TAKDIR KU

TAKDIR KU
133. BERANGKAT KE JAKARTA


__ADS_3

Sudah dua hari Anah dan ibunya berada di rumah bu Marni. Yang ke betulan Izah tidak balik lagi ke Jakarta. Dia ingin menikah dengan tetangga pak Jumadi. Namun pihak laki-laki tidak mendapatkan restu dari ibunya.


Karena menganggap bahwa Izah hanya memanfaatkan kebaikan anaknya. Padahal Izah menerima segala kekurangan anaknya yang memiliki kekurangan fisik. Izah hanya melihat ketulusan hati dari pemuda itu. Baginya kekurangan fisik tidak jadi masalah asalkan ia bisa menyayangi dan setia padanya.


Namun balasan yang di peroleh Izah sangat menyakitkan. Keluarga itu mengatakan pada semua orang kampung yang memang sudah tau jika Izah keponakan bu Sarinem. Itu adalah seorang janda ngakunya saja gadis di karenakan usia nya sudah 26 tahun.


Karena dia seorang perawan tua atau sudah dewasa. Di anggap sudah janda tanpa anak, dan bertemu dengan pemuda itu yang statusnya orang kaya. Padahal tidak jauh bedanya, dia menjadi perawan tua juga karena asik kerja.


Saat dia memikirkan ingin berumah tangga malah jadi begini. Cinta nya kandang di tengah jalan, plus mendapat hinaan. Namun ia mengambil positifnya, jika itu belum lah jodohnya.


Di sebuah gubuk, siang hari saat makan siang. Bu Sarinem membicarakan niatnya untuk pergi ke Jakarta.


"Izah bibi sama Anah pengen ke Jakarta. Bisa bibi minta antar, nanti ongkos mu biar bibi yang tangguh."Kata bu Sarinem pada Izah.


Hal itu membuat bu Marni, Izah, dan Angga kaget. Kenapa harus ke Jakarta, apa Anah yang ingin ke sana. Tapi tidak tega, sebab ini kedua kalinya bu Sarinem harus jauh sama anak sulungnya. Pikir bu Marni dan Izah kalau bu Sarinem tidak tega.


"Bibi serius terus Udin bagaimana? apa dia bisa menerima kalau jauh dari bibi?"tanya Izah.


"Kan dia tidak mungkin bibi bawa. Dia sudah sekolah, dan harus sekolah. Di sana juga ada lek mu yang mungkin bisa pulang seminggu sekali. Tidak cuma sama nenek mu saja, masih ada Monik juga."Jawab bu Sarinem.


"Ya memang apa sih yang membuat mu pergi ke Jakarta segala? kamu masih ada suami anak-anak juga tidak kekurangan to. Tidak perlu kamu sampai ikut ke sana percaya kan pada Izah dan Imah. Untuk tempat kerja nanti di tanya kan pada Imah biar di carikan yang dekat saja."Kata bu Marni.

__ADS_1


"Aku juga ingin tahu rasanya berada di Jakarta yu. Sekalian aku mengantar Anah kalau nanti Anah tidak betah di sana biar tidak ngerepotin Imah atau Izah yu."Jawab bu Sarinem.


"Iya juga sih. Ini kita lanjutkan yok cabut kacang tanah nya. Biar cepat selesai dan bisa ngantar kamu ke Jakarta nanti Izah. Dan ini kacang bisa di buat ongkos di mobil. Mau yang rebus atau di goreng pakai pasir, lumayan ngurangin jajan di jalan. Sekalian buat oleh-oleh ke majikannya Imah nanti." Kata Bu Marni sambil jalan nyabut kacang tanah.


"Iya yu terima kasih sebelumnya An maaf sudah merepotkan mbak yu."Ucap bu Sarinem.


"Ya tidak apa-apa. Nanti siapa tau aku bakal ngerepotin kamu juga. Kita saling membantu satu sama lain, toh kita ini juga masih saudara."Kata bu Marni.


