TAKDIR KU

TAKDIR KU
122.TENTANG PERJODOHAN


__ADS_3

"Hah? ya ampun masak aku jadi mbak iparnya Wati. Dan jadi mbak Darmi, apa lagi masih saudara. Kayak gak ada orang lain yang lebih ganteng gitu."Kata Anah.


"Ibu dulu juga bilang begitu saat kakek menjodohkan ibu Dangan bapak mu. Tapi pada akhirnya ibu juga suka sama bapak. Namanya jodoh kita tidak tau, yang perlu kita lihat itu kelakuannya. Karena mas Ses kamu kan juga sudah tau, orang bagaimana. Begitu juga mas Sar, memang dia masih saudara. Tapi saudara juga saudara jauh, yang saudara kita itu bude Parti. Sedangkan pakde Yatno itu adiknya pade Harto. Lagian yang tidak boleh menikah itu kakak beradik satu ibu atau satu bapak."Kata bu Sarinem.


Anah pun berpikir sejenak, tentang kedua pemuda yang akan di jodohkan padanya.


"Eh tetap saja aku tidak mau sama kedua orang itu. Mas Ses, pernah mencium pipinya Resti. Gara-gara di cuekin, dia mani ngosor aja. Dan dia di cari sama kak Iyan, karena mau di gebukin. Itu kan perbuatan tidak baik, terus nanti kalau aku jadi istrinya. Aku juga pasti akan di paksa dengannya dong bu?"tanya Anah.


Membuat bu Sarinem tertawa, mendengar pertanyaan Anah.


"Kok ibu tertawa sih?"tanya Anah.


"Ya kalau kamu sudah jadi istrinya Ses, maka Ses berhak mencium mu An. Beda dengan Resti, karena dia bukan siapa-siapa. Makanya dia di cari dan akan di gebukin. Sebab dia sudah melecehkan, anak perempuan orang. Itu juga kalau terjadi sama kamu, maka bapak juga akan marah. Kalau Resti itu kan tidak ada bapaknya di sini. Yang ada kakak, mamang(paman) dan nenek aja. Jadi pelindungnya kakak dan mamang(paman), jika terjadi hal yang seperti tempo hari." Jelas Bu Sarinem.


"Halah itu sama saja, bu aku punya suami orang tida baik. Aku berharap tidak akan pernah mau nikah sama mas Ses titik."Ucap Anah.


"Ya kalau kamu tidak mau juga tidak akan di paksa kok sama dia. Lagian ibu juga gak setuju jika kamu di jodohin. Kalau kamu tidak mau sama orang tersebut."Kata bu Sarinem.


"Lalu kali sama mas Sar bagaimana?"tanya lagi bu Sarinem.


"Apa mas Sar dan lain, sudah tau tentang perjodohan ini? selain pade Yatno?"tanya Anah.


"Sepertinya begitu, karena dia kan sudah besar."Jawab bu Sarinem.


"Elvira kan teman akrabnya mbak Darminah. Dan aku bisa lihat dari tatapan mata berbeda dari bude Lasmini itu. Kayak ada ketidaksukaan gitu ke kita, jadi ada senyum juga senyuman palsu. Bukan senyum dari hati yang tulus pada kita. Dan kemarin yang bilang aku di rumah bude Parti mas Sar kan?"tanya Anah.


"Iya,"jawab bu Sarinem.


"Sudah pasti yang bilang aku mau nikah itu mereka. Dan sampai kapan pun aku gak akan nikah jika mereka berdua menikah. Aku juga gak mau nikah sama orang sini, kalau itu di jodohin. Aku juga gak suka sama orang yang sudah sering pacaran."Ucap Anah dengan penuh keyakinan.


"Jodoh sudah ada yang ngatur. Kalau kamu jodoh kamu salah satu dari mereka. Kemana pun kamu menghindar pasti bertemu lagi. Begitu pula kalau mereka bukan jodoh mu. Mau kamu untuk sampai ke lubang semut pun tidak akan jadi suami mu."Ujar bu Sarinem panjang lebar.


Anah menyimak semua ucapan bu Sarinem tentang jodoh. Anah pun terus berharap jika jodohnya bukan mereka. Tiba-tiba saja Anah menyanyi, dengan tenang riang.


