak Jumadi rada pulang memang sudah habis magrib baru sampai. Berangkat dari puncak jam 4 sore sampai 6:45 malam.
...****************...
Hari rabu pun sudah tiba, gerobak sudah siap di buat oleh pak Jumadi. Hari ini Anah pulang dari pasar, bersama ibunya. Dengan belanjaan yang cukup banyak, beras sekarung 50 kg dan 25 kg.
Belum lagi minyak goreng 5 kg, bawah merah 2 kg, bawang putih 1 kg. Tambah lagi cabai rawit dan merah yang keriting 1 kg. Gula pasir 5 kg, gula merah 1 kg, terong ungu 5 kg, kol 2 kg, wortel 1 kg. Daun bawang dan seledri 1 kg, yang nanti batang nya untuk di tanam.
Bu Sarinem langsung mengajak Anah menyiapkan barang yang mau di bawa ke puncak gunung. Yang sering di sebut oleh para warga, Kawasan.
Jam setengah dua belas Seswanto, pak Kamidin dan pak Risman. Mereka bertiga turun dari mobil, angkot yang hanya ada hari rabu saja.
Khusus hari rabu, sebab pasar hanya ada hari rabu. Sehingga banyak warga yang berbelanja dobel untuk persediaan selama satu minggu ada juga 2 minggu atau sebulan. Seperti yang akan pergi ke kawasan, seperti pak Jumadi.
"Assalamualaikum,"ucap mereka bertiga.
"Wa'alaikumsalam,"jawab yang ada di rumah.
"Wah bapaknya putri kan lek?"tanya Anah.
"Iya, Anah kamu sudah jadi gadis ya. Kamu sudah punya pacar belum nih?"tanya pak Risman.
__ADS_1
"Aku.....
*****Bersambung....