Mereka melanjutkan pekerjaannya, sampai sore. Anak-anak yang metik kacang tanah mereka orang tua yang mencabut nya. Setelah selesai mencabut langsung membantu metik. Hasilnya ada 4 karung hari ini, dan merah yang gede membawa kacang di bagi rata sesuai kemampuan. Yang dewasa membawa sekarung penuh, Anah dan Angga membawa setengah. Dan Nana membawa bekas bekal makan siang.


...****************...


Dua hari kemudian Anah, ibunya, dan Izah sudah berangkat ke Jakarta. Namun belum sampai di Tanggerang Selatan, tepatnya di perumahan xxxx. Dekat bandara internasional Soekarno Hatta.


"Kamu baru lulus SD ya?"tanya bu Ida, majikan Anah.


"Iya bu,"jawab Anah.


"Nama lengkap kamu siapa?" tanya bu Ida.


"Saya Mariana bu, biasa di panggil Anah."Jawab Anah.

__ADS_1


"Ya sudah ayo saya tunjukkan kamar kamu. tapi maaf ini sekalian tempat untuk menyetrika. Jadi agak sempit, kamar mandi kamu di belakang ya." Anah menaruh tas nya di lantai dekat ranjang. "Sini sekarang kamu sarapan dulu, supaya nanti kamu tidak masuk angin kalau nyuci. Karena kalau nyuci itu kan dingin, tidak boleh perut dalam keadaan kosong."Ucap bu Ida.


Pokoknya bagi nya kalau mencuci baju tidak boleh perut kosong. Karena baginya orang kerja padanya sama dengan dirinya sendiri. Terlebih dia pertama kali punya pembantu, dia juga kasihan dengan Anah yang masih kecil ini sudah harus bekerja. Terlebih lagi ibunya ikut mengantar dan menitipkan padanya.


"Maaf, bukan saya menolak. Tapi tadi saya sudah sarapan nasi uduk yang di belikan mbak Izah. Saya masih kenyang, bagaimana kalau buat makan siang saja." Kata Anah.


"Oh begitu, ya sudah sekarang kamu mencuci baju yuk biar saya kasih tau caranya. Saya mau kamu melakukan sesuai dengan yang saya lakukan."Lalu bu Ida mengambil pakaian yang berada di depan kamar mandi dalam. Kemudian membawa ke belakang di halaman belakang. Masih ada tanah 5 x 10 meter. di bangun khusus untuk kamar mandi dan tempat mencuci baju. Ya itu 2 x 5 meter, sisanya di biarkan hijau dan hanya untuk menjemur pakaian.


...****************...


"Mbak nya siapa?"tanya bu Ranti, majikannya bu Sarinem.


"Saya Sarinem bu, bisa panggil Inem."Jawab bu Sarinem.


"Waduh saya berasa seperti pemain sinetron. Punya pembantu yang namanya Inem, maaf ya mbak bukan apa-apa sih bercanda. Soalnya Inem, Iyem, dan Izah, itu terkenal. Sampai pemain sinetron saja pakai nama itu. Akhirnya film nya juga ramai yang nonton, tidak apa-apa ya mbak. Anggap saja kita main sinetron, hehehe."Terkekeh bu Ranti.


Bu Sarinem pun ikut Terkekeh "Iya bu tidak apa-apa." Kata bu Sarinem.


"Di sini mbak bantu momong Reyhan anak saya baru lima tahun. Sekarang lagi sekolah, naik mobil antar jemput. Mbak jaga dia di rumah saja paling ngasih makan siang sama sore. Pagi mbak mandikan siap untuk sekolah, kalau dia sudah berangkat. Mbak masak buat makan kita, nanti siang sama nanti sore masak lagi buat makan sore."Kata bu Ranti.


"Memang masak dua kali ya bu?" tanya bu Sarinem.

__ADS_1


"Iya mbak, kalau sayur yang hijau. Tapi kalau seperti santan dan sop cukup siang saja. Kalau pagi nanti seadanya saja ya mbak, misalnya nasi uduk, roti, bubur ayam, atau nasi goreng. Atau kalau masih ada sisa masakan yang kemarin yang masih bisa di makan. Maka di panaskan untuk kita sarapan, jika mau."Jawab bu Ranti.


*****Bersambung.....


__ADS_2