......................


Biar satu sembunyi di dasar laut


Satu di atas langit


Kalau memang sudah jodoh


Di depan penghulu pasti 'kan bertemu


Biar satu anak santri


Yang satu anak si tukang parkir

__ADS_1


Kalau memang sudah jodoh


Di meja K-U-A 'kan bertemu juga


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Jodoh (jodoh, jodoh, jodoh)


Tak usah diramal-ramal, ah


Tak usah dikhayal-khayal


Ini rahasia Sang Pencipta


Jodoh (jodoh, jodoh, jodoh)


Tak usah dikejar-kejar, ih


Tak usah dipaksa-paksa


Bila saatnya 'kan datang juga


Kalau dipaksa-paksa, sakit rasanya


Kalau dipaksa-paksa, sakit rasanya


Biar satu 70 tahun


Yang satu 17 tahun


Kalau memang sudah jodoh


Di ranjang pengantin 'kan bertemu juga


Biar satu di istana yang megah


Satu di kolong jembatan


Kalau memang sudah jodoh


Apa pun jadinya sa-sa-sa-sah saja


Jodoh (jodoh, jodoh, jodoh)

__ADS_1


Tak usah diramal-ramal


Tak usah dikhayal-khayal


Ini rahasia Sang Pencipta


Jodoh (jodoh, jodoh, jodoh)


Tak usah dikejar-kejar, ih


Tak usah dipaksa-paksa


Bila saatnya 'kan datang juga


Kalau dipaksa-paksa, sakit rasanya


Kalau dipaksa-paksa, sakit rasanya


~lagu manis manja group.


......................


"Eh bu ngomong-ngomong lagu jodoh itu kayak mbah Marto dan mbak Sarti ya. Bukannya mbak Sarti itu umurnya 16 ya bu?


Terus mbah Marto itu umur berapa?" tanya Anah pada ibunya.


"Lah ini anak lama-lama malah ngajak ngerasani(omongin) orang."Kata bu Sarinem.


"Itu namanya bukan buat ngerasani orang bu. Tapi di ambil dari kisah nya, untuk pelajaran tentang jodoh ini bu." Kata Anah.


Dan kebetulan pak Jumadi dan Seswanto pun sudah ikut kumpul dengan mereka. Jadilah mereka berdua mendengar obrolan ibu dan anak.


"Iya ya, kalau mbak Sarti itu umurnya baru 14 tahun. Kalau mbah Marto itu 57 tahun, kalau sudah tau mau apa sekarang?" tanya bu Sarinem.


"Waaah parah memang, kalau di pikir pakai akal sehat. Mbak Sarti itu kan pantasnya jadi cucunya ini jadi istrinya. Ini bisa di bilang takdir baik, apa takdir buruk ya. Lagian ya itu bapaknya mbak Sarti itu gak kasihan apa. Masak gadis remaja, nikah sama kakek-kakek. Memang di dunia ini sudah tidak ada yang bujang muda. Harus nikah sama orang tua keriput sebagai gigi ompong lagi. Semoga Allah lipat gandakan kesabaran dan keikhlasan, pada mbak Sarti. Aamiinn,"Celotehan Anah membuat ketiga orang dewasa Menggeleng kepala.


"Aamiinn,"ucap semuanya.


"Lagian, kalau jadi istrinya mbah Marto itu enak."Kata pak Jumadi.


"Enak nya apa pak?" tanya Anah, jiwa penasaran nya keluar.


"Bagaimana tidak enak, Jadi istri terakhir. Terus tidak punya Anah apa lagi cucu. Apa lagi mbah Marto, itu punya kebun lebar, sawah ya lumayan. Tidak akan takut kelaparan, seumpama mbah Marto meninggal. Dan anaknya masih kecil, rumah juga sudah ada."Jawab pak Jumadi.


"Kalau aku tetap aja gak mau, Kalau nikah cuma karena harta. Tapi sama istrinya tidak setia, kalau lihat yang cantik dengan mata. Lupa sama sekitarnya, bahkan matanya tidak berkedip."Ucap Anah langsung pergi dari hadapan ketiga orang dewasa itu.


*****Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2